BERITA MUBA sangat berterima kasih apabila Anda memberikan suatu bentuk apresiasi dalam bentuk kritik, saran, komentar ataupun tulisan dan opini karena hal tersebut akan sangat membantu untuk pembanggunan MUBA di masa mendatang. Kirim Tulisan/Opini ke asahnet@gmail.com atau asahinternet@yahoo.com

Saturday, June 30, 2007

Ikhwan Minta Keadilan

Lapor ke Propam Polda

Setelah berkonsultasi dan mengadu ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Palembang, korban penembakan dalam bentrokan warga- Brimob, di kawasan Dusun Mendis Peto, Desa Kaliberau, Bayung Lencir Muba, Selasa (19/6) lalu, Ikhwan (75) melaporkan Bripka S ke Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Sumsel, Jumat (29/6).

Korban yang ditemani pihak LBH Palembang, Yopi Brata, SH membuat laporan dengan nomor LP:99/VI/2007/Yanduan dan diterima langsung AKP Suprayitno. Korban mengatakan, meminta keadilan agar pelaku penembakan itu diproses sesuai aturan hokum yang berlaku. “Saya minta kasus ini diusut seadil-adilnya,” kata Ikhwan.

Seperti diberitakan sebelumnya, aksi penembakan bermula dari saling klaim antara pihak PT Sentana Adidaya Pratama dengan warga sekitar terhadap lahan sawit seluas 1.142 hektare, di kawasan Dusun Mendis Peto, Desa Kaliberau, Kecamatan Bayung Lencir Muba. Namun pihak perusahaan yang memiliki kekuatan secara hukum kemudian meminta bantuan pihak Polda Sumsel untuk melakukan pengamanan. Maka diutuslah beberapa anggota Brimob untuk melakukan pengamanan. Aksi bentorkan itu bermula saat Ikhwan hendak membersihkan lahan, tetapi dihalang- halangi salah seorang anggota yang berakhir dengan aksi tembakan. Akibatnya Korban yang mengalami luka tembak, di bagian leher mendapatkan perawatan di RSHM.

Wakil LBH Palembang, Yopi Barata SH mengatakan, meminta pihak Polda untuk memproses aksi penembakan pihak oknum Brimob. “Sebab penembakan itu menurut kami tidak prosedural dan berharap kasus ini di tindaklanjuti sesuai dengan hukum berlaku,” kata Yopi.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Drs Abu Sopah Ibrahim, SH yang dikonfirmasi Membenarkan adanya laporan Ikhwan ke Propam Polda Sumsel terkait dengan peristiwa, di kawasan Dusun Mendis Peto, Desa Kaliberau, Kecamatan Bayung Lencir Muba, Selasa (19/6) lalu. “Penembakan yang dilakukan anggota sudah prosedural dan sesuai dengan aturan yang berlaku. Tetapi itu hak warga untuk melapor ke pihak kepolisian dan kita ada larangan. Laporan itu tetap akan diproses sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,” kata Abu Sopah.

Sumber: Sripo

Read More..

Warung Masif Hadir di Muba

Pemkab Muba akan membuka warung masyarakat informasi (masif) yang merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman antara Departemen Komunikasi dan Informasi PT Pos Indonesia dengan seluruh pemerintah daerah di Tanah Air.

"Warung mayarakat informasi akan didirikan Pemkab Muba bekerja sama dengan Kantor Pos Cabang Sekayu," kata Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi Muba Drs H Yuliansyah MM kepada koran ini, usai rapat pemantapan pendirian warung informasi masyarakat di ruang rapat sekda, Jumat (29/6).

Teknis pembentukan sama dengan website yang dimiliki lembaga pemerintah atau swasta lainnya. Berupa informasi yang dibutuhkan masyarakat terhadap produk yang dihasilkan untuk selanjutnya diakses melalui internet. Di Kantor Pos Sekayu akan disediakan tiga unit komputer yang konek dengan internet. Dalam memberikan pelayanan informasi, masyarakat dapat minta bantuan operator yang memang disediakan untuk itu.

Layanan informasi yang disediakan dalam warung masyarakat informasi tersebut, jelas Yuliansyah, untuk sementara hanya ada tiga jenis layanan, yakni kesehatan, usaha kecil menengah, dan perpustakaan. Jika masyarakat ingin mengetahui praktik dokter spesialis di Sekayu maka nama, alamat praktek, dan harga konsultasi kesehatan dapat diketahui melalui sambungan internet," imbuhnya.

Operasionalnya setiap hari dalam jam kerja kantor, yakni dari pukul 07.00-16.00 WIB. "Hari libur pun, operator bertugas memberikan pelayanan kepada masyarakat yang butuh informasi," pungkasnya.

Sumber: Sumeks


Read More..

Gaji ke-13 PNS Pemkab Muba Rp 11,3 M

Sebanyak 5.663 orang pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Muba, Senin (2/7) akan menerima gaji ke-13 yang totalnya mencapai Rp 11,36 miliar lebih.Gaji ke-13 ini akan dikucurkan melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dengan rincian, golongan I dialokasikan Rp 128.17 juta lebih, golongan II Rp 1,77 miliar lebih, golongan III Rp 8,08 miliar lebih, dan golongan IV Rp 1,38 miliar lebih.

“Gaji ke-13 ini sudah dapat dicairkan, 2 Juli 2007. Para PNS dapat berhubungan langsung dengan bendahara di instansi masing- masing,” kata Kepala BPKAD Kabupaten Muba, H Hazuar Bidui AZ, S.Sos, MM.

Sumber: Sripo

Read More..

Friday, June 29, 2007

Agro Industri Muba Rp 50 M

Pembangunan pertanian terpadu yang merupakan kerjasama antara Pemkab Muba dengan Institute Pertanian Bogor (IPB) menelan dana hingga Rp 50 miliar. Pembangunan pertanian terpadu ini sudah menyelesaikan Master Plan (MP), sehingga diharapkan akhir tahun 2008 kawasan pertanian terpadu ini sudah beroperasi.

Bupati Muba, H Alex Noerdin dalam paparannya dihadapan Rektor IPB Dr H Ahmad Matjik, MSc didampingi Direktur PT Primakelola Agribisnis Agroindustri Prof Dr Ir E Gumbir Sa’id, MA, DEV, tim tenaga ahli IPB Dr Ir Sam Herodian dan Dr Ir Dede Hermawan memaparkan mengenai tujuan penyusunan master plan yang telah diselesaikan ini agar wujud masa depan pembangunan pertanian Kabupaten Muba tergambar secara jelas bentuk dan tahapan pencapaiannya.

Dalam paparannya tergambar mengenai prinsip utama master plan bahwa pertanian menjadi penggerak utama pembangunan, pembangunan pertanian terselenggara, penataan tata ruang pertanian berdasarkan kesesuaian lahan, pembangunan pertanian yang berorientasi ekspor, berbasis pada modernisasi teknologi, petani menjadi subyek pembangunan dan pemerintah sebagai fasilisator dan kemandirian sektor pertanian berdasarkan kemampuan pendanaan sendiri.

Dr Sam Herodian yang dikonfirmasi wartawan seusai paparan menjelaskan, lahan yang telah disediakan untuk pembangunan pertanian terpadu ini mencapai 30 hektare di Desa Keluang dan menelan dana sekitar Rp 50 miliar. “Diharapkan akhir 2008 sudah beroperasi,” katanya.

Sementara itu Plt Kepala Bappeda Kabupaten Muba, Regina Aryanti dalam laporannya menjelaskan, kurun waktu lima tahun terakhir banyak hal yang telah dikerjasamakan dengan IPB dalam hal ini diwakili PT Primakelola Agribisnis Agroindustri, antara lain pengembangan sentra jeruk di Sangedesa, desain detail lahan lebak di Sangadesa, pengembangan usaha tani terpadu berwawasan Agribisnis. Termasuk uji terap peningkatan produksi tanaman lada lokal dan kakao, pengembangan agribisnis dan agroindustri dalam pemberdayaan potensi masyarakat dengan pemeliharaan itik, perencanaan pembangunan agroindustri ikan patin dan studi lainnya yang berkenan dengan agribisnis dan industri di Kabupaten Muba.

Mengenai potensi yang dimiliki Kabupaten Muba dalam sektor pertanian, merupakan sektor basis dan penyumbang nomor dua PDRB setelah sector pertambangan, dan berdasarkan kontribusi sector ekonomi terhadap pembentukan PDRB, sektor pertanian yang bersifat agraris ini memberikan nilai tambah yang besar dibandingkan sektor ekonomi lainnya.

Sumber: Sripo

Read More..

Dana Pendidikan Rp 345 M

Pemkab Muba sangat serius dalam membangun sektor pendidikan dengan menganggarkan 21,74 persen dari total APBD Kabupaten Muba Tahun 2007 yang mencapai Rp 1,5 trilyun. Kami mengalokasikan sekitar “Rp 345,6 miliar atau 21,74 persen untuk dana pendidikan,” kata Bupati Muba, H Alex Noerdin didepan sembilan anggota DPRD Kota Bandung yang mengadakan studi mengenai anggaran pendidikan di Kabupaten Muba, Kamis (28/6).

Anggaran ini antara lain dengan menggratiskan biaya pendidikan dari SD hingga SMU baik negeri maupun swasta, wajib kuliah bagi guru hingga ke jenjang S-2, dan peningkatan kualitas belajar serta peningkatan sarana dan mutu pendidikan, kata Alex.

Sumber: Sripo

Read More..

Layanan ONH Bank Sumsel CPK Babattoman

Bank Sumsel Cabang Pembantu Kecamatan Babattoman yang baru beroperasi sejak 14 Mei 2007 lalu, sudah bisa melayani pembayaran ongkos naik haji (ONH) bagi warga sekitar.“Selain melayani ONH, Bank Sumsel yang terletak di Pasar Babattoman ini juga bias melayani fasilitas transfer antar bank, ATM hingga simpan pinjam,” kata Kacab Bank Sumsel Sekayu, Arah Haryadi, Kamis (28/6).

Disebutkan, nasabah bisa mendapatkan layanan maksimal di Bank Sumsel Cabang Pembantu Babattoman sehingga bisa mempersingkat waktu tidak perlu lagi menuju Kota Sekayu untuk melakukan transaksi perbankan.

Sumber: Sripo

Read More..

Thursday, June 28, 2007

Lengkap, Berkas Hadi Kusumo

Pelaku penipuan terhadap sedikitnya 83 pendaftar CPNS di Kota Pagar Alam dengan nilai Rp2,8 miliar dan penggelapan dana hak tayang televisi di Pemkab Musi Banyuasin (Muba) senilai Rp195 juta

Berkas acara pemeriksaan (BAP) tersangka utama, M Hadi Kusumo (50), pelaku penipuan terhadap sedikitnya 83 pendaftar CPNS di Kota Pagar Alam dengan nilai Rp2,8 miliar, saat ini sudah lengkap, atau P21.Menurut Kapolres Kota Pagar Alam AKBP Drs Yudhi Faizal MH melalui Kasat Reskrim AKP Tri Martono, dengan lengkapnya berkas pemeriksaan ini, maka proses hukum selanjutnya adalah tanggung jawab pihak kejaksaan untuk membawanya ke meja hijau.

Selain telah meyerahkan berkas atau BAP, pihaknya juga telah menyerahkan barang bukti pendukung lainya termasuk tersangka utama dipindahtangankan dari tahanan kepolisian ke tahanan kejaksaan. ”Tersangka Hadi Kusomo berikut barang bukti dan BAP-nya sudah kami diserahkan ke pihak kejaksaan,” tegas Tri Martoni, kepada koran ini, kemarin, (26/6).

Ditanya masih adanya satu tersangka lainnya yang saat ini masih buron, Deni Ferdian (27) alumnus STPDN? Dia itu sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres Pagar Alam. “Kami akan terus mengejar Deni yang saat ini masih buron. Kami juga mengimbau agar tersangka menyerahkan diri agar memudahkan pihak kepolisian melakukan pemeriksaan,” ungkapnya.

Di tempat terpisah, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Pagar Alam Bachrul SH menegaskan, jika berkas kasus penipuan CPNSD Kota Pagar Alam dengan tersangka utama Hadi Kusomo (50) memang sudah lengkap dan siap dibawa ke pengadilan. “Insya Allah dalam waktu dekat ini pihaknya akan segera melimpahkan perkara yang ada ke pengadilan negeri untuk segera dapat disidangkan.’’

Mantan manajer Pertas Sumsel FC yang sempat dibincangi koran ini merasa heran dengan penyidik. Dia juga merasa tidak bersalah dalam kasus ini. “Gini aja, kita buktikan saja di persidangan nanti. Kalau memang saya dikatakan melakukan penipuan, siapa yang saya tipu, mana yang saya rugikan dan di mana hasilnya,” tukasnya singkat.

Diketahui, Hadi Kusumo (50), warga Perum Jatijajar Blok E No 21, Cimanggis, Depok, Jakarta yang menjadi target polisi ini berhasil dibekuk jajaran Polda Sumsel gabungan Polres Muba dan Polres Pagar Alam, Sabtu (28/4). Tersangka dugaan penipuan senilai Rp2,8 miliar lebih ini dibekuk di depan rumahnya, tanpa ada perlawanan.

Penangkapan terhadap tersangka bermula dari adanya informasi yang diterima jajaran Polda Sumsel yang menyebutkan tersangka baru tiga hari pulang dari Malaysia. Mendapat informasi itu, Kapolda Irjen Pol Drs Ito Sumardi DS SH MBA MM MH melalui Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Drs Marsudhi Hanafi SH MHum selaku pengendali tim khusus (timsus) memerintahkan tim gabungan yang dipimpin Wakapolres Muba Kompol Ismail untuk melakukan penangkapan. Tak sia-sia, usai pulang dari jalan-jalan, tersangka dibekuk di teras rumahnya sebelum sempat masuk ke dalam rumah.

Hadi Kusumo diduga kuat melakukan tindak pidana penipuan dalam proses perekrutan CPNS periode 2005-2006 di Kabupaten Pagar Alam senilai Rp2,8 miliar. Tak hanya itu, yang bersangkutan juga diduga penggelapan dana hak tayang televisi di Pemkab Musi Banyuasin (Muba) senilai Rp195 juta, pada tayang Syarnoebi Sahid Cup.

Sumber: Sumeks

Read More..

Pemkab Muba Gandeng IPB

Terkait pengelolaan limbah pohon kelapa sawit yang akan di-replanting, Pemkab Muba menggandeng Institut Pertanian Bogor (IPB). Penandatanganan MoU dilakukan Bupati H Alex Noerdin dengan Rektor IPB Prof Dr Ir Ahmad Ansyori Matcik MSc, Rabu (27/6) di ruang rapat bupati.

Rektor IPB Prof Dr Ir Ahmad Ansyori Matcik MSc mengatakan pada 3 April 2002, pernah dilakukan hal yang sama. Karena sesuatu dan lain hal maka penandatanganan kembali dilakukan.

Disebutkan teknologi pertanian mulai dilirik khususnya dalam mengolah limbah perkebunan pohon sawit yang sudah tua dan akan dilakukan peremajaan. Dengan ilmu pertanian maka batang sawit dapat dimanfaatkan untuk membuat perabotan rumah tangga.

Sumber: Sumeks

Read More..

Wednesday, June 27, 2007

Hutan Suaka Dirambah

Termasuk Hutan Suaka SM Dangko di Musi Banyuasin seluas 4.199 hektar, SM Bentayan di Musi Banyuasin seluas 1.500 hektar

Hutan konservasi suaka margasatwa di Sumatera Selatan terus dirambah hingga mencapai luas ribuan hektar. Kegiatan ilegal yang merusak ekosistem, habitat, dan memicu banjir tersebut, bahkan dilakukan secara besar-besaran oleh perusahaan perkebunan sawit.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel Dwi Setyono di Palembang, akhir pekan lalu, mengatakan, perambahan dilakukan setidaknya oleh tiga perusahaan besar. Perusahaan itu mencuri kesempatan untuk merambah hutan dengan memanfaatkan masalah tapal batas hutan konservasi. Akibatnya, hutan tersebut kini telah berubah menjadi lahan sawit.

Berdasarkan data BKSDA, total luas enam hutan suaka margasatwa di Sumsel mencapai 255.975 hektar. Kini, tak satu pun dari keenamnya yang terbebas dari aksi perambahan, termasuk yang dilakukan masyarakat untuk lahan kopi dan pertanian.

Hutan suaka margasatwa (SM) yang menjadi korban pengusaha antara lain SM Dangko di Musi Banyuasin seluas 4.199 hektar, SM Bentayan di Musi Banyuasin seluas 1.500 hektar, SM Gunung Raya di Ogan Komering Ulu Selatan seluas 30.000 hektar, SM Gumai Pasemah di Lahat seluas 18.000 hektar, SM Iso-iso Pasemah di Lahat dan Muara Enim seluas 1.699 hektar, dan SM Padang Sugihan di Banyuasin dan Ogan Komering Ilir.

Menurut Dwi, perambahan terjadi akibat kesalahan prosedur perizinan dan tata guna lahan yang tidak memerhatikan peta hutan konservasi. Hutan SM yang seharusnya ditumbuhi tanaman heterogen dijadikan lahan sawit yang homogen dan kebun kopi.

Fauna terancam

Beberapa fauna dilindungi yang populasinya terancam akibat perambahan, di antaranya kucing emas (Felis teminicki), harimau (Pantera tigris), kambing hutan (Capricornus sumatrensis), dan tapir (Tapirus indicus).

Meski demikian, kata Dwi, persoalan perambahan hutan itu tidak bisa diselesaikan dalam waktu cepat karena membutuhkan koordinasi antarinstansi.

Kepala Divisi Advokasi Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumsel Anwar Sadat mengatakan, perambahan hutan suaka margasatwa menunjukkan tidak seriusnya pemerintah dalam menjaga kawasan hutan.

"Pemerintah tidak menghentikan perambahan hutan suaka margasatwa sejak awal dan cenderung membiarkan itu sampai meluas. Akibatnya, terjadi eksploitasi besar-besaran di kawasan hutan suaka," katanya.

Sumber: Kompas

Read More..

SBY Respon SMS Warga Muba

Ungkap Sindikat Penyelundupan Baju Bekas

Jangan sungkan menggunakan fasilitas SMS online ke Presiden SBY. Warga Desa Mendis Kecamatan Bayunglencir, Musi Banyuasin, berhasil membantu petugas membongkar sindikat penyelundupan pakaian bekas eks Singapura di Dermaga Merki, Sungai Lalan, Bayunglencir, setelah mengadu ke SBY melalui nomor khusus9949.

Hebatnya lagi, respon atas pengaduan itu hanya dalam waktu singkat, satu hari. Warga Desa Mendis mengirimkan pesan singkat pada Kamis (21/6). Keesokan harinya, Jumat (22/6), Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A3 (KPBC) Palembang berhasil menggagalkan penyelundupan 2.016 bal pakaian bekas yang diduga diimpor secara ilegal ( ballpressed) dari Singapura, seperti diberitakan harian ini kemarin (Sripo 26/6 halaman 17).

Dalam pesan singkat itu, seorang warga yang dirahasiakan identitasnya mengeluhkan lalulintas kapal besar di lingkungan mereka. Aktivitas bongkar muat dirasa mencurigakan dan mengganggu ketenangan warga, terutama mereka yang tinggal di rumah rakit tepian Sungai Lalan. Pesan dikirimkan ke nomor khusus layanan SMS Presiden SBY 9949. Nomor khusus layanan pengaduan mutu layanan aparat itu diaktifkan Presiden SBY pertengahan Juni 2005 lalu. Sebuah tim khusus dibentuk untuk merespon pengaduan dan berada langsung di bawah koordinasi SBY. Sebelumnya, dalam sebuah acara di Jatiluhur, 11 Juni 2005, SBY mengumumkan nomor ponsel 0811109949. Nomor ini langsung overload kerena banjir SMS dari masyarakat.

Menurut Kepala KPBC Palembang, Bambang I Aribasar, pesan dari warga tersebut dilaporkan staf khusus SBY kepada Menteri Keuangan, Sri Mulyani. Selanjutnya diteruskan ke Dirjen Bea dan Cukai Pusat, Kanwil 5 Bea dan Cukai Sumbagsel, dan KPBC Palembang. “Begitu informasi kita peroleh, tim langsung bergerak melakukan penyergapan. Kita berhasil mengamankan satu kapal yang belum dibongkar. Satu kapal lainnya sudah pergi setelah bongkar muat dan kita mengamankan lima truk pengangkut pakaian bekas itu,” kata Bambang, Selasa (26/6).

Pemilik Buron
Berdasarkan keterangan warga, aktivitas penyelundupan itu berlangsung sejak 1,5 bulan lalu dan sebanyak enam unit kapal pernah lego jangkar di Dermaga Merki. Lima kapal lolos, dan satu kapal berhasil ditangkap.Aktivitas itu dicurigai melanggar UU No 17 tahun 2006 tentang Perubahan UU No 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan. Pelaku diancam hukuman penjara 1 tahun - 10 tahun dan denda Rp 50 juta - Rp 50 miliar karena merusak hasil produksi tekstil dalam negeri.

Selain menyita 2.016 bal pakaian bekas, tim penindakan dan penyelidikan (P2) KPBC Palembang, yang dipimpin Garendra, juga mengamankan satu unit Kapal Motor (KM) SriRahayu, lima unit truk tronton, delapan anak buah kapal (ABK), dan sepuluh sopir dan kernet truk untuk penyelidikan lebih lanjut.Sementara nahkoda kapal berhasil meloloskan diri.

Berdasarkan analisa sementara,diperkriakan kapal tersebut berasal dari Singapura yang melakukan transit di sekitar perairan Kepulauan Riau. “Modus penyelundupan yang digunakan adalah dengan memanfaatkan pelabuhan-pelabuhan kecil pada anakanak sungai yang sulit dijangkau melalui darat,” jelas Bambang.

KPBC Palembang belum menaksir harga pakaian bekas selundupan itu. Namun jika dihitung berdasarkan harga pakaian bekas di pasaran Rp 6 juta per bal, diperkirakan nilai uang yang diselundupkan Rp 12 miliar. “Untuk sementara masih penyelidikan. Kita masih mencari siapa pemilik barang dan pemilik kapal. Apabila ada indikasi tindak pidana, maka akan ditingkatkan ke tahap penyidikan,” tegas Bambang.

Sumber: Sripo

Read More..

Tuesday, June 26, 2007

Sapi Kelamin Ganda di Muba

Sapi berkelamin jantan dan betina milik Rejo (62), di Talang Sawit II Desa Gajahmati, Kecamatan Sungaililin, Muba, berniat akan diserahkan kepada Bupati Muba agar dipelihara dengan sebaik-baiknya.

“Saya tidak mengetahui prosedurnya, saya tidak minta ganti apapun,” kata Rejo kepada Wartawan, Kamis pekan lalu. Dia mengakui, sapinya itu sudah banyak yang menawar hingga dengan harga puluhan juta rupiah, namun peserta transmigrasi sejak tahun 1982 ini tidak berniat menjualnya. “Rencananya sapi ini saya serahkan ke Bupati Muba, katanya dia memelihara banyak binatang di rumahnya,” kata Rejo. Sapi warna putih ini anak ke-21 dari 22 ekor dan sudah berusia 3 tahun.

Sumber: Sripo

Read More..

50 Anak Dikhitan Gratis

Sebanyak 50 anak-anak di Kelurahan Serasan Jaya dikhitan gratis, Senin (25/6). Kegiatan ini dalam rangkaian HUT Bhayangkara dan dilaksanakan Polres Muba.Sunatan massal dilaksanakan di rumah dinas kapolres Muba di Lingkungan VII Kelurahan Serasan Jaya bekerja sama dengan paramedis di lingkungan Dinas Kesehatan setempat dan RSUD Sekayu.

Kapolres Muba AKBP Sabaruddin Ginting SIk melalui Wakapolres Kompol Ismail SH yang dibincangi koran ini di sela-sela sunatan massal mengatakan, beragam kegiatan sudah dilaksanakan polres menyambut HUT Bhayangkara ke-61 yang jatuh pada 1 Juli mendatang. Seperti donor darah, anjangsana, lomba siskamling, dan cerdas cermat. Puncak acara dilaksanakan 1 Juli mendatang.

Sebelumnya panitia mendata anak-anak yang kurang mampu di lingkungan VII Kelurahan Serasan Jaya. Selanjutnya orang tuanya diminta mendatangi petugas saat sunatan massal. "Informasi sendiri disebar dari mulut ke mulut," ujar dia.

Sumber: Sumeks

Read More..

Monday, June 25, 2007

INDOPRIX 1 : M Fadli Berjaya

Pembalap DKI Jakarta, M Fadli dan Irwan Ardiansyah (DIY) mengumpulkan poin sama 45 di nomor MP2 Indorprix Seri I 2007 yang berlangsung di Sirkuit Skyland Sekayu, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Minggu (24/6).

Meski memiliki poin sama, Fadli menjadi pemimpin klasemen sementara MP2 Indoprix. Posisi terbaik race 1 dijadikan patokan klasemen jika poin dua atau lebih pembalap sama. Peringkat ketiga dipegang Hendriansyah (DIY) dengan 32 poin.

"Saya mengalami gangguan. Klep motor saya rusak," kata Fadli usai perlombaan. Dia merebut juara race-1 dan posisi kedua race-2. Sementara Irwan menempati urutan kedua race1 dan juara pertama race-2.

"Sebenarnya tidak ada masalah dengan motor. Setelan mesin, ban, dan suspensi, semuanya memuaskan karena sesuai kondisi sirkuit," kata pria berusia 23 tahun yang mencatat waktu tercepat di superpole MP2 dengan 1:26,779 detik ini.

Hal yang menarik, Fadli dan Irwan adalah pembalap dengan status cadangan pada seri perdana Indoprix ini. Keduanya tahun lalu terlempar dari posisi lima besar, baik MP1 maupun MP2, Kejurnas Motorprix yang sebenarnya menjadi salah satu syarat turun di seri Indoprix.

Status Wildcard

Namun karena sedikitnya pembalap yang turun (di MP1 hanya 14 pembalap dan MP2 ada 11 pembalap, Fadli dan Irwan bisa tampil dengan status wildcard.

Sirkuit yang memiliki panjang 2,09 km ini digunakan untuk memlombakan dua kelas unggulan, yakni bebek 110 cc 4-tak tune-up (MP1) dan bebek 125 cc 4-tak tune-up (MP2).

"Sirkuit licin dan sulit. Saya memilih ban intermediate dan ternyata cocok. Sementara lawan-lawan saya menggunakan ban botak (slick)," kata Fadli.

Kejuaraan balap motor road race Indonesia Motoprix (Indoprix) yang diluncurkan Pengurus Besar Ikatan Motor Indonesia (PB IMI) ini akan berlangsung dalam lima putaran sepanjang 2007. Putaran pertama di Sirkuit Skyland Sekayu, dilanjutkan putaran kedua di Sirkuit Kenjeran Surabaya, 22 Juli.

Sirkuit Sentul Bogor akan menjadi tuan rumah putaran ketiga pada 26 Agustus, putaran keempat di PRJ Kemayoran Jakarta (11 November) dan diakhiri di Binuang, Kalimantan Selatan (2 Desember).

Klasemen MP1

1. M Fadli (Suzuki Pertamina/DKI) 50 poin

2. Fitriansyah Kate (Adam Racing Yamaha/Kaltim) 40 poin

3. Hendriansyah (Suzuki Pennzoil) 29 poin

Klasemen MP2

1. M Fadli (Suzuki Pertamina/DKI) 45 poin

2. Irwan Ardiansyah (Suzuki Pennzoil) 45 poin

3. Hendriansyah (Suzuki Pennzoil) 32 poin.

Sumber: indonesianracing.com

Read More..

Sunday, June 24, 2007

Tiga Warga Ditahan Pascabentrok

Berita terkait:
Brimob Tembak Warga

Pascabentrokan antara Brimob dengan warga Dusun Mendis, Desa Kaliberau, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, sudah tiga warga desa ditahan pihak kepolisian. Seorang warga yang ditahan bernama Mustopa, adalah anak Ihwan yang menjadi korban tertembak peluru karet polisi.

Namun, Kepala Polres Musi Banyuasin Ajun Komisaris Besar Sabaruddin Ginting, Kamis (21/6), menjelaskan, Mustopa ditahan dalam perkara penipuan, bukan karena terlibat bentrokan. Mustopa ditangkap karena menjual tanah dan tanaman kelapa sawit yang sebenarnya milik PT Santana Adidaya Pratama (SAP).

"Mustopa menjual tanah dan tanaman sawitnya dengan harga murah, hanya Rp 10 juta setiap dua hektar. Mustopa juga membuat surat-surat fiktif. Orang yang telanjur membeli tanah dari Mustofa akan mempertahankan tanahnya sehingga terjadi bentrokan," kata Sabaruddin.

Menurut Sabaruddin, pada awalnya pembelian tanah warga yang difasilitasi kepala desa tersebut tidak menimbulkan masalah karena tanaman kelapa sawit belum berbuah. Persoalan baru muncul setelah tanaman kelapa sawit itu mulai berbuah. Muncul kelompok-kelompok yang melakukan intimidasi sehingga selama dua tahun tanaman kelapa sawit milik PT SAP tidak bisa dipanen.

"PT SAP kemudian meminta bantuan pengamanan dari Brimob. Anggota Brimob sudah berada di lokasi perkebunan itu selama 20 hari," ujar Sabaruddin.

Sedangkan dua warga lainnya yang ditahan dan dituduh terlibat pengeroyokan terhadap anggota polisi yakni Sugianto dan Armin.

Jumlah warga yang sudah diperiksa sebanyak enam orang. Sabaruddin mengungkapkan, selain kedua orang tersebut, polisi sedang melakukan pengejaran terhadap 15 orang lainnya yang kini melarikan diri. Ke-15 orang tersebut berada di barisan terdepan pada saat terjadi pengeroyokan.

Kedua tersangka, yaitu Sugianto dan Armin, menurut Sabaruddin, adalah korban penipuan Mustopa. Keduanya mempertahankan tanah yang dibeli.

Pelanggaran HAM

Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Palembang Eti Gustina mengatakan, bentrokan itu merupakan pelanggaran hak asasi manusia (HAM), dan LBH minta pelaku penembakan diusut tuntas. Penyelesaian konflik lahan tak harus dengan kekerasan, warga jangan dijadikan obyek tapi diperlakukan sebagai subyek.

"Kami mengecam penggunaan senjata yang justru menimbulkan korban. Padahal, sesuai konstitusi, senjata itu dipakai untuk melindungi dan mengayomi masyarakat," tutur Eti.

Sumber: Kompas

Read More..

Indoprix I Over Target

Seri I Kejurnas Road Race Indoprix yang digelar di Sirkuit Skyland Sekayu mendapat apresiasi luar biasa dari pembalap nasional. Terbukti dari dua kelas yang dipertandingkan yakni kelas MP1 (bebek 110 cc 4 tak tune up seeded) diikuti 31 pembalap dan MP 2 (bebek 125 cc 4 tak tune up seeded) diikuti oleh 15 pembalap.

Bukan hanya itu untuk kelas tambahan kelas lokal Sumsel juga over target. Untuk lokal Sumsel yakni kelas bebek 125 cc 4 tak tune up diikuti sebanyak 31 pembalap Sumsel dan kelas lokal Muba diikuti sebanyak 10 pembalap. Sedangkan total hadiah yang disediakan sebanyak Rp45 juta.

“Alhamdulillah antusiasme pembalap nasional, lokal Sumsel dan lokal Muba sangat tinggi. Jadi jumlah yang akan bertanding sebanyak 87 pembalap. Itu berarti melampui target,” ujar Yusri Effendi, ketua pelaksanaan Kejurnas Indoprix I didampingi oleh Riduan Tumenggung kepada Sumatera Ekspres, kemarin.

Menurut rencana ajang yang baru pertama kali digelar di Indonesia ini akan dibuka langsung oleh Bupati Muba Ir H Alex Noerdin dan juga dihadiri oleh Ketua Umum PP IMI, Juliari Batubara dan akan disiarkan langsung oleh Trans7 hari ini pukul 14.00 WIB.

So, inilah balapan paling panas di Indonesia terutama di Sumsel setelah PON XVI Sumsel 2004 lalu. Pasalnya pembalap terbaik Tanah Air akan bersaing ketat sebut saja dua bersaudara dari Jogjakarta, Hendriansyah dan Irwan Ardiansyah dari Suzuki Pennzoil Hendriansyah Racing Team. Selain itu juga Hokky Krisdianto (Jateng) dan Firman Farera (Sumut).

Sumber: Sumeks

Read More..

Friday, June 22, 2007

35 Bidan Pelatihan pencegahan komplikasi kehamilan

Sebanyak 35 bidan desa dan puskesmas di 11 kecamatan dalam wilayah Muba ikut pelatihan pencegahan komplikasi kehamilan yang dilaksanakan Dinas Kesehatan, Kamis (21/6) di wisma atlet Sekayu. Mereka merupakan perwakilan Puskesmas Jirak, Lumpatan, Sukadamai, Ulak Paceh, Ngulak, Tanjung Kerang, dan Puskesmas Sumber Harum Kecamatan Plakat Tinggi.

Ketua Pelaksana dr Tien Suparmi kepada koran ini di wisma atlet Sekayu, Kamis (21/6) mengatakan, pelatihan merupakan gelombang kedua. Gelombang pertama selain diikuti bidan desa, juga istri camat. Materinya penanganan ibu hamil agar tidak mengalami kesulitan saat melahirkan.

Sumber: Sumeks

Read More..

Thursday, June 21, 2007

Tujuh Perusahaan Merah

Perusahaan itu berlokasi di Banyuasin, Lahat, dan Musi Banyuasin.

Tujuh perusahaan di Sumatera Selatan dimasukkan kategori merah oleh Badan Pengendalian Dampak Lingkungan atau Bapedalda Sumsel karena menghasilkan limbah melebihi ambang batas. Tahun ini ada 47 perusahaan masuk kategori biru, dan hanya satu perusahaan kategori hijau (terbaik).

Kepala Bapedalda Sumsel Amiruddin Masani, Selasa (19/6), di sela peringatan Hari Lingkungan Hidup di Sembawa, Kabupaten Banyuasin, mengatakan, pemberian kategori tersebut berdasarkan tiga parameter, yaitu parameter teknis mengenai cara mengolah limbah, parameter kepatuhan terhadap peraturan, dan parameter kepedulian terhadap masyarakat sekitar.

Ketujuh perusahaan tersebut semuanya bergerak dalam bidang perkebunan, yaitu PT Mardex, PT Melanisia, PT Swasti, PT Guthrie, PT Pinago Utama, PT Minasain, dan PT Eka Jaya. Perusahaan itu berlokasi di Banyuasin, Lahat, dan Musi Banyuasin.

"Bapedalda hanya memberikan penilaian, tetapi kalau tiga kali mendapat nilai merah akan direkomendasikan untuk ditutup," kata Amiruddin.

Menurut Amiruddin, limbah dari perusahaan tersebut mencemari lingkungan sekitar industri, jadi belum terjadi pencemaran berat. Namun, pencemaran sudah melampaui baku mutu.

Namun, beberapa perusahaan dinilai telah berhasil memperbaiki statusnya. "Tahun ini Pertamina UP III Plaju mendapat kategori biru setelah dua tahun berturut-turut mendapat nilai merah. PT Pusri juga mendapat kategori biru. Untuk mendapat kategori hijau tidak mudah, tahun ini hanya PT Tanjung Enim Lestari yang mendapat nilai hijau," ungkap Amiruddin.

Perlu ketegasan

Secara terpisah, Deputi Direktur Walhi Sumsel Rustandi Adriansyah mengungkapkan, sampai saat ini di Sumsel belum dilakukan tindakan tegas terhadap perusahaan-perusahaan yang melakukan pencemaran. Padahal, selain Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang lingkungan hidup, juga terdapat perda tentang lingkungan hidup yang mengatur tentang pencemaran.

"Bapedalda punya kewenangan untuk melakukan pengujian dan pengawasan. Setiap tiga bulan juga diharuskan untuk memublikasikan dan menyosialisasikan hasil pengawasannya. Selama tidak ada ketegasan, persoalan lingkungan tidak akan selesai," ujar Rustandi.

Indonesia, menurut Rustandi, merupakan negara yang standar kelayakan limbahnya paling rendah dibanding negara-negara lain. Perusahaan yang melakukan pencemaran di Indonesia masih dimasukkan kategori baik, karena peraturannya lemah.

Adriansyah mengatakan, berdasarkan pengalaman Walhi Sumsel, penyusunan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) masih merupakan formalitas. Dokumen amdal justru menjadi promosi produk.

"Sama halnya pemberian kategori merah, biru, hijau kepada perusahaan. Sebenarnya sudah merupakan hal yang baik, tetapi sebaiknya berdasarkan kontribusi terhadap masyarakat," ucap Adriansyah.

Sumber: Kompas

Read More..

Indoprix Diramaikan Pembalap Asing

Gelaran road race paling bergengsi, Indoprix, yang akan digelar di Sirkuit Sekayu, Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (23/6) dipastikan akan diramaikan sejumlah pembalap asing.

Ketertarikan pembalap asing lantaran total 32 peserta yang akan ikut pada Indoprix adalah pembalap pilihan di masing-masing kelas dari peringkat 1-3 di setiap region. Tak pelak, gengsi Indoprix dirasakan sangat tinggi.

Dua pembalap asing yang sudah memastikan akan ikut balapan Indoprix adalah Titipong Warokord (Thailand) dan Marco Bunicio (Filipina). Kedua adalah pembalap pabrikan Yamaha di negara masing-masing yang juga hadir di Indoprix dengan sponsor dari Yamaha di negaranya masing-masing.

Sumber:www.indonesianracing.com

Read More..

Wednesday, June 20, 2007

Muba Diselimuti Asap

Pergantian musim yang memasuki kemarau ditandai merebaknya kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Muba dan sekitarnya.

Jarak pandang hingga 600 meter cukup menyulitkan pengendara roda dua dan empat. Pantauan di tiga kecamatan masing-masing Kecamatan Sekayu, Sungai Lilin dan Bayung Lencir menunjukkan tiga hari terakhir menunjukkan kabut asap mulai turun menjelang pukul 05.00 hingga pukul 07.00.

Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Muba Ir Sigit Wibowo mengatakan hutan yang berpotensi kebakaran terjadi di kawasan hutan lindung terutama di lahan gambut yang sulit dijangkau.

Sumber: Sripo

Read More..

Brimob Tembak Warga

Merasa Terdesak dan Diserang Warga saat Amankan Kebun Sawit di Mendis, Bayung Lencir, Muba

Sengketa lahan perkebunan berujung kekerasan kembali terjadi. Setelah di OKI, OKU Timur, kemarin (19/6) giliran terjadi di Dusun Mendis, Desa Kali Berau, Bayung Lencir, Muba. Bentrok antara puluhan warga dan tiga oknum Brimob Polda Sumsel ini, mengakibatkan warga bernama Ikhwan (73) menderita luka tembak di leher kiri, sedangkan salah satu anggota Brimob luka serius setelah dihajar massa.

Bagaimana kronologis kejadian tersebut? Diketahui, tiga anggota Brimob Polda Sumsel itu disewa Siswanto, salah satu pemilik perkebunan kelapa sawit di desa tersebut. Bentrokan berawal dari kedatangan Siswanto bersama tiga anggota Brimob ke kebun sawit yang diklaim milik korban Ikhwan dan warga desa lainnya. Karena siang itu, menurut informasi, korban Ikhwan dan cucunya baru saja memanen buah sawit di kebun miliknya.

Saat pulang dari kebun, korban dan warga lainnya berpapasan dengan Siswanto bersama tiga anggota Brimob. Siswanto bersama anggota Brimob dengan tegas mencegah agar warga tidak memanen buah sawit di kebun miliknya. Karena masing-masing pihak mengklaim bahwa kebun sawit yang siap panen itu miliknya maka cekcok antara kedua belah pihak pun terjadi. Bahkan karena suasana semakin panas, bentrok fisik pun akhirnya terjadi.

Siswanto bersama tiga anggota Brimob yang belum diketahui identitasnya itu merasa terdesak dan akhirnya melepaskan tembakan ke udara. Apesnya tembakan yang dilepaskan itu nyasar ke leher korban. Tak ayal korban Ikhwan langsung roboh. Warga Dusun Mendis lainnya yang mendengar suara tembakan dan mendapati rekannya sudah terkapar langsung mengamuk dan melakukan perlawanan terhadap anggota Brimob tersebut.
Bentrokan pun tidak terhindarkan antara ratusan warga Dusun Mendis dengan tiga anggota Brimob. Salah satu oknum anggota Brimob berhasil digebuki warga dan menderita luka di kepala sebanyak enam jahitan. Sedangkan dua anggota Brimob lainnya berhasil melarikan diri.

Dirawat Intensif di RSMH

Sekitar pukul 23.00 WIB tadi malam, korban Ikhwan tiba di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) RSMH Palembang untuk mendapatkan perawatan medis secara intensif. Rencananya, korban bakal menjalani operasi pengangkatan pecahan peluru yang diduga masih bersarang di leher kirinya.

Putra sulung korban, Mustofa (40) saat dibincangi di ruang UGD mengungkapkan, kejadian bermula saat korban bersama ratusan warga Desa Kali Berau dan sekitarnya mengecek kebun sawitnya sekitar pukul 12.00 WIB. Sesampainya di lokasi kejadian, korban melihat tiga anggota Brimob dan seorang warga sipil yang tidak dikenalnya tengah memanen dan sawit yang diangkut menggunakan seunit mobil Ranger warna putih. Lalu terjadi cekcok mulut antara korban dan ketiga anggota Brimob. Ujungnya salah seorang anggota Brimob mulai memuntahkan peluru dari moncong senapan laras panjangnya ke arah tanah. “Maksudnya hendak mengusir warga,” imbuh Mustofa.

Namun tembakan itu sedikit pun tidak digubris korban, bahkan dengan berani korban melompat maju menghadang si anggota Brimob. “Dak tahu ada berapa butir peluru yang mengenai leher ayah saya itu, sehingga dia roboh bersimbah darah seraya berteriak minta tolong,” ujar Mustofa geram. Kemudian melihat korban roboh, emosi warga kian memanas dan langsung mengejar anggota Brimob yang masih menembakkan senapannya ke segala arah. Seorang anggota Brimob sempat menjadi bulan-bulanan pukulan tangan kosong dan benda tumpul oleh warga yang marah. Namun ketiga anggota Brimob dan seorang warga yang menyertainya berhasil kabur.

Lantas dengan sigap, warga mengevakuasi korban Ikhwan ke Puskesmas Bayung Lencir. Setibanya di puskesmas, warga kembali bertemu dengan tiga anggota Brimob tadi yang juga berobat. “Brimob itu sempat hendak minta maaf, tapi dak kutanggapi. Saya telanjur sakit hati dengan tindakan mereka yang semena-mena. Bahkan Rabu, 6 Juni kemarin, saya pernah melaporkan Brimob-brimob itu ke Propam Polda Sumsel karena kesemena-menaannya,” beber Mustofa. Kemudian lantaran kekurangan peralatan medis, sekitar pukul 13.30 WIB, korban dirujuk ke RSMH Palembang.

Sumber: Sumeks

Read More..

Tuesday, June 19, 2007

Bujang Ranggonang yang Penuh Teladan

Penampilan kesenian grup Musi Banyuasin (Muba) cukup mengesankan. Kali ini, legenda Bumi Serasan Sekate, Bujang Ranggonang diangkat ke permukaan drama di Festival Sriwijaya Ke-16. tidak tanggung-tanggung, personel yang dikerahkan melibatkan 30 personel.Drama yang menarik ini, sukses dibawakan oleh Sanggar Puteri Randik di bawah asuhan Ny Eliza Alex Noerdin.

Legenda ini berawal ketika, Bujang Ranggonang dalam pengembaraan di ranah orang. Perjalanan dalam pencarian jati dirinya ini, banyak ditemukan beberapa permasalahan-permasalahan hidup. Selain melakukan perjalanan panjang ini, tidak lupa Bujang Ranggonang mengasah diri untuk memperdalam ilmu kanuragan yang dimilikinya. Setelah merasa merasa ilmunya sudah mumpuni, Bujang Ranggonang pun kembali mengabdi di desa kelahirannya, Muara Rawas.

Setelah beberapa tahun dinilai cakap dalam memimpin suatu pasukan, akhirnya, Bujang Ranggonang inipun diangkat menjadi panglima di Bumi Serasan Sekate. Nah, dalam kepemimpinan Bujang Ranggonang inilah, Bumi Serasan Sekate menjadi makmur, sejahtera dan aman.

“Kisah yang disampaikan dalam bentuk drama ini mengandung nilai-nilai luhur tentang arti persatuan dan kecintaan Bujang Ranggonang terhadap tanah kelahirannya. Meskipun sudah di dunia luar Bujang Ranggonang telah berhasil, toh dia pun tetap kembali ke desanya untuk mengabdi dan membangun tanah tumpah darahnya,” tegas Dadang Irawan.

Dalam pementasan kemarin malam, tatanan panggung dan Lighting saat pertunjukan cukup menawan. Sebanyak 30 personel dari Sanggar Puteri Randik ini, mampu beri hiburan rakyat Sumsel yang benar-benar mengesankan. Tak heran, penampilannya kali ini, mampu memberikan alternatif hiburan, bahwa kebudayaan asli daerah Muba tidaklah hilang dimakan peradaban dunia yang serba modern ini.

Sumber: Sumeks

Read More..

Biduan Bawa Ekstasi

Tim Reskrim Polres Muba membekuk Yuliana Binti Zaiwan (22) warga Pasar Laut Kelurahan Balai Agung Sekayu, seorang biduan yang membawa esktasi.

Ia tertangkap oleh polisi yang berpakaian preman.Yuliana sempat membuang barang bukti sebelum dikejar Tim Reskrim. Petugas menemukan barang bukti berupa lima butir pil jenis ektasi berlogo ayam jago.

Kapolres Muba AKBP Drs Sabarudin Ginting melalui Kasat Reskrim AKP Wahyu Sri Bintoro, SIK mengatakan pelaku dijerat dengan pasal 59 ayat (1) huruf c, sub pasal 60 ayat (1)huruf c dan sub pasal 62 UU RI Nomor 5 tahun 1997.

Sumber: Sripo

Read More..

Penanaman Padi Terlambat

Hujan yang terus mengguyur wilayah Muba akhir-akhir membuat penanaman padi oleh para petani terlambat. Ini akan berpengaruh pada kualitas gabah.

Pantauan koran ini di Kelurahan Kayuara dan Soak Baru, petani baru memindahkan semaiannya ke sawah dalam seminggu terakhir ini. Itu pun dilakukan secara bertahap dengan menanam padi di petak sawah yang mulai surut airnya. Tidak jarang padi yang disemai sudah keburu tinggi, baru bisa dipindahkan ke sawah.

Syarifuddin, salah satu petani di Kelurahan Kayuara kepada koran ini, Senin (18/6) mengatakan idealnya padi yang sudah disemai dipindahkan ke sawah pada Mei lalu. Tetapi karena hujan yang terus terjadi akhir-akhir ini, sawah bajir. Jadi bibit padi belum bisa dipindahkan.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Muba melalui Kabag Tata Usaha Ir Ahmad Juahir MM kepada koran ini, kemarin di ruang kerjanya membenarkan hal itu. "Keterlambatan menanam padi dampaknya pada kualitas gabah yang dihasilkan karena keburu musim kemarau tiba," tukasnya.

Sumber: Sumeks

Read More..

Muba Juara Bidar HUT Kota Palembang

Setiap Hari Latihan Tiga Jam

Tim pendayung dari kabupaten Musi Banyuasin menjuarai perlombaan bidar Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Palembang yang ke- 1324 di Sungai Musi, Minggu (17/6). Dengan demikian tim tersebut memperoleh piala dari Walikota Palembang, Ir H Eddy Santana Putra, MT dan uang pembinaan sebesar Rp6 juta.

“Kami tidak mempunyai strategi khusus, tetapi kami sudah latihan selama satu bulan. Setiap harinya kami latihan selama tiga jam,” kata Fajar, salah satu tim dari Muba kepada Sripo, Minggu (17/6). Menurutnya waktu start dan finish dari pos Polairud di 32 Ilir ke Dermaga Benteng Kuto Besak (BKB) sudah diperhitungkan. Rata-rata mereka menempuh jarak yang kurang lebih satu kilometer tersebut dengan waktu lima menit.

Teryata pada saat lomba mereka berhasil memecahkan rekor latihan yaitu dua menit 26 detik. Kemudian untuk lomba perahu motor hias kategori luar kota dimenangkan oleh tim dari Kabupaten Ogan Ilir (OI). Dengan demikian OI berhasil memboyong dua piala, pertama sebagai juara pertama lomba perahu motor hias dan juara ketiga lomba bidar.

Sumber: Sripo

Read More..

Bayi tanpa Dinding Perut Lahir di Muba

Bayi tanpa dinding perut (gastrisphischiz) lahir di Desa Mekar Sari, Kecamatan Keluang, Muba. Putri pasangan Syarifuddin (24) dan Evi Hartati (19) tersebut lahir Sabtu (16/6) sekitar pukul 16.00 WIB dibantu dukun beranak, Syakdiah.

Syarifuddin yang dibincangi koran ini di UGD RSUD Sekayu, Sabtu (16/6) pukul 21.00 WIB, tidak menyangka anak pertamanya lahir tak normal. Saat itu, Sabtu dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, istrinya mual seperti akan melahirkan. Dia minta
memanggil Syakdiah untuk membantu persalinan.

Melihat kondisi putrinya, Syarifuddin yang buruh sawit bagian panen di PT Musi Banyuasin Indah (MBI) membawanya ke RSUD Sekayu untuk dapat pertolongan. Dokter dan paramedis di RSUD Sekayu akhirnya merujuk putri Syarifuddin ke rumah sakit di Palembang.

Sumber: Sumeks

Read More..

Kayu Tanpa Dokumen

21 meter kubik kayu yang diduga milik oknum aparat kepergok aparat di kawasan simpang gas Kecamatan Bayung Lencir, Sabtu (16/6). Kayu yang diangkut dengan tiga unit truk ini langsung digelandang ke Mapolres Muba untuk pengusutan lebih lanjut.

Tim gabungan yang melakukan patroli ini mengamankan iring-iringan masing-masing BG 8772 AJ, BE 4630 B dan BG 4755 DB namun setelah diperiksatidak diperoleh dokumen sah sebagaimana dimaksud pasal 50 ayat 2 huruf f dan h jo pasal 78 ayat 5 dan 7 UU RI No. 41/ 1999 tentang kehutanan. “Hari ini kayu temuan dilimpahkan ke Denpom Palembang,” tukas Kapolres Muba melalui Kasat Reskrim AKP Wahyu Sri Bintoro, Sik.

Sumber: Sripo

Read More..

Tak Sesuai Kultur, Pembibitan Sapi Gagal

Menteri Koperasi dan Pembinaan Usaha Kecil Suryadarma Ali mengatakan, dalam memberikan bantuan bibit sapi, selama ini pemerintah tidak memperhatikan kultur dan keinginan warga. Jika kultur warganya tidak biasa beternak sapi maka bantuan yang diberikan tak akan berhasil.Demikian dikatakannya kepada wartawan usai menghadiri istigasah di Ponpes Asshidiqiyah, Minggu (17/6) di Desa Simpang Tungkal, Kecamatan Bayung Lencir, Muba.

Disebutkan, agar sukses beternak sapi harus memenuhi beberapa syarat. Seperti tersedia kandang, pakan, dan kultur masyarakat bersangkutan.

Nah, pengalaman gagal dalam proyek ini, ke depan pihaknya lebih selektif lagi. Daerah yang layak mendapat bantuan hanya dapat 100 ekor per kabupaten/kota setiap tahun.

Dijelaskan, program peternakan sapi dalam negeri akan dilakukan tahun ini juga dengan mengalokasikan anggaran di Depertemen Koperasi. ''Jika tidak bisa dilakukan tahun ini, dilaksanakan 2008," tandasnya.

Menteri menyebutkan, untuk memenuhi kebutuhan daging, Indonesia mengimpor. Jumlahnya mencapai 750 ribu ekor per tahun.Untuk mengatasi ketergantungan kebutuhan sapi impor, sambung Suryadarma, Departemen Koperasi akan menggalakkan peternakan sapi baik yang dilakukan perusahaan maupun pribadi.

Sumber: Sumeks

Read More..

Sunday, June 17, 2007

OKP Muba Datangi DPRD Sumsel

Sebanyak 39 anggota Organisasi Kepemudaan (OKP) di Muba meminta agar DPRD Sumsel menaruh perhatian serius terhadap pembangunan di Musi Banyuasin.

Penilaian mereka, sejumlah proyek pembangunan yang didanai APBD Sumsel dan APBN masih telantar dan belum rampung pengerjaannya.

Dalam pernyataan sikap yang langsung diterima Ketua DPRD Sumsel Zamzami Achmad serta wakilnya, Jumat (15/6), mereka menyebut proyek-proyek tersebut menjadi urat nadi masyarakat Muba. Proyek yang dimaksud adalah pembangunan jalan pendekat ( oprite) Jembatan Teluk di Desa Teluk, Kec Lais, Muba. Berikutnya jembatan Sungai Guci, khususnya ganti rugi terhadap masyarakat yang belum diselesaikan sehingga jalan tersebut belum bisa digunakan. Jalan Sekayu-Musirawas juga dinilai masih terbengkalai.

“Kami meminta anggota DPRD Muba serta anggota DPRD Provinsi Sumsel asal Muba untuk mendesak Pemprov Sumsel menjelaskan program pembangun di Muba tahun 2007,” kata Wakil Ketua KNPI Muba Anwar Hasan yang berbicara atas nama seluruh OKP di Muba.

Menanggapi keluh-kesah dari para OKP tersebut,Zamzami mengatakan akan menindaklanjuti pernyataan sikap. Namun ada hal-hal yang diminta oleh para OKP diluar jangkauan pihak dewan. Pihak dewan mencoba untuk membicarakan dengan gubernur. Meskipun telah dijelaskan tetapi tetap dibutuhkan penjelasan khusus. “Secara kongkret, dewan telah memberikan kontribusi untuk pembangunan Muba melalui penganggaran dalam APBD Sumsel 2007. Tetapi dalam aplikasinya, wallahualam,” katanya.

Sumber: Sripo

Read More..

Pasangan Cabup-Cawabup Pilkada Muba Banding

Setelah menerima putusan resmi Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sekayu yang menyatakan gugatannya terhadap KPUD Kabupaten Muba tidak diterima sesuai dengan persidangan, Selasa (29/5) lalu, pasangan Ahmad Yani, SH, MH dan H Amriadi, SIP yang diusung Gempar Muba dalam pencalonanbupati dan wakil bupati Muba periode 2006-2011 ini akhirnya mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Palembang melalui pengadilan negeri Sekayu.

Banding ini disampaikan pasangan ini melalui tim advokasinya melalui IndahFikri, SH yang diterima panitera Pengadilan Negeri Sekayu Sutrisno, SH, Senin(12/6).

Sekretaris Gempar Muba Bambang Siswanto yang ditemui di Pengadilan Negeri Sekayu saat berlangsungnya sidang tuntutan terhadap mantan pimpinan DPRD Kabupaten Muba, Selasa (12/6) lalu didampingi H Amriadi, SIP membenarkan telah mengajukan banding.

Sumber: Sripo

Read More..

Friday, June 15, 2007

Di Sumsel Semua Sama Tidak Ada yang Dianaktirikan


Berita terkait:
Jangan Anaktirikan Muba

Pulang dari ibadah umroh, rona wajah Gubernur Sumsel Ir Syahrial Oesman berseri-seri. Ia mengaku bahagia bias mencium hajarul aswad. “Alhamdulillah, saya dapat mencium hajarul aswad,” kata Syahrial di sela kunjungannya ke Dekranasda Jakabaring, Kamis (14/6).

Di Tanah Suci Mekkah, Syahrial mengaku memanjatkan doa khusus yakni meminta keselamatan dan kesehatan. “Banyak doa. Doa khusus meminta keselamatan dan sehat terus. Jutaan orang berdoa semua,” katanya.

Selama menunaikan ibadah umrah, diakui Syahrial dirinya terus memantau perkembangan di Sumsel. Suatu kebanggaan baginya bahwa lima kabupaten/kota di Sumsel berhasil meraih Adipura. Ada juga cerita lain termasuk kegundahanbelum meratanya pembangunan di Sumsel.

“Saya hanya menjernihkan saja, mudah-mudahan sikap kita dalam melihat masalah agak dewasa. Jangan langsung. Harus tenang dengan kepala dingin bahwa Sumsel dibangun oleh kita semua dan tidak mudah untuk berdiri sendiri,” kata Syahrial dengan nada prihatin.

Tidak Dianaktirikan
Ditegaskannya, pembangunan yang dilakukan di Sumsel selama ini dilihat sebagai satu wilayah secara keseluruhan. Karena itu, sangat tidak beralasan jika sejumlah elemen masyarakat yang merasa daerahnya dianaktirikan oleh Pemprov Sumsel.

Menjawab pertanyaan wartawan bahwa ada aksi demonstrasi organisasi kepemudaan di Musi Banyuasin yang menganggap Pemprov mendiskriminasikan daerahnya, Syahrial mengungkapkan bahwa hal itu kesalahan informasi.

Selama ini besaran uang yang dialokasikan Pemprov ke Muba cukup besar. Pembangunan jalan tahun jamak dialokasikan sekitar Rp 300 miliar ditambah Rp 150 miliar. Di Sungai Lilin Pemprov membangun Sekolah Menengah Atas, sebelumnya kawasan tersebut tidak memiliki SMA. Begitu pun Sekolah Menengah Pertama diberikan bantuan serta dana rehab.

Sarana kesehatan seperti Puskesmas juga dibantu. Berikut pembangunan dermaga di Sungai Lilin. Pemprov juga sedang mengusulkan agar Muba menjadi tuan rumah cabang olahraga renang dan berkuda pada SEA Games 2011 bersama Ogan Komering Ilir yang menjadi tuan rumah tangkai olahraga ski air dan dayung.

“Mungkin ada salah masukan informasi di lapangan. Saya kira masyarakat Muba tahu,” kata Syahrial bijak. Selama ini menurut Syahrial pembangunan dilakukan di seluruh kabupaten/ kota di Sumsel. Di antaranya pembangunan infrastruktur jalan misalnya dibangun ruas jalan Sekayu- Musi Rawas, Baturaja-Prabumulih serta dermaga di Banyuasin, Ogan Komering Ilir dan Ogan Ilir.

Tidak Ada Pilih Kasih
Dikatakan Syahrial lagi, semua (fasilitas) dibangun. “Tidak ada pilih kasih. Kemampuan dana terbatas dan saya kira bupati, walikota juga terbatas. Tidak mungkin seorang bupatibisa membangun semuanya,” katanya.

Perihal pemekaran Muba menjadi provinsi sendiri seperti yang diwacanakan sejumlah organisasi kepemudaan di Muba, Syahrial tidak bersedia memberi komentar. “Yang jelas pembangunan Sumsel bergeraknya sama.Jangan lihat dari kacamata yang lain. Lihat dulu produktivitas yang harus dibangkitkan,” katanya.

Seraya mengemukakan pembangunan provinsi bukan hal mudah. Harus diingat bahwa pemekaran bukan dilatarbelakangi kepentingan tertentu, melainkan semata untuk kepentingan masyarakat dan pelayanan.

Teluk II Dipercepat
Gubernur Sumsel, Ir Syahrial Oesman didampingi sejumlah kepala dinas di lingkungan Prov Sumsel mengemukakan ketika umrah dirinya sempat mendapat informasi mengenai Jembatan Teluk II di Musi Banyuasin. Pembangunan jembatan pendekat (offrate) Teluk II menurutnya telah dianggarkan

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Prov Sumsel sekitar Rp 10 miliar. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Prov Sumsel, Ir Dharna Dachlan, MM mengemukakan pembangunan terhentinya pembangunan jembatan

Teluk II beberapa waktu lalu disebabkan akses jalan yang seharusnya dibangun kabupaten belum selesai. Sehingga terpaksa kontrak terhenti dan sisa anggaran saat ini masih sekitar Rp 2 miliar. “Sekarang sedang kita lanjutkan lagi pekerjaan dengan dana yang ada. Kita percepat pekerjaan bisa selesai Agustus atau selambatnya September,” katanya.

Kepala Dinas Perhubungan Sumsel, Ir Sarimuda, MT mengemukakan untuk meningkatkan pelayanan jasa angkutan umum di Muba dan Sumsel secara lebih luas maka Dishub Sumsel melakukan perencanaan teknis pembangunan pelabuhan Sungai Lilin pada APBD 2006. Total pembangunan pelabuhan Sungai Lilin tahap I ini sebesar Rp 547.350.000. Melalui APBD Perubahan 2007 juga dilakukan Perencanaan Teknis Pembangunan Terminal Penumpang dan Barang. Sedangkan 2008 dilakukan pembangunan fasilitas darat dan pembangunan terminal penumpang dan barang.

Kepala Dinas Pendidikan Nasional Prov Sumsel, Drs Dwi Priyono, MEd mengemukakan tahun anggaran 2007 satu unit pembangunan gedung SMA di Bayung Lencir dengan total anggaran Rp 1.275.000.000. Selain itu sebanyak 15 SD dan dua SMP mendapat dana rehab masing-masing Rp 385.000.000.

Sementara itu di tahun anggaran 2006 lalu di Muba dibangun satu unit sekolah baru dengan anggaran Rp 450.000.000. Berikut dua ruang kelas baru dan laboratorium SMA masing-masing Rp 420.000.000 dan Rp 600.000.000. Dana rehabilitasi gedung SD sebesar Rp 2,4 miliar dan gedung SMP sebesar Rp 306.000.000. Sedangkan dana alokasi khusus sebesar Rp 2,780 miliar.

Sumber: Sripo

Read More..

Lili Achmadi Cs Dituntut 4 Tahun

Masih ingat kasus dugaan korupsi yang dilakukan empat pimpinan DPRD Muba periode 1999-2004 atas nama Kol Purn Lili Achmadi, ketua DPRD Muba dan tiga wakilnya masing-masing Mustofa Hansaria, Abas Mahdin, dan Zainul Bahri? Sidang perkara koneksitas dengan terdakwa Lili Ahmadi dan Zainul Bahri yang sudah digelar selama hampir satu tahun itu, Kamis (14/6) memasuki agenda tuntutan yang dibacakan empat JPU, Kol CHK Mangsang Manurung SH dari oditur militer dan tiga jaksa Kejari Sekayu masing-masing Muhammad Jeffri SH MHum, Asep Sontani SH CN, dan Yetty Febriandini SH. Sementara dua terdakwa didampingi penasihat hukumnya, Daulat Sihite SH dan Hasanul Arifin SH.

Bertindak selaku majelis dalam perkara tersebut Ketua Pengadilan Negeri Sekayu Syahrul Mahmud SH MH, Enan Sugiarto SH, dan Subchi Eko SH. Tiga panitera Alamsyah SH, Ahmad Hairun SH, dan Yusman Pasha SH. Dalam sidang yang berlangsung sekitar 1,5 jam dengan agenda pembacaan tuntutan setebal 80 halaman dibacakan bergantian oleh empat JPU.

Dalam tuntutannya, JPU mendakwa terdakwa Lili dan Zainul bersama pimpinan lainnya Abas dan Mustofa telah menerbitkan SK Nomor 04/DPRD/2002 dan Nomor 20/DPRD/DPRD/2003 yang isinya untuk mencairkan uang lunsum perjalanan dinas selama dua tahun anggaran. Modusnya uang lunsum perjalanan dinas tersebut dicairkan setiap bulan walaupun 45 wakil rakyat Muba melaksanakan atau tidak perjalanan dinas.

Masing-masing anggota dewan mendapat uang yang seharusnya dicairkan saat melakukan perjalanan dinas maksimal Rp5 juta per anggota dewan. Dalam pelaksanaannya, uang lunsum perjalanan dinas itu dibayarkan setiap bulan tunjangan tetap lainnya. Perbuatan itu menurut JPU melanggar ketentuan perundang-undangan khususnya Keputusan Menteri Keuangan Nomor 07/Kep Menkeu/03/2003 yang mengatur biaya perjalanan dinas PNS, pejabat atau anggota dewan yang harus disertai pertanggungjawaban. "Batas maksimal penggunaan uang negara Rp5 juta bukan berarti diberikan setiap bulan sebagai penghasilan tetap," kata Yetty Febriandini.

Tindakan yang dilakukan pimpinan dewan itu, kata JPU dalam tuntutannya melanggar Undang-Undang Nomor 31 Tahun 99 yang diubah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) KUHP yang menyebabkan kerugian negara.

Secara pribadi empat pimpinan dewan masing-masing menerima uang Rp60 juta bersama anggota dewan lainnya. Total kerugian negara selama dua tahun anggaran Rp5,275 miliar.

Terdakwa Lili Achmadi dan Zainul Bahri dituntut 4 tahun penjara dengan potongan masa tahanan yang sudah dijalani terdakwa. Hasanul Arifin SH kepada wartawan usai persidangan mengatakan akan mengajukan pledoi pada persidangan selanjutnya, 5 Juli mendatang. "Semua fakta yang terungkap di persidangan jadi bahan mengajukan pledoi," katanya.

Sumber:Sumeks

Read More..

Thursday, June 14, 2007

Kendaraan Macet Satu Kilometer Di Desa Muaratelang Bayung lencir Muba

Jalan Lintas Timur Palembang-Jambi macet hingga dua kilometer karena ada lubang jalan amblas. Satu fuso pengangkut tepung beras tujuan Jambi terperangkap di lokasi Desa Muara Telang atau 12 Km dari ibu kota Kecamatan Bayung Lencir Muba, Rabu (13/6).

Informasi yang dihimpun dilapangan, rombongan WakilBupati Muba H Pahri Azhari yang akan menghadiri Haflah Pondok Pesantren Nurul Islam di Desa Muara Telang sempat terjebak macet hingga satu jam.

Satu unit fuso pengangkut tepung beras BE 4046 LP yang berusaha melewati lokasi terjebak jalan amblas sehingga sebagian ban mobil sebelah kanan ini tidak bias berfungsi dan terpendam di lokasi menuju arah Jambi.

Yanto (45) salah seorang sopir truk yang sedang mangkal di salah satu rumah makan kawasan Bayung Lencir yang dihubungi wartawan di lokasi mengatakan kondisi jalan yang sudah mulai berlubang mulai tampak malam hari pukul 22.00. “Lubang ini mulainya kecil tapi kalau terus-terusan diinjak kendaraan berat akan semakin besar dan akhirnya ada yang terperosok,” kata Yanto.

Sumber: Sripo

Read More..

32 Ketua OKP Datangi Dewan

Sebanyak 32 ketua OKP di Muba mendatangi Komisi IV DPRD setempat untuk menyampaikan aspirasinya atas pembangunan yang dilaksanakan Pemprov Sumsel di Muba. Mereka terdiri dari ketua atau sekretaris KNPI, AMPI, FKPPI, GPPI, AMDI, karang taruna, dan organisasi kepemudaan lainnya.

Sebelum bertemu wakil rakyat di Komisi IV DPRD, para perwakilan dari OKP di Muba terlebih dahulu menemui pimpinan dewan yang diterima Ketua DPRD Muba H Sulgani Pakuali dan Wakil Ketua Uzer Effendi. Tujuannya untuk berkonsultasi atas aksi yang dilakukan.

Di Komisi IV DPRD Muba, para perwakilan OKP di Muba itu diterima ketua komisi Branhard, sekretaris komisi Umi Karso dan anggota komisi lainnya. Dalam dialog yang berlangsung selama hampir 1,5 jam dimulai pukul 10.00 WIB, disepakati aspirasi tokoh pemuda itu akan disampaikan ke Pemprov Sumsel.

Ketua DPD KNPI Muba Candra kepada koran ini usai pertemuan, mengatakan aksi yang dilakukan para pengurus OKP di Muba itu untuk menyikapi program pembangunan yang dilaksanakan Pemprov Sumsel di Muba. Seperti penyelesaian oprit pembangunan Jembatan Teluk, Jembatan Sungai Guci, proyek pembangunan Jalan Sekayu-Lubuk Linggau yang sudah memasuki tahun ketiga tetapi belum juga selesai pengerjaannya.

Dampak dari belum selesainya pembangunan Jalan Sekayu-Lubuk Linggau tersebut, sambung Candra, menyebabkan beberapa jalan alternatif yang dibangun Pemkab Muba menjadi rusak. Jalan-jalan tersebut sering digunakan pengemudi truk untuk menghindari jalan provinsi yang sampai sekarang belum selesai pengerjaannya. "Dampak lainnya menyebabkan terhambatnya perekonomian masyarakat," ujarnya.

Candra juga menyesalkan sikap Pemprov Sumsel yang tidak mencantumkan ucapan selamat di surat kabar harian kepada Kota Sekayu yang meraih Piala Adipura bersama empat kabupaten/kota lainnya di Sumsel. Tindakan tersebut bukan kekhilafan melainkan ada unsur kesengajaan dengan tidak mencantumkan Kota Sekayu. "Padahal kontribusi Muba dalam pembangunan di Sumsel sangat besar dengan perimbangan dana bagi hasil migas," pungkasnya.

Sumber: Sumeks

Read More..

4 Aksi unjuk rasa siap macetkan seputaran Monas

Termasuk kasus dugaan korupsi PON XVI di Muba

4 Aksi unjuk rasa akan meramaikan jalan-jalan di seputaran Lapangan Monas pada Kamis (14/6/2007). Anda yang tidak ingin terjebak macet sebaiknya mencari alternatif jalur lain.

Dikutip dari situs TMC Polda Metro Jaya, unjuk rasa pertama yang akan digelar adalah aksi 250 orang dari Partai Buruh Sosial Demokrat dan aliansi 15 Parpol di depan Istana Negara dan Gedung Mahkamah Konstitusi. Aksi ini merupakan bagian dari Pendaftaran Uji Materiil UU 12/2003 Tentang Pemilu terhadap UUD 1945 terkait aturan electoral treshold.

Selain dari aliansi parpol, demo di depan Istana Negara juga akan diramaikan 50 orang mantan pegawai PT Aneka Tambang. Mereka meminta pembayaran kewajiban perusahaan terhadap 335 eks karyawan Pegawai di Pulau Gebe maluku Utara.

Unjuk rasa berikutnya adalah aksi yang dilakukan oleh 100 orang dari Komando Aksi Mahasiswa dan Pemuda Sumsel (KOMPAS), di Kantor KPK Jl Veteran III. Demonstran meminta KPK menuntaskan kasus dugaan korupsi PON XVI yang melibatkan Bupati Musi Banyuasin Alex Noerdin.

Aksi terakhir adalah demonstrasi yang akan digelar oleh Serikat Pekerja PT Dirgantara Paripurna Persada yang menolak tindakan PHK terhadap 49 rekannya karena dinilai tidak sesuai dengan Undang-Undang. Aksi yang akan diikuti 100 orang ini demonstran akan mendatangi Gedung Garuda Indonesia, DPRD DKI Jakarta, dan Kantor Menneg BUMN di Lapangan Banteng.

Sumber: detik

Read More..

Uang Palsu Disinyalir Masih Beredar di Muba

Peredaran uang palsu disinyalir masih beredar dikawasan Musibanyuasin.

Amir Hamzah (47), petani karet warga Desa Ulak Paceh Kecamatan Babattoman Muba tanpa sengaja mendapatkan uang palsu pecahan Rp100 ribu sehingga petani ini tidak bisa membelanjakannya. Diperolehnya upal ini setelah petani ini menjual karetnya dikawasan Desa Mangunjaya Kecamatan Babattoman Jum’at(8/6)lalu.

Parman(26) salah seorang putra pertama Amir ini menjelaskan orang tuanya yang sehari-harinya bekerja sebagai petani karet ini tidak menyadari bahwa setoran uang getah karet yang dijualnya kepada tauke karet di kawasan Desa Mangunjaya ini ternyata palsu.Uang palsu ini baru diketahuinya setibanya di rumahnya dikawasan Desa Ulak Paceh.

Kondisi uang yang diterimanya pecahan Rp 100 ribu yang bergambar Proklamator RI yang gambar-nya sudah lusuh dan nyaris tidak terlihat lagi sedangkan plastik yang gambarnya sudah kusam dan pudar dan hanya menyisakan plastic saja,”tukas Parman.

Sumber: Sripo

Read More..

Wednesday, June 13, 2007

Bupati Muba akan berangkatkan Pasukan Kuning Umroh

Pasukan Kuning memilih perhati-kan kesejahteraannya
Sebanyak 195 petugas kebersihan kota Sekayu yang sering disebut pasukan kuning mendapat penghargaan khusus dari bupati Muba atas prestasi diraihnya Adipura untuk diberangkatkan umroh melalui beberapa tahapan.

Namun sebagian besar pasukan ini lebih memilih agar Bupati Muba memperhatikan kesejahteraan mereka. Penyerahan Pala Adipura ketiga yang diterima Sekayu sebagai kota kecil terbersih dan teduh ini berlangsung meriah yang sebelumnya telah diserahkan Presiden RI 5 Juni 2007 lalu di Istana Negara Jakarta.

Setibanya di Sekayu, Senin (11/6) pukul 13.00 Piala ini langsung diarak keliling kota Sekayu melalui konvoi kendaraan roda empat dan ratusan tukang ojek. Pawai kendaraan ini melalui jalan-jalan umum kota Sekayu dan masyarakat melampaikan tangannya menyambut suka cita piala kebanggaan ini.

Setibanya di Stable berkuda piala ini lalu diberikan kepada Bapedalda Kabupaten Muba Drs H Faisol Andayasa, MSi lalu dibawa pasukan pengibar bendera sebelum diserahkan kepada Bupati Muba H Alex Noerdin.

Sumber: Sripo

Read More..

Tuesday, June 12, 2007

Ispa Mulai Mewabah

Wilayah Musi Banyuasin yang sebagian besar dikelilingi rawa menjadi daerah potensial penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD). Satu pekan terakhir hujan yang terus mengguyur wilayah Muba, dan peralihan musim menjadi potensi baru menggejalanya penyakit demam berdarah dengue, ISPAdan diare.

Data yang dihimpun pada Dinas Kesehatan Muba, tiga bulan terakhir kasus DBD yang dirujuk ke RSUD Sekayu mencapai 29 kasus, terdiri dari kasus yang dirujuk ke Puskesmas 3 kasus, sedangkan yang meninggal dunia di rumah sakit 2 kasus.

“Penderita DBD ini sebagian besar anak-anak yang mencapai 29 orang dan 5 dewasa. Februari hingga April penderita DBD mengalami penurunan setelah terdeteksi 22 kasus pada anak-anak dan satu pria dewasa,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muba,dr Hj Asmarani Ma’mun, MKes.

Kadinkes yang dikonfirmasi melalui Kasubdin PPL dr Taufik Rusdi, Mkes menjelaskan, setelah penanganan dan penanggulangan kasus DBD, kini pihaknya fokus menangani kasus ISPA dan diare yang diperkirakan mewabah saat pancaroba ini. “Kami sudah menggalakkan penyuluhan tentang pencegahan dan penanganan ISPA dan diare,” katanya.

Sumber: Sripo

Read More..

Monday, June 11, 2007

Pemkab MUBA dan Singapura Bangun sarana MCK ( Mandi Cuci Kakus )

Sekayu yang sejak lima tahun lalu terus mempercantik diri kini melopori sarana umum berupa sarana mandi, cuci, kakus (MCK) sesuai standar kesehatan WHO.

Komplek bangunan seluas 150 m2 ini memiliki empat wc, empat tempat cuci dan empat kamar mandi yang masing-masing dibedakan untuk kaum laki-laki dan perempuan. Dua MCK yang akan dibangun ini berada di Kecamatan Babat Toman dan Muara Teladan, Sekayu.

Selain higienis keduanya dirancang cukup air, bersih, kering dan nyaman. Bahkan para warga lansia dan orang cacat dibuatkan tempat khusus. Pembangunan MCK Umum percontohan yang dibangun antara Lien Aid dan Pemerintah Kabupaten MUSI BANYUASIN ini dikuatkan melalui kerja sama tertulis.

Penandatanganan kerja sama (MoU) dilakukan Rabu, (18/4) di Ruang Rapat Bupat. Penekanan kesepakatan dilakukan oleh petinggi masing-masing institusi yakni Hassan Ahmad, Chief Executive Lien Aid, Singapura dan Alex Noerdin, Bupati MUBA.

Sumber: muba.go.id

Read More..

Sunday, June 10, 2007

Program Syahrial Unggul

Berita terkait:
Alex Siap Rebut Sumsel-1

Bagaimana dengan Ir Syahrial Oesman? Dia saat ini sedang menjalankan ibadah umrah di Mekah. “Pak Gubernur sedang umrah,” kata Kepala Biro Humas Sumsel, Drs H Faruk Bahri. Namun pada setiap kesempatan, dia berkunjung ke daerah-daerah, tokoh-tokoh agama dan politik, paguyupan, bupati, aparat-aparat daerah, desa, sering mengutarakan keinginan agar dia tetap mencalonkan diri menjadi gubernur lagi.Mereka juga siap menyukseskan.

Sedangkan pernyataan Alex Noerdin siap maju pada pemilihan Gubernur 2008 mendatang, mendapat tanggapan beragam dari petinggi partai politik lainnya. Menurut Darwin Azhar, wakil ketua DPD PDI Perjuangan Sumsel Bidang Politik dan Pemenangan Pemilu mengatakan, siapa pun berhak mencalonkan diri menjadi kepala daerah.
PDI Perjuangan sudah punya calon? “Sampai saat ini PDI Perjuangan belum mencalonkan siapa-siapa, karena proses pencalonan PDI Perjuangan melalui beberapa tahapan. Antara lain, melalui rakerdasus (rapat kerja daerah khusus), yang nantinya diteruskan kepada DPP PDI Perjuangan,” katanya menjelaskan.

Bagaimana dengan Ir Syahrial Oesman, yang kini jadi gubernur Sumsel? “Saya kira kami belum memutuskan, begitu juga Pak Syahrial Oesman belum melamar PDI Perjuangan. Tapi, Pak Syahrial Oesman itu termasuk unggul. Program Lumbung Pangan dan Lumbung Energi yang dia lontarkan merupakan program jitu yang tidak bisa dilakukan hanya dalam satu dua tahun, tetapi akan berpengaruh pada beberapa tahun ke depan bahkan puluhan tahun. Beliau itu tipe pemimpin yang visioner dan konsekuen,” ujar Darwin tertawa kecil.

Terpisah, Ketua DPW PPP Sumsel, Drs H Ibnu Hajar Dewantara mengatakan, PPP akan memberikan kesempatan kepada putra terbaik Sumsel, siapapun untuk mempersiapkan diri menuju Sumsel 1. “Sampai saat ini, kita melihat keberhasilan Syahrial Oesman MM dalam membangun Sumsel. PPP sangat mendukung prestasi tersebut. Pendapat ini ialah hasil kajian dari DPW PPP Sumsel yang digelar dalam bentuk rapat pimpinan (rapim) dua bulan yang lalu,” kata Ibnu tadi malam.

Sumber: Sumeks

Read More..

Alex Siap Rebut Sumsel-1

Pemilukada gubernur baru akan dilaksanakan 2008 mendatang. Tapi, beberapa kandidat secara terang-terangan akan ikut bertarung memperebutkan kursi Sumsel-1. Salah satunya Bupati Musi Banyuasin Ir Alex Noerdin.

Di hadapan ribuan kader dan simpatisan Partai Golkar, Alex menegaskan siap maju dalam Pemilukada Gubernur Sumsel 2008. “Saya siap maju pada Pemilukada Gubernur Sumsel 2008 nanti,” ujar Alex pada pidato politiknya dalam rangka membuka acara Diklat Pengkaderan Partai Golkar OI yang berlangsung di di halaman Sekretariat Partai Golkar Kabupaten OI, kemarin (8/6).

Hadir dalam acara acara tersebut di antaranya Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten OI Ir H Mawardi Yahya, Sekretaris Partai Golkar Drs Iklim Cahya MM, serta Ketua Panitia Pelaksana Drs Ahmad Yani.

Menurut Alex, untuk maju dalam Pemilukada mendatang, dirinya telah menyiapkan berbagai program untuk memperlancar proses perjalanan politiknya. “Tidak cukup dengan membuat kalender, spanduk, baleho, tapi program nyata yang langsung menyentuh masyarakat,” tegasnya.

Untuk itu, lanjut Bupati Muba ini berharap agar para kader Partai Golkar siap memenangkan pertarungan untuk menaikkan citra. Selain juga memenangkan pemilukada Kabupaten dan Kota di Sumsel yang diadakan secara berurutan. “Apakah saudara sebagai kader Golkar siap memenangkan 8 pilkada Kabupaten dan Kota di Sumsel?” tanya Alex yang disambut teriakan siap dari para kader dan simpatisannya.

Lebh jauh Alex menyatakan, belajar dari pengalaman, banyak partai besar yang akhirnya menjadi partai kecil karena ditinggalkan konstituennya. Tapi dilain pihak, ada partai kecil yang tidak diperhitungkan justru menjadi partai besar. Untuk itu, Alex minta kepada semua anggota DPRD yang berasal dari Partai Golkar untuk tidak melupakan konstituennya yang telah memilihnya untuk duduk di kursi terhormat.
“Ingatlah kepada masyarakat yang telah memilihmu, jangan dijadikan aji mumpung. Kalau itu dilakukan oleh para anggota DPRD dari Fraksi Golkar, saya yakin masyarakat tidak akan memilihnya kembali,” pungkasnya.

Sumber: Sumeks

Read More..

Jalan Provinsi di Muba Rusak Parah

Sejumlah ruas jalan di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) yang berstatus sebagai jalan provinsi kini dalam keadaan rusak parah. Kerusakan yang dikeluhkan pengguna jalan terjadi pada ruas jalan provinsi antara Sekayu (ibu kota Kabupaten Muba) - Lubuklinggau (Kabupaten Musi Rawas), antara Betung - Sekayu serta ruas jalan negara antara Sungai Lilin - Bayung Lencir.

Beberapa pengemudi yang ditemui di Sekayu, mengatakan kerusakan jalan tersebut amat mengganggu dan berbahaya bagi transportasi angkutan barang atau penumpang yang melewati Sekayu menuju Lubuklinggau.

''Akibat jalan rusak kami tidak hanya rugi waktu, tetapi juga rugi ongkos untuk membeli bensin. Jarak Sekayu - Mangunjaya yang biasanya ditempuh dalam waktu dua jam, sekarang ditempuh dengan waktu empat jam,'' kata Ahmadi, Kamis (7/5).

Kerusakan ruas jalan provinsi di wilayah Kabupaten Muba selain jalan penuh lumpur juga ditemukan lubang dan aspal yang sudah mengelupas dengan kedalaman 10 cm sampai 40 cm. ''Kalau jalan dari Sekayu ke Babattoman kami harus ekstra hati-hati kalau tidak ingin terjebak di jalan berlubang,'' ujar Harun pengemudi kendaraan pembawa sembako.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Muba Herri Amalindo yang dihubungi terpisah mengatakan, saat ini pada bagian jalan yang rusak Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) tengah mengerjakan perbaikan pada ruas Sekayu - Babattoman - Lubuklinggau.

''Perbaikan jalan provinsi tersebut dilakukan melalui anggaran tahun jamak 2005 - 2007. Perbaikan ruas Sekayu-Babattoman sepanjang 40 km sudah sudah dimulai tahun 2005. Ruas jalan yang telah dikerjakan perbaikannya sekitar 20 km, sisanya baru berupa pengerasan dengan batu krokos dan kini sudah berlubang,'' katanya.

Selain kerusakan ruas jalan provinsi, Heri juga mengungkapkan belum selesainya jalan pendekat ke jembatan Teluk II di Kecamatan Lais. ''Sampai sekarang proyek jalan pendekat atau (oprit) ini belum selesai, sementara jembatan Teluk II yang dibangun dengan biaya APBD Kabupaten Muba sudah selesai sejak September 2006. Sedangkan jembatan Teluk I selain usia sudah tua dan kondisi sudah mengkhawatirkan. Pada akhir Mei lalu, sebagian badan jalan di jembatan itu amblas.''

Adanya kondisi infrastruktur yang rusak parah dan pembangunan jalan pendekat yang tak kunjung selesai di daerahnya, Bupati Muba Alex Noerdin, sempat berang. Jembatan yang seharusnya sudah bisa digunakan sejak September 2006 lalu tertunda sampai kini karena jalan pendekat ke arah jembatan belum selesai.

''Pemerintah Kabupaten Muba hanya meminta pemerintah provinsi melaksanakan kewajibannya saja, tidak lebih. Terutama kewajiban menyangkut pembangunan jalan ke jembatan Teluk II,'' kata Alex Noerdin.

Sumber: Republika

Read More..

Muba Ajukan 1300 CPNS

Kabupaten Muba mengajukan sekitar 1300 kursi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2007 melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Jumlah ini bila disetujui akan mengisi formasi 70 persen tenaga teknis dan 30 persen tenaga strategis dan administrasi di jajaran Pemkab Muba. “Jumlah yang diajukan ini masih akan disetujui oleh BKN, dan penerimaan CPNS diperkirakan Juli-Agustus 2007, sedangkan untuk formasi umum diperkirakan mulai Oktober 2007,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Diklat Kabupaten Muba, Drs Muzakir, MM, Jum’at (8/6). Dari formasi yang diajukan 1300 kursi ini diharapkan mampu menampung honorer yang jumlahnya tinggal 1323 orang.

Sumber: Sripo

Read More..

Friday, June 8, 2007

Tubuh Pedagang Dicabik

Tangan Kanan Terpisah

Warga Desa Purwosari khususnya yang berada di kawasan perkebunan Village I Kecamatan Lais Muba digemparkan dengan terbunuhnya Ahlil Bin Awi (50), warga Desa Sungai Guci Kecamatan Lais, dengan kondisi mengenaskan. Korban tewas dengan bagian tubuh tercabik-cabik dan tangankanannya putus.

Informasi yang dihimpun, pembunuhan sadis ini diduga dilatarbelakangi dendam. Beberapa wargayang mengantar mayat korban ke IGD RSUD Sekayu mengakui, Ahlil yang sehari-harinya berjualan kerupuk ini melintas dengan motor Smash yang baru dibelinya secara kredit. Setiba di jalan poros Desa Purwosari menuju Village I Betung, Kamis (7/6) pukul 13.30, korban diduga dihadang pelaku yang oleh kepolisian teridentifikasi berinisial Zu (25). Rumah pelaku yang berjarak sekitar 10 meter dari
lokasi kejadian ini sangat memudahkan Zu menghabisi Ahlil yang sedang mengendarai motor. Pelaku yang diduga menggunakan sebilah parang ini langsung menyerang dengan mencabik-cabik tubuh korban hingga memutuskan lengan kanannya dari badan. Selain itu bagian kaki kanan korban nyaris putus terkena sabetan parang. Korban tewas ditempat dan mayatnya dievakuasi penduduk sekitar ke RSUD Sekayu.

Muis (48) adik kandung korban menuturkan, Ahlil kesehariannya tidak memiliki musuh dan baik dengan sesama warga Desa Sungai Guci. Korban baru saja pindah dari rumah dan usaha pembuatan kerupuk di Betung, dan baru sekitar tiga bulan memulai usaha baru di Sungai Guci.

Sementara Asri (42) keluarga korban mengaku, pembunuhan itu dilatarbelakangi dendam. “Ini pembunuhan berencana, jelas ada dendam pribadi, lihat saja rumah pelaku tidak sampai 10 meter dari tempat kejadian,” kata Amri dengan nada geram.

Kapolres Muba, AKBP Drs Sabarudin Ginting yang dikonfirmasi melalui Kapolsek Lais Iptu Joserizal menjelaskan, pihaknya telah mengindentifikasi identitas pelaku. “Pelaku kabur ke dalam hutan, dan saat ini masih diburu,” kata Iptu Joserizal.

Sumber: Sripo

Read More..

60 Jemaah Umroh Tiba

Sebanyak 60 orang veteran asal Kabupaten Musi Banyuasin yang menunaikan ibadah umroh ke Tanah Suci Mekkah, tiba kembali di Tanah Air.Rombongan veteran yang berangkat umroh tanggal 29 Mei 2007 lalu atas biaya Pemkab Muba ini tiba di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Kamis (7/6) disambut oleh Wakil Bupati Muba, H Pahri Azhari.

Para jemaah nampak terse-nyum bahagia ketika disalami satu persatu oleh Wabup H Pahri Azhari. Menurut Kabag Humas Pemkab Muba, Herryandi Sinulingga, AP, Ke-60 jemaah kembali dalam keadaan sehat dan merasa sangat gembira dengan keberangkatkan mereka ke Tanah Suci Mekkah secara gratis oleh Pemkab Muba.

Sumber: Sripo

Read More..

Ribuan Ton Benih Disiapkan

Hama Keong Emas Meluas

Pemkab Muba melalui Program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) Tahun 2007 telah menyiapkan 621.950 kilogram benih padi untuk kebutuhan lahan seluas 24.878 hektare. Selain itu bantuan benih gratis bagi petani ini disediakan pula untuk tanaman Jagung Hibrida seluas 2961 hektare dengan benih jagung sebanyak 4421 Kg.

“Sedangkan jagung komposit seluas 279 hektare dengan bantuan benih 8384 Kg, dan program pemberian bantuan kedelai seluas 185 hektare dengan benih sebanyak benih 7400 Kg,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Muba, Ir Hj Nelly Rasdiana, MSi, Rabu (6/6).

Informasi yang dihimpun, benih padi lebak umumnya difokuskan untuk petani di Kecamatan Lais, Sekayu, dan Kecamatan Sangadesa. Sedangkan bantuan bibit jagung diprioritaskan dalam kawasan Bayung Lencir, Kecamatan Lalan, dan Sungai Lilin.

Hama Keong Emas
Sementara itu hingga Rabu (6/6), serangan hama keong emas semakin meluas di kawasan Kayuara dan sekitarnya. Ribuan bangkai keong dan telur terhampar di permukaan tanah dan batang padi dan sisa-sisa bongkah kayu. Namun Rabu (6/6), petugas lapangan mencoba mengantisipasi hama keong ini dengan memberikan insektisida namun jumlahnya terbatas, sehingga tidak mampu membasmi secara menyeluruh hama keong yang jumlahnya diperkirakan mencapai puluhan ribu dan terus berkembang biak.

Sumber: Sripo

Read More..

Jembatan Teluk II Tuntas September

Berita Terkait:
Jangan Anaktirikan Muba


Proyek pembangunan jembatan Teluk II yang sempat membuat gundah Bupati Musi Banyuasin, Ir H Alex Noerdin SH seperti diberitakan harian ini (Sripo , 6/6) ditargetkan selambatnya rampung akhir September. Hal ini dikemukakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Sumsel, Ir H Dharna Dachlan, MM, Rabu (6/6).

Dharna yang dihubungi via ponselnya mengemukakan pembangunan badan jembatan memang merupakan tanggung jawab Pemkab Muba. Sedangkan jembatan pendekat (oprit) menjadi tanggung jawab Pemprov Sumsel. Pengerjaan oprit ini selama dua tahun anggaran dengan dana lebih dari Rp 2 miliar.

Pembangunan oprit ke arah Sekayu menurut Dharna terlambat dikerjakan karena Pemkab setempat belum melebarkan jalan yang menjadi akses transportasi. Sehingga jika dipaksakan dibangun oprit maka transportasi akan terhambat.

Sementara itu pelebaran jalan ke arah Palembang sudah dikerjakan, otomatis oprit sisi ini yang didahulukan. “Kita sudah bicarakan masalah ini dengan Dinas PU Muba, dan mereka sudah tahu. Justru dari dulu kita yang meminta agar pembangunan ini cepat diselesaikan,” kata Dharna yang dihubungi masih berada di Jakarta.

Selain jembatan Teluk II, Pemprov juga membangun dua jembatan yang dananya berasal dari APBD Provinsi. Kedua jembatan itu adalah Air Guci senilai Rp 1,6 miliar dan Gunung Mas senilai Rp 1,4 miliar. Jembatan Air Guci sudah rampung dibangun 2006 lalu dan Gunung Mas ditargetkan 2007 bisa rampung.

Tahun Jamak
Lebih lanjut Dharna Dachlan mengemukakan pembangunan jalan Negara Sekayu sampai Mangun Jaya dan batas Muba terdiri dari dua paket. Paket Sekayu- Mangun Jaya dananya sekitar Rp 81,772 miliar dan paket Mangun Jaya- Batas Muba dananya sekitar Rp 86,570 miliar.

Proyek ini menurut Dharna didanai APBD provinsi dua tahun anggaran 2006- 2007. Proses pembayaran tiga tahun anggaran, atau baru selesai di tahun anggaran 2008. “Namanya proyek tahun jamak jadi sekarang masih kita kerjakan. Pastinya akhir tahun anggaran selesai,” kata Dharna.

Sejauh ini menurut Dharna tidak ada perbedaan perlakuan yang diberikan Pemprov Sumsel terhadap kabupaten/kota. Dan Pemprov juga mengetahui kewajibannya yang harus dipenuhi terhadap kabupaten/kota.

Terpisah beberapa pemuda dari Aliansi Pergerakan Pemuda Muba (AP2M) pukul 15.00 mendatangi redaksi Sripo. Melalui juru bicaranya Endang Hernadi, mereka mendukung sikap Alex Noerdin terhadap proses pembangunan jembatan teluk II yang tidak kunjung tuntas. Padahal, jembatan baru tersebut sangat dibutuhkan mengingat jembatan Teluk yang ada saat ini kondisinya memprihatinkan. “Apa yang disuarakan Alex Noerdin sesuai dengan aspirasi rakyat karena rakyat yang menggunakan jembatan itu,” katanya. Endang pun berharap Pemprop Sumsel khususnya Dinas PU Bina Marga menyikapi sikap tegas Alex Noerdin tersebut secara profesional dan tidak menilai sebagai sikap perlawanan terbuka antara kabupaten dengan propinsi. “Badan jembatan Teluk yang lama sudah dua kali amblas. Dampaknya luar biasa, dan rakyat yang dirugikan karena arus lalu lintas ditutup sehingga setengahnya Sekayu dan beberapa kecamatan lainnya terisolir.

Jika tidak segera dituntas pembangunan jembatan Teluk II, kami khawatir jembatan Teluk yang lama akan roboh jika kembali amblas ketiga kalinya,” katanya, seraya mengatakan, aspirasi serupa akan disampaikan AP-2M ke kepala Dinas PU Bina Marga, DPRD Sumsel dan Instansi terkait.

Sumber: Sripo

Read More..

Muba Terima Rp 735 Miliar, Bagi Hasil Migas 2006

Berita Terkait:
Jangan Anaktirikan Muba


Sebagai penghasil minyak dan gas, kabupaten Musi Banyuasin menerima sekitar Rp 735,833 miliar dari bagi hasil sumber daya alam minyak dan gas. Penerimaan ini terdiri dari minyak sekitar Rp 354,378 miliar dan gas sekitar Rp 381,476 miliar.

Kepala Dinas Pertambangan dan Pengembangan Energi Prov Sumsel, Ir H Nono Suratno melalui Kepala Seksi Jasa Penunjang dan Pengawasan BBM, Ir Dwi Kusumantoro, MSi mengemukakan alokasi bagi hasil migas yang diterima Muba terbesar dibandingkan kabupaten/kota lain di Sumsel.

Hal ini cukup dimaklumi karena Muba memang penghasil migas terbesar di Sumsel. Selama 2006 lalu realisasi produksi minyak bumi di Muba sebanyak 16,022 juta barrel. Sementara gas terdiri dari natural gas sebanyak 201,593 juga British Thermal Unit (BTU) dan elpiji sebanyak 36,758 juta ton.

Prosedur bagi hasil migas ini menurut Dwi mengacu pada Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah. Di dalam UU tersebut memuat bahwa total net penerimaan Negara dari suatu usaha migas adalah 85 persen sedangkan 15 persen untuk kontraktor pengelola. “Yang dimaksud penerimaan net itu adalah penerimaan sesuai hasil produksi dikurangi cost r ecovery, biaya lain dan pajak,” kata Dwi ditemui di ruang kerjanya, Rabu (6/6).

Setelah besaran 85 persen yang diterima pemerintah inilah selanjutnya yang dibagi lagi. Rincian 85 persen pemerintah pusat dan 15 persen pemerintah daerah. Dari 15 persen yang diterima pemda ini kembali dibagi yakni kabupaten/kota penghasil (6 persen), pemerintah provinsi (3 persen) dan sisanya kabupaten/ kota tetangga (6 persen).

Bagi Hasil Gas
Lain halnya dengan gas. Bagi hasil gas yang diterima pemerintah pusat 70 persen dan sisanya 30 persen dikembalikan ke daerah. Alokasi 30 persen dibagi lagi untuk kabupaten/kota penghasil (12 persen), pemprov (6 persen) dan kabupaten/ kota tetangga (12 persen). “Seperti itu aturannya.

Kalau ada yang ingin diubah mungkin aturannya dulu yang harus diubah,” kata Dwi. Dia juga mengemukakan sebanyak delapan daerah di Sumsel terdata sebagai penghasil migas dengan besar produksi bervariasi.

Selain Muba, tujuh daerah adalah Lahat, Muara Enim, Prabumulih, Banyuasin, Musirawas, Ogan Komering Ilir dan Ogan Komering Ulu.

Sedangkan bagi hasil diterima 14 kabupaten juga pemerintah provinsi. Daerah non penghasil migas juga menerima bagi hasil. Di antaranya OKU Selatan, OKU Timur, Lubuk Linggau, Pagaralam dan Palembang yang masing-masing mendapatkan Rp 35,542 miliar untuk minyak dan Rp 30,406 miliar untuk gas.

Penerimaan Pemprov dari bagi hasil minyak di tahun 2006 sebesar Rp 231,- 026 miliar dan gas 197,641 miliar. Total bagi hasil migas yang diterima Sumsel selama 2006 sekitar Rp 11,037 triliun. Terdiri dari minyak sekitar Rp 115,513 miliar dan gas sekitar Rp 988,205 miliar.

Sumber: Sripo

Read More..

Thursday, June 7, 2007

Jangan Anaktirikan Muba

ADA sesuatu yang menyentak hati Bupati Muba H Alex Noerdin. Seakan-akan ia ingin melampiaskan sesuatu yang sudah lama terpendam dalam pikirannya. Ia berkata,” Muba ini seperti dianaktirikan oleh Pemerintah Provinsi.Padahal, Muba merupakan kabupaten paling besar sumbangannya dari pembagian hasil minyak dan gas kepada Pemprov Sumsel,” ujarnya kepada wartawan, Senin (5/6).

Ungkapan ketidakpuasan itu disampaikan Alex kepada Pempov Sumsel yang menurut penilainya berlaku tidak adil. “Pada tahun 2006, Pemprov mendapatkan Rp 367 M dari bagi hasil migas asal Muba, Pusat mendapatkan 10,5 T. Dan selama 2002 hingga 2006, total Pemprov Sumsel mendapatkan dana segar sekitar Rp 1 triliun 80 miliar. Tetapi apa kontribusi pempov terhadap Muba,” gugat Alex.

Bagi hasil migas dari Muba yang 85 persen untuk Pusat, 15 persennya kemudian dibagi lagi dengan rincian 6 persen untuk Muba, 3 persen untuk Pemprov dan 6 persen untuk kabupaten/ kota di Sumsel. “Kami hanya meminta Pemprov melaksanakan kewajibannya saja, tidak lebih. Terutama kewajiban menyangkut pembangunan jembatan Teluk II dan jalan Sekayu Babattoman sepanjang 40 Km yang sudah dua tahun anggaran belum juga selesai. Padahal, dua proyek itu seharusnya sudah selesai pada tahun 2006 lalu. Jadi, ini menjadi bukti bahwa Muba diperlakukan Pemprov secara tidak adil,” paparnya. “Jadi kami, Muba ini seperti dianaktirikan saja. Seharusnya, ayam bertelur emas ini dipelihara dengan baik, diperhatikan, kandangnya dibagusi, diprioritaskanlah,” kata Alex memberi ibarat.

Bupati yang mahir menembak ini terlihat berapiapi ketika memulai pembicaraan mengenai kondisi jembatan Teluk I yang memprihatinkan, dan sempat putus gara-gara ada bagian ruas jalan yang jeblok dan mengakibatkan kemacetan hampir 4 km bulan lalu. Padahal, itu satu satunya jalan dari Betung ke Sekayu dan sebaliknya.

Begitu juga Jembatan Teluk II yang menjadi alternatif, belum juga selesai hingga kemarin. “Memang jembatan ini menjadi ganjalan saya sejak lama. Soalnya, jembatan ini seyogyanya sudah selesai pada September 2006 sebagai pengganti jembatan Teluk I yang sudah tua dan tidak laik lagi. Namun kenyataannya pembangunannya molor hingga sekarang. Padahal, Pemkab Muba sudah menyelesaikan pembangunan badan jembatan sepanjang 214 m dan lebar 10 m sebesar Rp 47,5 miliar. Tetapi justru yang belum itu adalah pembangunan jembatan pendekat (oprit) yang menjadi kewajiban Pemprov yang yang terletak ke arah Sekayu sepanjang 200 M. Sedangkan pendekat yang ke arah Palembang sudah selesai. Ada apa ini, kenapa harus ditunda-tunda penyelesaiannya,” tegas Bupati yang terpilih untuk kedua kalinya pada Desember lalu.

Jembatan pendekat ruas kiri-kanan proyek Bina Marga Sumsel itu senilai Rp 8 M seyogyanya sudah selesai September tahun lalu. Namun sempat terhenti, dan pengerjaan oleh PT Candratex melalui PT Tridaya Sakti itu sekarang baru dimulai kembali. “Kita masih memberi waktu penyelesaian kepada kontraktor hingga Desember mendatang. Jika tidak selesai, akan saya usir.

Kami akan mengerjakan sendiri, dan saya kira dalam waktu satu bulan jika dikerjakan serius akan selesai. Tapi nanti kami akan minta ganti ongkosnya, dong,”Alex menegaskan.

Sumber: Sripo

Read More..

Sumur Tua Semburkan Minyak

Semburan dahsyat minyak mentah bercampur lumpur dan air beradius hingga 200 meter sempat menghentikan aktivitas penambangan minyak tradisional di kawasan Desa Suban, Kecamatan Batangharileko, Muba.Warga yang tinggal disekitar sumur minyak yang dikelola secara tradisional ini sempat dievakuasi.

Hingga kini belum ada kejelasan pengelola sumur tua yang pernah diaktifkan pada zaman penjajahan ini. Wakil Bupati Muba H Pahri Azhari beserta tim Pemkab Muba seperti Kepala Bapedalda Kabupaten Muba Drs H Faisol Andayasa, Msi melalui Ir A Rachman, Selasa (5/6) sempat meninjau lokasi.

Wabup sekaligus memberikan bantuan uang Rp 500 ribu per jiwa bagi warga (penambang) yang diserahkan melalui camat, namun warga tidak lagi berada di lokasi. Informasi yang dihimpun, semburan minyak mentah bercampur Lumpur ini mengalir hingga radius 200 meter dari lokasi. Salah satu truk pengangkut material terjebak oleh semburan. Semburan Lumpur bercampur minyak ini membentuk danau kecil dan sempat mengenai rumah penduduk.

Pihak Conocophilips yang base camp-nya berada di sekitar lokasi langsung mengevakuasi warga. Penanggulangan dan pemantauan semburan lumpur tetap dilakukan perusahaan gas ini hingga semburan berhenti dua hari lalu.

Sumber: Sripo

Read More..

Tuesday, June 5, 2007

Hama Keong Mengganas

Serang Padi Baru Ditanam

Petani di Kabupaten Muba khususnya di Kelurahan Kayuara dan Balai Agung mengeluhkan hama keong emas yang menyerang tanaman padi. Ribuan ekor keong emas yang memakan batang padi hingga daun yang baru ditanam ini mengakibatkan kerugian besar bagi petani. Sedangkan menjelang panen, hama tikus sudah menunggu.

Pantauan di kawasan Kelurahan Kayuara, Kecamatan Sekayu, Senin (4/6) pagi, keong emas muncul dari permukaan tanah yang digenangi air. Selanjutnya hama keong ini bergerak menuju padi yang baru ditanam petani.

Tidak sampai satu jam satu batang tanaman padi ludes dilalap dan hanya meninggalkan bekas di batang yang rata dengan tanah. Sementara itu para petani yang tiba di lokasi beramai-ramai membunuh lalu mengumpulkan hama keong ini untuk dibuang diluar areal sawah. Menurut Effendi (35), petani yang tinggal di Jalur II Kelurahan Kayuara Sekayu, satu hektare padi yang baru ditanamnya tinggal menyisakan setengah hektare setelah diserang ribuan keong emas.
“Kesulitan kami setiap musim tanam diserang hama keong, kami terpaksa memungutnya dari dalam lumpur lalu yang keluar diatas tanah untuk mengurangi tanaman padi yang habis diserang,” kata Effendi didampingi petani lainnya.

Menurutnya, padi yang ditanam ini tidak bermasalah bila sudah berumur lebih dua bulan dengan kondisi batang yang kuat, sehingga tidak mempan dimakan keong. Untuk menjaga kelangsungan padi, para petani di keluarahan Kayuara telah mendapatkan pupuk buah 50 gram dari dinas terkait, namun petani masih bingung menggunakannya, apalagi jumlah ini dinilai tidak cukup.

Hal senada diungkapkan Muhtadin (37), yang harus merelakan sekitar satu hektare tanaman padi yang sudah dipersiapkannya sejak akhir April 2007 lalu. Bibit padi yang mulai ditanami ini ludes dimakan keong sejak akhir Mei 2007. Bibit padi yang sudah dipersiapkan ini terpaksa diganti bibit baru untuk mengejar musim tanam.


Dilokasi terpisah, desa Ulak Paceh Kecamatan Babattoman, Zaenudin (67) mulai menanam padi dengan bibit jenis Brito. Menurutnya petani yang nampak tegar ini, dia mempersiapkan bibit padi dengan memperkirakan pula pengganti bibit bila diserang hama.


Sedangkan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Muba, Ir Hj Nelly Rasdiana, MSi menjelaskan, pihaknya segera menaggulangi serangan hama keong ini dengan mengerahkan staf penyuluh. “Selain diberikan insektisida jenis Siputok, petani sebaiknya melepaskan bebek atau itik yang dapat memangsa hama keong,” katanya.

Sumber: Sripo

Read More..

100 Peserta Ikut Sosialisasi Gender

Sebanyak 100 peserta, merupakan wakil 11 kecamatan di Muba mengikuti sosialisasi gender yang dilaksanakan Bagian Pemberdayaan Perempuan Setda Pemkab Muba di Aula SMKN 1 Sekayu, Senin (4/6).Masing-masing kecamatan mengirim 3-4 wakilnya dalam sosialisasi kesetaraan kaum perempuan dan laki-laki tersebut.

Menurut ketua pelaksana kegiatan Dra Hj Merry Aryani kepada koran ini usai pembukaan, sosialisasi tidak hanya membahas kesetaraan hak kaum perempuan di mata laki-laki tetapi bagaimana meninjau hak dan kewajiban laki-laki dan perempuan dalam kehidupan sehari-hari.

Tampil sebagai pembicara, lanjut Merry, dari Bagian Pemberdayaan Perempuan Setda pemprov dan pemkab, Dinas Kesehatan, kejaksaan, kepolisian, dan Departemen Agama. Pembicara tersebut memberikan materinya dari sudut pandang lembaga yang diwakilinya. Seperti Kejaksaan Negeri Sekayu menyampaikan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, reproduksi remaja dari Dinas Kesehatan, peningkatan SDM perempuan dari Bagian Pemberdayaan Perempuan Setda pemkab, dan kesetaraan gender ditinjau dari sisi agama Islam dari Kandepag Muba.

Nantinya diharapkan sambung Merry Aryani, peserta baik kaum laki-laki maupun perempuan akan mengetahui hak dan kewajiban masing-masing yang secara langsung akan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. "Peserta sosialisasi setidaknya dapat memberi pengetahuan yang didapatnya kepada orang lain," tukasnya.

Sumber: Sumeks

Read More..
Ingin mendapatkan berita secara cepat? Silahkan anda masukkan kata kunci pencarian untuk mencari artikel yang anda cari di Berita Muba ini: