BERITA MUBA sangat berterima kasih apabila Anda memberikan suatu bentuk apresiasi dalam bentuk kritik, saran, komentar ataupun tulisan dan opini karena hal tersebut akan sangat membantu untuk pembanggunan MUBA di masa mendatang. Kirim Tulisan/Opini ke asahnet@gmail.com atau asahinternet@yahoo.com

Thursday, May 17, 2007

Awas Kebakaran Hutan

Wakil Bupati Muba, H Pahri Azhari mengingatkan segenap perusahaan perkebunan di daerah ini untuk melengkapi sarana dan prasarana di setiap unit, agar kebakaran hutan bisa dicegah sedini mungkin. “Selain deteksi dini, upaya pencegahan awal sangat berperan dalam mengatasi bahaya kebakaran hutan yang jika terjadi dapat meluas dengan cepat,” kata H Pahri Azhari pada apel Siaga Api 2007 di Desa Karang Agung, Kecamatan Lalan, Rabu (9/5) lalu.

Pada apel siaga ini dilakukan penandatanganan prasasti, demonstrasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan oleh regu pemadam kebakaran (RPK) Makin Group, Manggala Agni dan masyarakat peduli api (MPA), PT Pindat dan penanaman pohon penghijauan.

Sumber: Sripo

Read More..

Warga Datangi Dewan

Lahan tidur seluas 200 hektare di Desa Rantaupanjang, Kecamatan Babattoman, Muba, yang diklaim dimiliki warga mendapat protes dari ratusan penduduk sekitar. Warga mendatangi gedung DPRD Muba meminta bantuan kepada dewan agar lahan tidur yang mereka nilai tidak ada pemiliknya ini bisa dimanfaatkan, namun terhalang oleh kepemilikan seseorang yang dinilai dadakan.

Menumpang enam unitangdes warga langsung menuju ruang Komisi IV DPRD Muba dan diterima Ketua Komisi, Branhard didampingi anggotanya. Ardi (33) perwakilan warga dalam laporannya menguraikan lahan tidur mencapai 200 hektare di Desa Rantaupanjang ini dikelola warga untuk segera ditanami karet setahun lalu, setelah proposal disampaikan kepada Kades Rantaupanjang, Zubir (50). Warga berjumlah 105 orang ini lalu membentuk kelompok tani sejahtera dan siap melaksanakan aktivitasnya dan telah mengajukan bantuan bibit karet kepada pemerintah melalui Disbun. Namun usai menggarap lahan tidur ini ada lima warga yang tinggal di Palembang dan Jakarta mengaku memiliki lahan tersebut yang dilengkapi dengan sertifikat dan surat resmi lainnya. Namun menurut warga, lahan ini tidak ada pemiliknya, sehingga mereka mengajukan proposal dan telah disetujui Kades.

Terhadap permasalahan ini Komisi IV DPRD Muba menjadwalkan akan memanggil kades, camat, BPN, dan Asisten I, Selasa (29/5).

Sumber: Sripo

Read More..

Wednesday, May 16, 2007

Management dan Kontrol Forum Alexnoerdin Perlu Ditingkatkan

EMAIL
dari: Arief Budi Setyawan

Perkembangan internet dan teknologi informasi, menjadi sebuah media tersendiri dalam perkembangan masyarakat dan peradaban, dengan internet kita bisa mempromosikan produk, kompetensi dan perkembangan apapun ke seluruh dunia tanpa batas.
Oleh karena itu, hal ini perlu dimanfaatkan secara positif dan optimal bagi PEMDA maupun para punggawa PEMDA untuk meningkatkan perkembangan daerah dan masyarakat.
Dunia informasi/internet sebagaimana media yang lain, banyaknya sisi positif tentu saja ada sisi-sisi negatif dan celah-celah yang memungkinkan hal negatif muncul, baik dalam pemanfaatan (secara sengaja), maupun infiltrasi (ketidak sengajaan/muncul dari pihak lain).
Namun tentu saja yang kita inginkan adalah sisi positifnya, lantas yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana dengan kemungkinan munculnya sisi negatif tersebut? Secara sederhana dan umum adalah dengan peningkatan management dan kontrol.
Fenomena yang muncul Forum Alexnoerdin menjadi sebuah tanda tanya tersendiri bagi kita, kita semua tahu siapa beliau si empunya website dan forum tersebut bukan? Lantas mengapa masih juga bisa muncul hal-hal seperti itu? Kesengajaan / melegalkan, atau karena undercontroll? – Tulisan ini hanyalah sebagai upaya untuk sama-sama saling menasehati dan untuk kebaikan dan perkembangan bersama - Semoga lebih baik.


Read More..

Jalintim Hujan Debu

Enam Titik Kerusakan

JalanLintas Timur (Jalintim)yang menghubungkan Palembang-Jambi diselimuti hujan debu, sehingga mengganggu jarak pandang pengendara kendaraan.Pengemudi yang melalui jalur ini harus ekstra hati-hati, selain dihadapkan pada tebalnya debu juga bangunan gorong-gorong dan lubang berpotensi terjadinya kecelakaan.

Pantauan di lapangan, Jumat(11/5), Jalintim dari Betung Kabupaten Banyuasin menuju Kecamatan Bayunglencir Kabupaten Muba, diselimuti debu tebal dienam titik lokasi. Beberapa bus, truk maupun angkutan umum terpaksa menyalakan lampu depan dan lampu isyarat untuk menghindari tabrakan, karena terbatasnya jarak pandang. Pengemudi harus ekstra hati-hati di beberapa titik lokasi dari Palembang antara lain menuju KM 141, 130, 120, dan KM 107 yang diselimuti debu tebal. Kondisi ini dipengaruhi oleh pembangunan jalan yang belum selesai, karena terdapat gorong-gorong yang memakan setengah badan jalan, maupun pengelupasan aspal yang menimbulkan lubang menganga
dan sangat membahayakan pemakai jalan. Kondisi akan terbalik saat turun hujan, dipastikan badan jalan dipenuhi lumpur.

Kasat Lantas Polres Muba,Iptu Ahrie Sonta, SH mengimbau kepada pengendara untuk menyalakan lampu terutama memasuki kawasan yang diselimuti debu. Menyalakan lampu ini
dinilai cukup efektif mencegah kecelakaan lalu lintas yang diakibatkan terbatasnya
jarak pandang.

Sumber: Sripo

Read More..

Tim 9 Turun Tangan

Perseteruan Warga-PT SMB
Hari ini Selasa (15/5) tim sembilan (Tim 9) antara lain terdiri Asisten I Pemkab Muba, Dinas Kehutanan, Dinas Pertanian, BPN, bagian hukum, dan Pol PP akan mendata langsung tanah warga Simpang Tungkal, Kecamatan Bayunglencir, Muba, yang diklaim masyarakat bermasalah. “Tim 9 selaku mediator ini akan menyampaikan keinginan PT Sentosa Mulia Bahagia (PT SMB) untuk menkonvensasi tanah warga setelah diadakan pendataan,” kata Asisten I Pemkab Muba, Drs H Agus Yudiantoro, MSi, Senin (14/5).
Menurutnya, tim 9 akan melakukan pendataan ulang selama dua hari kepada warga yang mengklaim tanahnya masih bermasalah dengan PT SMB. “Perusahaan menyatakan akan diadakan kompensasi terhadap tanah bukan ganti rugi, karena perusahaan sudah ada Hak Guna Usaha,” kata Agus.
Informasi yang dihimpun di lapangan, Senin (14/ 5) terjadi insiden kecil antara warga dengan pekerja perusahaan, karena penggalian parit yang dilakukan pekerja perusahaan ini ditentang oleh salah satu warga yang merasa bahwa tanahnya belum diganti oleh PT SMB, namun perusahaan memiliki bukti bahwa tanah ini sudah diadakan penggantian. “Masih dipelajari, informasinya warga bernama Cantul yang tanahnya telah dibayar perusahaan, tapi diduga terdapat salah dalam pembayaran,” kataIkhwanudin, Camat Bayunglencir.
Sumber: Sripo

Read More..

Monday, May 14, 2007

Tuntutan Warga Ditolak

PT Sentosa Mulia Bahagia Tetap Gusur Petani Bayung Lencir

Pihak PT Sentosa Mulia Bahagia memastikan akan tetap mengelola lahan yang mereka miliki di Kecamatan Bayung Lencir, Musi Banyuasin, sesuai hak guna usaha. Konsekuensinya, tuntutan warga untuk tetap mengelola lahan mereka terpaksa diabaikan.

Kuasa Hukum PT Sentosa Mulia Bahagia (SMB), Dahlan Kadir, di Palembang, Jumat (11/5), mengatakan bahwa pihaknya tidak pernah merampas tanah warga di Desa Simpang Tungkal, Bayung Lencir, Musi Banyuasin, karena lahan itu telah ditetapkan sebagai hak guna usaha (HGU) PT SMB pada tahun 1997.

"Sebagai investor pemegang HGU, PT SMB juga dikejar waktu untuk segera mengelola lahan yang belum tergarap. Warga yang mengelola lahan itu harus pindah," katanya.

Namun, kata Dahlan, pihaknya memberikan kompensasi kepada warga yang tergusur dengan mengizinkan mereka untuk menempati areal tertentu di lahan tersebut. Pihaknya sedang membuat parit pembatas lahan perusahaan dengan warga, dan mengganti rugi tanaman warga yang tergusur.

Gelar dialog

Sejumlah warga Desa Simpang Tungkal menggelar dialog dengan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dan PT SMB, Jumat kemarin. Dialog tersebut merupakan kelanjutan dari unjuk rasa puluhan warga sehari sebelumnya, yang menimbulkan insiden pemblokiran jalan lintas timur di Desa Simpang Tungkal.

Dalam pertemuan itu, warga menuntut penggusuran dihentikan karena mereka sudah tinggal di sana sejak tahun 1958. Tanah warga di Desa Peninggalan, Bedeng Seng, Simpang Tungkal, dan Pangkalan Kersik terancam digusur karena masuk dalam HGU PT SMB. Warga meminta agar lahan itu dibebaskan.

Masyarakat juga mendesak agar pembuatan parit pembatasan dihentikan selama persoalan lahan itu belum diselesaikan.

Asisten I Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, Agus Yusdiantoro, mengatakan pihaknya akan mendatangi lokasi lahan yang bermasalah itu dan segera menggelar kembali pertemuan antara warga dengan PT SMB.

"Pemerintah akan mengupayakan jalan tengah bagi kedua pihak," ujar Agus.

Direktur Lembaga Bantuan Hukum Palembang, Eti Gustina, mengatakan bahwa perusahaan harus mendengarkan aspirasi warga agar keputusan yang diambil tidak sepihak.

Sumber: Kompas

Read More..

Sunday, May 13, 2007

Sebagian Memang Tanah Rakyat

H Muhammad Abduh SH (mantan Kepala Biro Pemerintahan Sumsel di era Gubernur Ramli Hasan Basri) saat ditemui, Jumat (11/5) mengatakan permasalahan yang timbul terhadap lahan kelapa sawit antara PT sentosa Mulia Bahagia (SMB) dengan warga Desa Simpang Tungkal Muba karena pihak PT SMB yang mendapat hak guna usaha (HGU) bersama-sama pemerintah tidak pernah membuka peta dan memasang patok batas lahan. PT SMB langsung tunjuk dan menggarap lahan di kawasan Desa Simpang Tungkal itu.

Sepengetahuan saya, dulu memang hutan yang ditanami PT SMB ini hutan Negara dan mereka memang memiliki HGU. Namun seiring waktu, karena tidak ada patok yang jelas, PT SMB terus memperbesar lahan dan menyerobot lahan yang ada di sekitarnya. Entah itu hutan atau juga tanah milik rakyat. Jadi dari ratusan hektar tanah itu memang ada milik rakyat. Dulu awalnya tanah yang dibuka masih hutan belantara. Namun perusahaan melakukan pengembangan usaha terus menerus dan diperjalanan mereka ada yang mengambil tanah rakyat. Bahkan dari keterangan Kepala Desa Simpang Tungkal beberapa tahun lalu, ada tanah pekuburan dan tanah sekolah yang juga diserobot untuk membuka usaha PT SMB.

Untuk itu semestinya gubernur atau bupati membentuk tim yang independent untuk membahas masalah ini dan membuat patok tanah milik perusahaan dan milik rakyat agar masalah sengketa tidak berlarut-larut. Jika ini dibiarkan terus maka sengketa tidak akan selesai dan bukan tidak mungkin gejolak yang lebih hebat justru akan terjadi.
Sebaiknya PT SMB bersama-sama pemerintah dan rakyat membuat pematokan ulang di atas tanah yang dikuasai PT SMB. Kalau di atas tanah HGU yang diberikan pemerintah kepada H Halim atau PT SMB ini ada tanah rakyat, maka itu harus dikembalikan atau dibayar ganti rugi dengan wajar.

Saya mengharapkan agar tidak terjadi apa-apa supaya bupati atau pemerintah setempat bersama perusahaan dan rakyat mengadakan gelar peta dan pematokan ulang batas-batas tanah. Jika di lahan ini memang ada tanah rakyat maka perusahaan harus mundur dan ganti rugi yang sesuai.

Sumber: Sripo

Read More..

Cukup Sudah Kami Dibohongi

Diiringi isak tangis sejumlah wanita dan anak-anak, pertemuan antara Pemkab Muba, PT Sentosa Mulia Bahagia (SMB), warga Desa Simpang Tungkal, di samping tungku pembakaran genting milik Sibuea, Jumat (11/5), sekitar pukul 10.15 itu berlangsung menegangkan. Pertemuan ini menyusul aksi pemblokiran Jalintim oleh ratusan warga Simpang Tungkal, Kamis (10/5) sore yang mengakibatkan terjadi kemacetan total belasan kilometer (Sripo11/5)

Hadir dalam pertemuan Asisten I Drs H Agus Yudiantoro MSi, Camat Bayunglencir Ikhwanuddin SSos, Kapolsek AKP Armon, dan Kades Simpang Tungkal Endang. Pemkab Muba melalui Asisten I Drs H Agus Yudiantor o, MSi menegaskan bagaimanapun jalur lintas timur (Jalintim) tidak boleh diblokir. “Kami tidak memvonis siapa yang salah. Kami berperan sebagai mediator dan akan mempertemukan warga dengan PT SMB. Kepada masyarakat juga diingatkan untuk tidak anarkis,” tukas Agus didampingi Ikhwanudin. Agus Yudiantoro berjanji akan mengkomunikasikan keinginan warga Simpang Tungkal dengan pihak PT SMB. Dia juga menegaskan tidak ada intimidasi dalam proses pendataan lahan oleh tim 9 ini.


Mengenai gerakan aksi massa yang diduga dilatarbelakangi pihak ketiga, Agus belum menilai kearah itu. Sedangkan Ikhwanudin meminta agar dilakukan pendataan ulang terhadap warga yang memiliki lahan di kawasan HGU PT SMB. “Kita akan data ulang siapa yang memiliki tanah di kawasan itu, selanjutnya akan kita selesaikan dengan solusi yang tidak merugikan kedua belah pihak, terutama masyarakat,” kata Ikhwanudin. Tetapi warga tetap menolak dan sempat terjadi aksi saling tuding antara pihak kecamatan dan Pemkab Muba yang dianggap tak becus menengahi. Namun setelah melalui dialog yang cukup alot, warga bersedia memenuhi imbauan Camat Bayunglencir untuk melakukan pendataan ulang. Tetapi warga memberikan deadline atau batas waktu selama empat hari. Pertemuan kemudian selesai dan masyarakat kembali ke rumah masing-masing. Tetapi pertemuan bukan jaminan sebab sewaktu waktu masyarakat yang sudah tak lagi percaya dengan pemerintah itu tidak melakukan hal serupa. “Cukup sudah kami dibohongi dan di gantung-gantung tanpa status yang jelas. Sedangkan pihak perusahaan terus beroperasi dan membuat kanal raksasa yang mematikan aktivitas kami,” kata Sumiati (30).

Sebelumnya, Kamis (10/5) ratusan warga ini sempat memblokir jalan selama tiga jam hingga menimbulkan kemacetan mencapai puluhan kilometer. Aksi ini dipicu sengketa tanah dengan PT SMB yang mengklaim sekitar 100 hektar tanah milik masyarakat yang masuk dalam tanah HGU perkebunan sawit. Awalnya masyarakat berusaha menyelesaikan permasalahan ini secara baik-baik. Tuntutan pun dilayangkan ke pihak berwajib, pihak kecamatan dan pemkab muba. Tetapi hingga kemarin belum ada realisasi nyata, sedangkan pihak perusahaan tetap beroperasi.
Menurut perwakilan masyarakat, Hamzah (40) yang menghadiri dialog sebenarnya sudah cukup lama masyarakat sekitar diteror dan ditakut-takuti. “Mereka sudah kehilangan kepercayaan kepada pihak berwewenang, baik kepada pemerintah maupun pihak kepolisian. Suara mereka seolah-olah tak pernah didengarkan, bahkan terjadi ketidakadilan,” kata Hamzah.

Sumber: Sripo

Read More..

Saturday, May 12, 2007

Jalintim Tiga Jam Diblokir

Jalan lintas timur (Jalintim) Palembang- Jambi macet belasan kilometer, Kamis (10/5). Hal ini diakibatkan aksi pemblokiran jalan yang dilakukan warga di Desa Simpang Tungkal, yang terletak antara Kecamatan Bayunglencir dan Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Muba.

Wa r g a setempat, yang sebagian besar wanita dan anak-anak, tidur di jalan beralaskan tikar. Aksi pemblokiran Jalintim tersebut dimulai sekitar pukul 15.00, dan berakhir sekitar pukul 18.00. Tindakan warga dipicu kasus sengketa tanah dengan PT Sentosa Mulia Bahagia (SMB), sebuah perusahaan pengolahan kelapa sawit. Akibat aksi ini, lalu lintas jalintim Palembang-Jambi macet belasan kilometer dari kedua arah. Tidak ada satu pun kendaraan yang bisa melintas. “Arus lalu lintas dari arah Palembang menuju Jambi macet sekitar 15 km,” kata Agus Salim, salah seorang penumpang bus. J i k a kaum wanita dan anak-anak tidur di tengah jalan, kaum pria warga Desa Simpang Sungkal tampak berdiri di pinggir jalan. Mereka berjaga-jaga dengan sikap waspada. Puluhan personel poli-si dan TNI lalu didatangkan ke lokasi pemblokiran jalan. Mereka bersikap persuasive dengan membujuk massa untuk mengakhiri pemblokiran jalan. Pemblokiran berakhir sekitar pukul 18.00 setelah manajemen PT SMB bersedia berdialog dengan perwakilan 200 warga Simpang Tungkal. Mereka menuntut pengambilalihan lahan seluas 300 hektar milik mereka yang dirampas perusahaan itu.

Meski lalu lintas kembali lancar, para pengguna jalan sempat mengeluhkan aksi pemblokiran itu. Lokasi kemacetan yang berada di tengah-tengah perkebunan sawit membuat para pengguna jalan kelaparan. Tidak ada warung atau atau rumah makan di lokasi. Para pengguna jalan sampai meneriaki warga yang menutup jalan itu untuk segera membubarkan aksi. Camat Bayung Lencir Ichwanudin, Ssos yang dikonfirmasi melalui ponselnya, semalam mengatakan aparat berhasil melakukan negosiasi sehingga warga tidak lagi memblokir Jalintim. “Warga sudah mau menepi, meskipun arus kendaraan masih satu jalur, negosiasi tetap berlangsung,” jelas Ichwanudin. Hal sama dikatakan Kapolres Muba AKBP Drs SabarudinGinting yang berada di lokasi didampingi Kasat Reskrim AKP Wahyu Sri Bintoro, SIK. Dia mengatakan jalur telah dibuka dan hingga kemarin petang masih tetap melakukan upaya penyelesaian dengan warga agar mereka mau menyingkir ke pinggiran jalan sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas.

Sumber: Sripo

Read More..

180 Pejabat Dimutasi

180 Pejabat penting yang berasal dari eselon IV A, eselon IV B, eselon II B dan eselon III A di jajaran Pemkab Muba dilakukan penggantian oleh Bupati Mub H Alex Noerdin. Penggantian pejabat ini menurut Alex, akan kembali dievaluasi kinerjanya selama enam bulan, dan tidak menutup kemungkinan akan kembali dilakukan mutasi. Pelantikan dan serahterima jabatan ini berlangsung di Sekayu, Kamis (10/5) dihadiri unsur Muspida, pejabat terkait dan keluarga pejabat yang dilantik. Pejabat yang dilantik seperti H Hazuar Bidui AZ, SSos, MM Kepala BPKAD, Drs H Eff endi Syamsani, MSi Kepala Disnakertrans, Indita Purnama, S.Sos sebelumnya Kabag Humas menjadi Camat Sungai Keruh.

Sumber: Sripo

Read More..

Friday, May 11, 2007

Dua Hari Antre BBM

Dampak Rusaknya Jembatan Teluk
SPBU 24.30.7.35 di Kelurahan Serasan Jaya Sekayu, mulai Selasa (8/5) malam melayani kebutuhan bahan baker minyak (BBM) untuk umum, setelah mendapat pasokan BBM dari Palembang. Akibat pasokan yang tertunda selama tiga hari, menyebabkan antrean panjang kendaraan yang mengisi BBM, sehingga memacetkan arus lalulintas di Jalan Merdeka Sekayu.
Antrean panjang kendaraan ini terjadi sejak kedatangan dua unit mobil tanki pemasok BBM dari Palembang, Selasa sore. Kendaraan umum dan angkutan kota maupun angdes yang mengetahui kedatangan mobil tanki BBM ini rebutan menuju SPBU dan langsung antre hingga meluber ke luar pagar dan jalan. Petugas patroli Polres Muba langsung mengamankan dan mengatur laju kendaraan yang memasuki areal SPBU. Antrean kendaraan hingga ratusan meter kembali terjadi Rabu (9/5), sehingga persediaan BBM di SPBU satu-satunya di Sekayu ini kembali menipis.
Ardi (38), pengemudi angkot Sekayu-Terminal Randik yang ditemui di lokasi mengaku, dia rela antre hingga lebih satu jam untuk mendapat BBM, karena untuk membeli di eceran harganya tidak bisa dijangkau. “Biarlah tidak narik dulu hari ini kalau tidak dapat minyak daripada harus rugi membeli di eceran,” kata Ardi seraya berucap, dia terpaksa libur dua hari karena tidak mendapat BBM.

Masih Darurat
Sementara itu di lokasi Jembatan Teluk, Desa Teluk Kecamatan Lais, kendaraan yang lewat harus ekstra hati-hati, mengingat flat baja yang mereka lalui di atas lokasi kerusakan aspal yang ambrol ini sering menimbulkan goncangan, dan masih darurat. Petugas Dishub yang mengatur jalur lalu lintas meminta penumpang bus yang akan lewat untuk turun, lalu berjalan menyeberang Jembatan Teluk. Setelah penumpang kosong, bus baru diperkenankan melewati jembatan.

Sumber: Sripo

Read More..

Thursday, May 10, 2007

Legalitas AMPI MUBA Disoal

Musyawarah Daerah (Musda) Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kabupaten Muba yang digelar 31 Maret 2007 lalu, menuai protes dari pengurus periode terdahulu. Selain mempersoalkan kepengurusan baru AMPI yang dinilai inkonstitusional, protes juga disampaikan kepada DPD AMPI Sumsel yang telah menerbitkan surat keputusan kepengurusan yang bukan berasal dari kader AMPI. Benni Mulyadi, Ketua DPD AMPI masa bakti 2001-2006, Selasa (8/5) menjelaskan, Musda 31 Maret 2007 lalu yang memilih Drs H Apriyadi sebagai ketua jelas inkostitusional, karena tidak mematuhi hasil kesepakatan dengan DPP AMPI.
Menanggapi masalah ini, Ketua AMPI Muba hasil Musda 31 Maret 2007, Drs H Apriyadi, tidak mau menanggapi pernyataan Beni, karena menurutnya Musda yang memilihnya menjadi ketua telah sah. DPD AMPI Muba, Selasa (8/5) menggelar aksi donor darah diikuti 30 pendonor.

Sumber: Sripo

Read More..

Wednesday, May 9, 2007

Sekayu Langka BBM

Sejak ambrolnya aspal jalan Jembatan Teluk I, Kamis (3/5) lalu, kota Sekayu -Ibukota Kabupaten Muba-- mulai mengalami kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). Kelangkaan BBM ini dirasakan masyarakat tiga hari terakhir, sehingga aktivitas warga sehari-hari mulai terganggu. Pantauan selama dua hari terakhir, warga Sekayu dan sekitarnya mulai kesulitan mendapatkan BBM sejak Sabtu (5/5). SPBU 24.30.7.35 di Kelurahan Serasan Jaya dan merupakan SPBU satu-satunya di kota Sekayu tidak lagi mendapat pasokan BBM dari Palembang, sejak ambrolnya jalan Jembatan Teluk I. Jika kondisi normal, dalam sehari SPBU ini mampu memasok 60.000 liter premium dan 30.000 liter solar dalam memenuhi kebutuhan warga Sekayu dan sekitarnya selama dua hari. Namun sejak ambrolnya jalan jembatan dan kendaraan berat tidak diperkenankan lewat, menyebabkan pasokan BBM tersendat.





Adi (25) salah seorang pekerja SPBU mengatakan, pasokan BBM yang biasa diantar setiap hari dari Palembang sejak Jum’at (4/5) mulai tersendat. “Kepala SPBU hari ini (Senin, 7/5) sudah meminta drop dari Palembang, tapi minyak belum juga sampai ke Sekayu,” kata Adi. Sementara, beberapa pengemudi yang ditemui, sebagian besar belum mengetahui jalur alternatif menuju Sekayu di Jalan Lintas Sumatera simpang 108 menuju Simpang Siku Sekayu. Sedangkan di lokasi pangkalan minyak eceran, pedagang sejak dua hari terakhir menaikkan harga bensin hingga Rp 6000/liter, karena kesulitan mendapat BBM dan mereka harus mendatangkannya dari SPBU Betung dan Sungaililin.




Sumber: Sripo

Read More..

Sungai Keruh Dibatalkan

DPRD Muba melalui pertemuan dengan nelayan dan instansi terkait merekomendasi agar Sungai Keruh yang dijadikan objek lelang lebak lebung, supaya dibatalkan. Dewan juga menyetujui untuk membersihkan sungai dari corong yang didirikan secara illegal. Kesimpulan rapat dirangkum dalam pertemuan antara Komisi A DPRD Muba dengan warga dan instansi terkait, Senin (7/5). Ketua Komisi A, Hasan Usman, SE menegaskan, masalah ini dikembalikan sesuai Perda No.18/2005 tentang lelang lebak lebung di Kabupaten Muba dan Perda No.14/2005, bahwa lelang lebak lebung tidak diperkenankan di kawasan sungai yang menjadi lalu lintas warga sehari-hari.

Sumber: Sripo

Read More..

Sunday, May 6, 2007

Pak RT Jual Togel

Ahmad Sakir alias Jaling (37), warga RW 03 Kelurahan Soak Baru Sekayu berurusan dengan kepolsian, karena diduga telah menjual kupon judi toto gelap (Togel), Jumat (4/5) pukul 13.00. Pelaku yang masih menjabat Ketua RT 06 ini tidak menduga, karena pembeli yang menyamar ternyata petugas dari Polres Muba. Penangkapan dipimpin Kasat Reskrim AKP Wahyu Sri Bintoro, SIk yang melakukan penyamaran sebagai pembeli bersama Kanit Pidum. Dari tangan pelaku disita kupon nomor togel, kertas putih, buku mimpi, kalkulator, nomor togel yang sudah keluar, serta uang Rp 530 ribu. “Kasus togel dengan tersangka A Sakir ini masih dikembangkan,” kata Kapolres melalui Kasat Reskrim.

Sumber: Sripo

Read More..

Jembatan Teluk Ditalangi Dana Darurat

Perbaikan lantai Jembatan di Desa Teluk Kecamatan Lais, Muba, akan menggunakan dana darurat. Besar dana yang tersedia untuk mengatasi kerusakan tidak dirinci, sebab jumlah yang dikeluarkan tergantung kebutuhan untuk menanggulangi kerusakan. “Kalau namanya darurat, maka tidak ada lagi ukuran atau batasan. Keadaan darurat harus ditanggulangi hingga normal kembali,” kata Asisten Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Pemprov Sumsel, Budi Rahardjo saat ditemui Jumat (4/5). Menurut Budi, perbaikan tetap pada pihak Dinas PU Bina Marga Sumsel sebagai penanggungjawab jalan dan jembatan. Saat ini menurutnya sudah dilakukan perbaikan meski laporan dari lapangan belum masuk ke Pemprov Sumsel.
Sedangkan Wakil Ketua Komisi III DPRD Sumsel, Ahmad Yani mengatakan kerusakan lantai jembatan buatan Belanda itu sudah ditanggulangi sementara. Perbaikan dilakukan dengan pengelasan lantai jembatan dan akan dilanjutkan dengan pengecoran lantai tersebut. “Tetapi waktu pengecoran tersebut belum diketahui kapan akan dilaksanakan,” katanya. Sedangkan mengenai difungsikannya jembatan baru di sekitar jembatan Teluk, dikatakan bahwa hal itu menunggu pembangunan jalan ke jembatan baru. “Tetapi itu sudah dianggarkan tahun 2006 lalu, tetapi kita tidak tahu kenapa belum selesai. Mudah mudahan tahun 2007 bisa diselesaikan,” ujarnya.
Dana darurat yang dimiliki Pemprov Sumsel menurut Budi berasal dari sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya. Jumlah yang awalnya dihitung Rp 150 miliar, ternyata menjadi Rp 200 miliar.

Sumber: Sripo

Read More..

Komisi III Prihatin Vonis

Komisi III DPR prihatin dengan hukuman yang dijalani dua warga Kabupaten Musi Banyuasin, Jurit (40) dan Abdullah (42). Pasalnya, keduanya terpidana tersebut divonis dalam dua pengadilan berbeda di PN Palembang dan PN Sekayu tetapi untuk kasus yang sama.
Anggota Komisi III DPR yang melakukan kunjungan ke Palembang, menyempatkan diri untuk bertemu dengan Jurit dan Abdullah di LP Pakjo, Kamis (3/5). Ketua Komisi III Trimedya Panjaitan mengatakan, kasus Jurit dan Abdullah perlu ditelusuri karena bisa terjadi pengadilan mengeluarkan putusan ganda. Komisi III berjanji akan menanyakan kasus Jurit dan Abdullah ke Ketua Pengadilan Tinggi (KPT). "Seseorang tidak bisa dihukum dua kali untuk kesalahan yang sama atau nebis in idem. Ini yang harus ditelusuri apakah kasusnya sama atau berbeda, kalau menurut pendapat Jurit memang kasusnya sama. Kasus ini bisa ditelusuri dari pengadilan," kata Trimedya.

Jurit dijatuhi hukuman mati di Pengadilan Negeri Sekayu, April 1998, dalam perkara pembunuhan berencana secara bersama-sama terhadap Soleh bin Zaidan di Musi Banyuasin, Mei 1997. Sebelumnya, Pengadilan Negeri Palembang menghukum Jurit seumur hidup dalam perkara pembunuhan berencana secara bersama-sama terhadap korban Arpan bin Cik Din di Musi Banyuasin, Agustus 1997.
Para anggota Komisi III tak mengerti mengapa Jurit dan Abdullah diadili untuk perkara yang sama sebanyak dua kali. Jurit maupun Abdullah sudah mendekam di LP Pakjo. Menurut seorang petugas LP, Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan Jurit sudah ditolak sedangkan Abdullah sedang mengajukan permohonan PK.
Sumber: Kompas

Read More..

Saturday, May 5, 2007

Lantai Jembatan Teluk Ambrol

Antrean 2 Kilometer

Lantai jembatan di Desa Teluk Kecamatan Lais Muba, 91 km dari Palembang, semakin parah. Kalau sebelumnya aspal jalan diberitakan mengelupas, sejak Kamis (3/5) pukul 07.00, sudah ambrol dan jatuh ke Sungai Batangharileko. Lubang menganga hampir tiga meter.
Wakil Gubernur Sumsel, Mahyuddin NS, belum menerima laporan ambrolnya lantai jembatan Teluk di Muba itu. Namun Pemprov Sumsel segera mengkoordinasikannya dengan Dinas PU Bina Marga Sumsel untuk mengatasi masalah tersebut. “Langkah kita akan mengecek kondisi sebenarnya di lapangan dan segera memperbaiki kerusakan tersebut,” ujarnya. Perbaikan jembatan tersebut, menurut Mahyuddin, menggunakan anggaran darurat. Pasalnya ruas jalan tersebut dinilai penting untuk kelancaran transportasi baik barang maupun penumpang.

Pantauan Sripo, Kamis (3/5), pengendara dan warga yang memanfaatkan aktivitas sehari-hari jembatan Teluk ini dikagetkan dengan ambrolnya aspal jalan jembatan setelah dilalui iring-iringan truk pengangkut karet dari arah Palembang. Aspal jalan yang ambrol dan jatuh ke Sungai Batangharileko ini meninggalkan lubang yang menganga mencapai tiga meter sehingga tidak dapat lagi dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Kondisi ini mengakibatkan arus transportasi Lubuklinggau- Sekayu-Palembang terputus hampir dua jam. Antrean panjang kendaraan pribadi dan umum mencapai dua kilometer dari arah Palembang dan satu kilometer dari arah Sekayu. Kemacetan kendaraan ini semakin bertambah, sehingga petugas terkait yang turun ke lapangan menyetop arus transportasi setelah menilai kondisi jalan dan jembatan yang memiliki panjang 140 meter dan lebar 4,5 meter ini yang semakin parah dan sangat membahayakan pemakai jalan. Puluhan angkutan bus Palembang-Sekayu terpaksa menurunkan penumpangnya dan tidak sanggup melalui jembatan teluk selain khawatir jembatan yang telah berumur lebih 60 tahun ini ambruk. Puluhan penumpang yang ingin meneruskan perjalanan ini terpaksa berjalan hingga tiga kilometer menuju Sekayu maupun sebaliknya untuk meneruskan perjalanan sedangkan kendaraan umum maupun bus harus balik kanan menghindari kerusakan jalan.

Setelah terputus hampir dua jam kendaraan pribadi diperkenankan untuk melalui jembatan termasuk beberapa kendaraan pribadi yang lewat harus hati-hati setelah merasakan goyangan saat berada di atas jembatan termasuk rombongan pejabat dan tamu Pemkab Muba yang mengendarai mobil BG 1 BZ lewat di lokasi sekitar pukul 09.15. Sedangkan truk dan kendaraan berat lainnya diberikan jalur alternatif yaitu dari arah Sekayu harus kembali lagi ke Sekayu melalui jalur Muara Teladan- Simpang Siku menuju Simpang 108 Jalinsum. Sedangkan puluhan kendaraan dari arah Palembang yang akan melewati Sekayu harus balik dan dapat menempuh jalan dari desa Bonot menuju desa Letang menuju simpang Jalan Km 108. Pukul 21.00, ada perubahan baru. Belum tahu dari Dinas PU Provinsi atau dari Dinas PU Muba. Mereka memasang pipa-pipa dan mengelasnya dengan plat baja di atas bagian jembatan yang berlubang. Sehingga khusus untuk kendaraan kecil satu per satu sudah dapat melaluinya.

Sumber: Sripo

Read More..

Beras 8 Ton Ludes

Operasi Pasar (OP) yang digelar Pemkab Muba melalui Kelurahan Kayuara Kecamatan Sekayu beserta jajarannya di dua titik, ludes dibeli warga. Beras delapan ton dengan harga Rp 3500/Kg ludes hanya dalam waktu satu jam. Ratusan warga menyerbu lokasi OP depan Masjid At Taqwa Kelurahan Kayuara dan depan Terminal Randik Sekayu, Kamis (3/5) pukul 09.00. Satu per satu warga menunjukkan kupon untuk diganti beras. Lurah Kayuara, Iskandar menjelaskan, beras OP Pemkab Muba ini ditujukan untuk menjaga stabilitas harga dan membantu keluarga kurang mampu. “Kegiatan OP ini rencananya dilakukan dua bulan sekali,” katanya.

Sumber: Sripo

Read More..

Friday, May 4, 2007

Yunani-Arab, Cucu Pertama Alex

Bayi kembar dua dari pasangan Dodi Reza Alex dan Thia Yufada dilahirkan di Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta, Selasa (1/5). Cucu pertama Ir H Alex Noerdin (bupati Musi Banyuasin) itu sudah diberi nama, yakni Atalie Mazzaya Alex dan Aletta Khayyara Alex. Keduanya berjenis kelamin perempuan. Setelah mengandung selama 36 minggu dari rahim pembaca berita di Metro TV itu, lahir pertama Aletta sekitar pukul 19.38 WIB dengan berat 2,4 kilogram. Satu menit kemudian, atau pukul 19.39 WIB lahir lagi Atalie dengan berat 2,1 kilogram. “Sebenarnya, dari usia kandungan dua bulan, kita sudah tahu (dari dokter) akan kembar. Ternyata benar,” kata Dodi kepada sejumlah wartawan di Jakarta, kemarin.
Kata Dodi, nama itu diambil dari campuran bahasa Yunani dan Arab. Atalie (Yunani) Mazzaya (Arab), berarti gadis murni yang tangguh dalam banyak hal. Sedangkan Aletta (Yunani) Khayyara (Arab) bermakna penunjang kebersamaan dan pembawa kebaikan. “Nama itu sekaligus doa bagi si kembar,” katanya sembari menambahkan, untuk nama ‘Alex’ memang seluruh keluarga menggunakan nama itu.
Sebenarnya, baik Dodi atau Thia, keduanya tak pernah ada firasat atau mimpi sebelumnya akan dikaruniai anak kembar. Tapi, dari sisi genetis, Dodi membenarkan bahwa baik dari pihak keluarganya atau keluarga istrinya (Thia), sama-sama memiliki sejarah kembar. Soal perasaan, Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Sumsel itu tak menafikan rasa cemas. Apalagi, sebelum keluar dari rahim Thia, Aletta sempat terlilit tali pusar. “Tapi mitosnya, itu pertanda bahwa dia akan tangguh menghadapi hidup,” tandasnya.
Sumber: Sumeks

Read More..

Sopir Truk Maut Dibekuk

Setelah dua hari buron, Paino (27) asal Desa Sukajadi KM 14 Banyuasin dibekuk tim Reskrim dan Lantas Polres Muba. Paino yang mengemudikan dump truk BG 4468 ML ini dibekuk di lokasi penampungan dump truk PT Baniah, setelah sehari bersembunyi dalam hutan menghindari kejaran warga. Kapolres Muba, AKBP Sabarudin Ginting, SIk yang dikonfirmasi, melalui Kasat Lantas Iptu Ahrie Sonta, SH mengatakan, Paino dibekuk setelah berkoordinasi dengan pemilik kendaraan yang bekerja di PT Baniah. Kepada petugas, Paino mengaku setelah kejadian menewaskan dua pemuda warga Talang Lubuk Kelurahan Soak Baru Sekayu masing-masing, Ayeng (23) dan Supriyanto (17), Senin (30/4), dia langsung meninggalkan dump truk di lokasi kejadian dalam keadaan terkunci.

Selanjutnya Paino melihat ratusan warga keluar rumah beramai-ramai menuju lokasi kejadian. Paino khawatir dihakimi massa bergegas lari ke dalam hutan, dan pagi harinya menemui atasan tempatnya bekerja. Seperti diberitakan, tikungan tajam dan menanjak di kawasan Jalan Sekayu -Tebing Bulang Pal 13 merenggut korban jiwa. Dua pemuda Ayeng yang sedang membonceng Suprianto dengan motor Vega R BG 3950 BJ tewas mengenaskan bertabrakan dengan dump truk BG 4468 ML yang bermuatan pasir dan koral, Senin (30/4) pukul 23.00.
Dump truk yang dikemudikan Paino ini melaju dari Desa Tebing Bulang menuju Sekayu. Dump truk ini saat melintas di tikungan tajam diduga menghabisi badan jalan, sehingga menutup arah kendaraan dari depan dan dibelakang. Ayeng yang berboncengan dengan Suprianto berstatus pelajar SMU ini datang dari belakang bagian kanan dump truk, namun motor korban disenggol badan dump truk hingga terhempas dan meninggal.

Sumber: Sripo

Read More..

Thursday, May 3, 2007

Tabrak dan Lari

Dua Pemuda Tewas
Tikungan tajam dan menanjak di kawasan jalan Sekayu-Tebing Bulang Pal 13, merenggut korban jiwa. Dua pemuda Ayeng (23) yang sedang membonceng Suprianto (17) dengan motor Vega R BG 3950 BJ tewas mengenaskan setelah tabrakan dengan dump truk BG 4468 ML bermuatan pasir dan koral, Senin (30/4) pukul 23.00. Dump truk dikemudikan Paino (masih buron) ini melaju dari arah Desa Tebing Bulang hendak ke Sekayu diduga memakan seluruh badan jalan saat menikung, dan menyenggol motor korban yang mengiringi di kanan belakang. “Sopir dump truk kabur dan masih diburu,” kata Kapolres Muba AKBP Sabarudin Ginting, SIk melalui Kasat Lantas Iptu Ahrie Sonta, SH.

Sumber: Sripo

Read More..

Wednesday, May 2, 2007

Jembatan Teluk Nyaris Ambrol

Kondisi jembatan Teluk di Desa Teluk Kecamatan Lais, Kabupaten Muba, semakin memperihatinkan. Aspal jalan di atas jembatan mulai mengelupas hingga membentuk lubang dan menembus bawah jembatan. Ketika dilintasi, jembatan yang sudah tua ini berguncang.
Pantauan di lapangan, Sabtu (28/4), kendaraan tujuan Palembang-Sekayu-Lubuklinggau tetap melintasi jembatan ini dengan hati- hati. Sedangkan lampu pengatur laju kendaraan tidak lagi berfungsi. Pengendara yang melewati jembatan ini akan merasakan goncangan setibanya di bagian tengah, selain harus menghindari lubang akibat aspal yang mengelupas, sebelum melewati jembatan dari arah Desa Epil atau sekitar 10 meter sebelum melewati jembatan, pengendara dihadapkan pada kubangan lumpur jalan yang menganga dari arah lajur kiri. Akibatnya kendaraan harus antri melewati satu jalur dari arah menuju Sekayu, bahkan menunggu hingga setengah jam. Antrean kendaraan ini sempat pula memanjang hingga kendaraan terjebak di atas jembatan Teluk. Tidak bisa dihindarkan beban yang ditopang jembatan yang dibangun tahun 1946 ini semakin berat.
Melihat kondisi ini, warga beserta petugas Dinas PU Bina Marga beramai-ramai melakukan penimbunan badan jalan menggunakan pasir dan tanah, namun tidak berlangsung lama karena Minggu (29/4) badan jalan kembali membentuk lubang. Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Muba, Ir H Heri Amalindo, MM beberapa hari sebelumnya mengatakan, pembangunan jembatan Teluk II untuk mengurangi beban jembatan Teluk I memang telah selesai, namun masih menunggu pembangunan jalan penghubung, sehingga jembbatan baru itu belum dapat difungsikan.

Sumber: Sripo

Read More..

Bukan Republik Mimpi

ADA oleh-oleh dari Bupati Musi Banyuasin H Alex Noerdin sepulangnya dari Jepang. Orang Jepang, katanya, biar pun sudah sangat maju peradabannya namun masih mengejar pendidikan. Sementara di Tanah Air pendidikan untuk generasi penerus masih memprihatinkan. Banyaknya pengemis anak-anak di jalan, perkosaan terhadap anak-anak, dan kasus penyimpangan sosial lainnya menjadi pemandangan biasa di sekeliling kita. “ Lost generation diam-diam mengancam kita,” kata Alex, Senin (30/4) malam di Hotel Horison.
Malam itu penampilan Alex agak berbeda. Jalannya agak pincang. Alex pakai tongkat rupanya. Ia baru saja pulang dari Singapura setelah menjalani operasi lutut kanan akibat jatuh dari kuda beberapa waktu lalu. Namun kesakitan itu tidak dirasakan betul.
Ia bersemangat menceritakan kesuksesan dunia pendidikan di Musi Banyuasin. Dalam empat tahun terakhir, Musi Banyuasin mengubah diri menjadi kabupaten pendidikan. Biaya pendidikan di sekolah-sekolah formal mulai SD sampai SMA free alias gratis. Bahkan dalam waktu dekat Muba akan membangun kompleks pendidikan politeknik. Itu pun gratis. Bayangkan! Padahal ada 415 SD negeri, 18 SD swasta, 49 SMP negeri, 28 SMP swasta, 17 SMA negeri, 18 SMA swasta. Belum lagi sekolah berbasis agama. “Sekolah-sekolah lain mungkin boleh lebih bagus. Namun tidak ada yang gratis seperti di Muba,”kata Alex dalam jumpa pers.
Alex semalam didampingi dedengkot pendidikan Sumsel seperti Profesor H Amran Halim, Profesor H Waspodo, dan Profesor H Marshal. “Pendidikan itu mahal. Sudah jadi kewajiban pemerintah untuk membantu. Asal ada komitmen pasti bisa. Tidak ada alasan (berlindung) di balik kaya atau miskinnya suatu daerah. Tinggal bagaimana komitmen daerah tersebut. Kan ada hal-hal yang bisa disubsidi silang,”kata Alex. Dulu, lanjut Alex, lulusan SMA di Muba tidak mampu bersaing dengan SMA di luar Muba. Namun belakangan ini, dari SMAN 2 Unggulan berhasil mengantarkan 60-an alumninya ke UI dan ITB melalui jalur PMDK. Nanti ke depan, Pemkab Muba akan membuat SMA unggulan di 11 kecamatan. Alex juga membela kaum pengajar. “Kalau mau memajukan pendidikan yang pertama sampai ketiga harus diperhatikan kesejahteraan guru. Faktor keempat baru infrastruktur,” tambahnya.
Sementara di bidang olahraga, Muba juga punya sejumlah sekolah yang atletnya murni berasal dari dusun-dusun di seluruh pelosok Muba. Mulai sekolah sepakbola yunior, sekolah renang dengan pelatih dari Rusia, sekolah tenis meja, dan yang paling gres adalah sekolah terjun payung. “Kami boleh berbangga karena mereka lahir dari bumi Musi Banyuasin,” tandas Alex.
Melihat semua yang terjadi di Muba timbul pertanyaan sedemikian idealnyakah semua itu. Sebanyak 14 ribu lebih rakyat Muba seperti tinggal di negeri ajaib, negeri impian, saja. Namun Alex menjawab, ”Semua ini bukan di republic mimpi. Karena yang kami lakukan adalah hal-hal biasa dan bisa dilakukan semua daerah. Masalahnya hal ini tidak biasa dilakukan jadi tampak luar biasa,” kata Alex.

Sumber: Sripo

Read More..

Nelayan Tolak Lelang Sungai

Puluhan nelayan kecil yang mendiami pesisir Sungai Keruh Muba menolak diadakannya lelang lebak lebung terhadap sungai yang menjadi gantungan hidupmereka sehari-hari. Warga menuntut corong yang masih terpasang di landasan sungai sejak diadakannya lelang November 2005 yang mengganggu lalu lintas sungai.
Melalui perwakilannya antara lain, Zuher H Nur dan M Nasir warga mendatangi DPRD Muba dan diterima di ruang Komisi A, Senin (30/4). Kepada ketua dan anggota komisi A, warga mengungkapkan keberatannya apabila SungaiKeruh dijadikan obyek lelang lebak lebung, karena informasi yang mereka peroleh bahwa Sungai Keruh mulai tahun depan akan diusulkan menjadi objek lelang lebak lebung. Apabila sungai tersebut dilelang maka hilanglah mata pencaharian warga, karena sungai akan dikuasai oleh satu orang. “Kami mohon Sungai Keruh tetap dihapuskan dari obyek lelang karena merupakan mata pencaharian nelayan,” kata perwakilan warga.
Menanggapi aspirasi warga ini, Ketua Komisi A Hasan Usman menilai sungai yang merupakan jalur lintas umum tidak bias dilelang, namun untuk penyelesaiannya pihak terkait termasuk Dinas PMD akan segera dipanggil agar ada penyelesaiannya.

Sumber: Sripo

Read More..

Tuesday, May 1, 2007

Pengedar Ganja Dibekuk

Ahmad Berlian alias Mat Kapret (54), tinggal di KP II Kelurahan Soakbaru Sekayu, dibekuk oleh aparat Polres Muba karena kedapatan menyimpan 17 paket ganja kering, Jum’at (26/4) pukul 23.30. Dari tangan Ahmad juga disita barang bukti uang Rp 136 ribu diduga hasil transaksi ganja kering. Semula pelaku melakukan transaksi dengan petugas yang menyamar sebagai calon pembeli. Saat itu pelaku membawa 3 paket dijual Rp 10 ribu per paket. Sedangkan 14 paket lainnya disita di tempat pelaku menyimpan ganja di sebuah pondok. “Kasus ganja dengan tersangka Mat Kapret ini masih dikembangkan,” kata Kapolres Muba melalui Kasat Reskrim AKP Wahyu Sri Bintoro, SIk.

Sumber: Sripo

Read More..
Ingin mendapatkan berita secara cepat? Silahkan anda masukkan kata kunci pencarian untuk mencari artikel yang anda cari di Berita Muba ini: