BERITA MUBA sangat berterima kasih apabila Anda memberikan suatu bentuk apresiasi dalam bentuk kritik, saran, komentar ataupun tulisan dan opini karena hal tersebut akan sangat membantu untuk pembanggunan MUBA di masa mendatang. Kirim Tulisan/Opini ke asahnet@gmail.com atau asahinternet@yahoo.com

Tuesday, March 27, 2007

Oknum Wakil Rakyat Muba Dipolisikan

Bunga (25) melaporkan oknum anggota DPRD Muba, M (40) ke Siaga Ops Polda Sumsel, Senin (26/3) karena menyekap dan memperkosanya, di salah satu wisma di Sekayu 18 Februari lalu. Didampingi pengacaranya, M Wisnu Umar, SH, Bunga yang mengenakan busana hitam-putih ini mengatakan, peristiwa yang merenggut kehormatannya itu bermula dari perkenalannya dengan pelaku awal, di salah satu salon di Sekayu Januari lalu. Bahkan mereka sempat tukar nomor ponsel masing-masing. Sejak perkenalan itu, pelaku selalu menghubungi korban mengaku bisa memasukkan korban menjadi PNS di Kabupaten Muba.

“Saya waktu itu sedang potong rambut di salon itu,” kata Bunga. Meski pelaku sering menelepon, tetapi Bunga tidak diperdulikannya. Namun pelaku melancarkan rayuan maut dan berhasil memengaruhi gadis yang baru meraih gelar S1 ini, setelah mengatakan tidak memiliki maksud apa-apa kecuali menganggap Bunga sebagai anak angkat. Sementara Bunga juga menganggap M seperti orang tuanya dan beberapa kali mereka sempat bertemu.
Namun menurut Bunga, pelaku memiliki rencana lain, tepatnya 18 Februari lalu, sekitar pukul 19.00, M melepon dan mengundang Bunga ke salah satu wisma dengan dalih ada acara. “Dia juga berjanji akan membantu saya menjadi PNS asalkan saya dating ke wisma itu,” kata Bunga. Bunga kemudian mendatangi lokasi, tetapi setiba disana tidak orang lain kecuali pelaku yang kemudian memberikan minuman kepada Bunga. Diduga telah dicampuri obat tidur, tiba tiba Bunga tak sadarkan diri dan disekap di salah satu kamar Wisma.
Menurut Wisnu, Bunga tak sadarkan diri dan diperkosa pelaku.

Sumber: Sripo

Read More..

Monday, March 26, 2007

Keuangan KPUD Muba Diaudit

Terkait Pelaksanaan Pilkada
Laporan keuangan pelaksanaan pilkada yang diserahkan KPUD Muba ke Depdagri bakal diaudit. Semua pengeluaran yang berhubungan dengan teknis pelaksanaan pilkada diperiksa pertanggungjawaban keuangannya. "Laporan keuangan mulai pendataan mata pilih yang masih dalam tahap persiapan sampai pelantikan pasangan kepala daerah terpilih, sudah dilaporkan ke Depdagri untuk diperiksa. Sesuai ketentuan perundang-undangan, laporan keuangan paling lambat disampaikan Mendagri tiga bulan setelah pelantikan," kata Ketua KPUD Muba H Abdul Hadi kepada koran ini, Minggu (25/3) di Sekayu.
Dari seluruh anggaran Pilkada Muba sebesar Rp 17 miliar, tambah Abdul Hadi, semua sudah dilaporkan KPUD baik secara administrasi maupun keuangannya. Dalam audit, tidak tertutup kemungkinan Depdagri menunjuk kantor akuntan publik untuk memeriksa secara detail laporan keuangan yang disampaikan KPUD. Kemungkinan akuntan melihat langsung ke KPUD? Bisa saja dilakukan untuk melihat langsung kondisi di lapangan. Justru itu semakin baik bagi Depdagri untuk mengetahui penggunaan uang pelaksanaan pilkada. "Laporan keuangan yang disampaikan akan dicocokkan dengan kondisi di lapangan," pungkasnya.

Sumber: Sumeks

Read More..

Sunday, March 25, 2007

1000 Rumah untuk PNS

Pemkab Musi Banyuasin menyiapkan 1000 unit rumah berbagai tipe untuk pegawai negeri sipil (PNS) di daerah ini. Rumah tersebut dapat diperoleh dengan fasilitas kredit melalui kerjasama dengan Bapertarum. Lokasi rumah untuk PNS ini seluas 10 hektare bersebelahan dengan Terminal Randik.
Program Pemkab Muba ini cukup menggembirakan para PNS di Muba, terutama yang belum memiliki rumah sendiri. Apalagi sebagian besar PNS yang bertugas di Sekayu saat ini rumah yang ditempati masih menyewa dan sebagian kos. Tingkat hunian di Kota Sekayu cukup tinggi, rata rata pendatang yang bekerja di Sekayu harus menyewa rumah dengan tarif Rp 4 juta hingga Rp 5 juta per tahun, sedangkan jika menyewa bedeng sekitar Rp 250 ribu perbulan.

Kepala Dinas PU Cipta Karya Kabupaten Muba, Ir H Rizal Abdullah, Dipl, SE ketika dikonfirmasi, Jum’at (23/3) mengatakan, tahun anggaran 2007 ini dinas yang dipimpinnya bekerjasama dengan Bapertarum akan membangun 1000 unit rumah berbagai tipe yang diperuntukkan bagi PNS di lingkungan Pemkab Muba. “Pembangunan perumahan bagi PNS ini dalam rangka pengembangan wilayah Kota Sekayu dan pemanfaatan Terminal Randik yang juga akan dibangun Pasar Induk,” kata Rizal.
Disebutkan, proses pembangunan rumah di lokasi yang bersebelahan dengan Terminal Randik Tipe B di Kelurahan Kayuara Sekayu ini, telah dilakukan melalui pembebasan lahan seluas 10 hektare, sehingga pada tahun 2007 ini pembangunan fisik sudah bias dimulai. “Pemkab Muba akan menyiapkan bantuan subsidi baik mengenai tanah maupun uang muka rumah, sehingga mempermudah PNS untuk memiliki rumah dengan harga yang terjangkau,” jelasnya.

Sumber: Sripo

Read More..

Friday, March 23, 2007

Muba Satu Pintu

Sebagai wujud penyederhanaan penyelenggaraan pelayanan terpadu satu pintu di Kabupaten Musi Banyuasin telah memiliki Unit Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (UPPTSP) bertempat di Jalan Kol Wahid Udin Lingkungan II depan Kantor Bupati Muba. Jenis pelayanan cepat baik perijinan dan non perijinan secara langsung akan dilayani di kantor yang baru ini mulai April 2007, dan akan segera diluncurkan secara resmi oleh Bupati Muba, H Alex Noerdin.

Koordinator UPPTSP, Drs Agus Susilo mengakui, beberapa warga telah datang menanyakan prosedur pembuatan KTP, Askes, Kar tu Keluarga gratis melalui pelayanan satu pintu. “Manfaat UPPTSP ini efesiensi waktu dengan pelayanan cepat,” katanya.

Sumber: Sripo

Read More..

Friday, March 2, 2007

Petani Lebak Kesulitan Benih

Petani padi sawah lebak di Kelurahan Kayuara dan Balai Agung, Kecamatan Sekayu, Muba, sudah menyiapkan lahan untuk memulai penanaman. Namun karena belum surutnya air akibat pasang dan musim penghujan, serta belum tersedianya bibit padi, menyebabkan terlambatnya masa tanam, sehingga petani menunggu sampai Juni mendatang.

Pantauan di lapangan Kamis (1/3), beberapa petani padi lebak di Kelurahan Kayuara dan Balai Agung Sekayu mulai membersihkan areal sawah mereka dari hama dan tanaman gulma, yang mengganggu areal untuk ditanami padi. Mereka terdiri dari pendatang dan penduduk asli yang melakukan penanaman satu kali setahun.
Romlah (32) warga Kampung Ogan OKU sengaja datang ke Sekayu untuk memulai penanaman padi dengan memboyong anggota keluarganya. Ibu tiga putra ini mengaku, baru empat bulan tinggal di pondok mereka di atas permukaan air Kelurahan Kayuara Sekayu. Tujuannya ke Sekayu hanya untuk menanam padi lebak, seperti yang dilakukannya tahun lalu.
Hal sama dikatakan Nar-di (37), yang mengaku menyewa tiga hektare tanah untuk ditanam padi, namun hingga kini dia kesulitan bibit, sehingga bermaksud mendatangkan dari luar Muba. Nardi mengaku, biasa mendapatkan bibit atau benih padi dari sesama petani yang sudah dipersiapkan seusai panen tahun lalu.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Muba, Ir Hj Nelly Rasdiana, MSi ketika dikonfirmasi menjelaskan, untuk benih akan kami bantu.

Sumber: Sripo

Read More..

APBD KAB. MUBA TAHUN 2007 TERTINGGI SE-SUMSEL

APBD KAB/KOTA SE-SUMSELTAHUN 2007
· Muba Rp 1,5 Triliun
· Musirawas Rp 831 M
· Lahat Rp 780 M
· Muaraenim Rp 772 M
· OKI Rp 684 M
· Banyuasin Rp 600 M
· OKU Timur Rp 575 M
· OKU Induk Rp 553 M
· Ogan Ilir Rp 507 M
· Prabumulih Rp 404 M (*)
· Lubuklinggau Rp 341M (*)
· Pagaralam Rp 329 M
*) belum diajukan ke DPRD

Sumber: Sripo

Read More..

Saturday, February 24, 2007

Terdata 79 Kasus DBD

Hingga Februari 2007 tercatat 79 kasus demam berdarah denque (DBD) yang berjangkit di Kabupaten Muba. Kasus DBD yang disebabkan nyamuk aedes aegypti ini terbanyak di Kecamatan Babattoman dan Sekayu. Kepala Dinkes Kabupaten Muba, dr Hj Asmarini Ma’ruf, M.Kes yang dikonfirmasi melalui Kasubag P3L Dr H Taufik Rusdi menjelaskan, pihaknya terus mensosialisasikan pencegahan DBD ini diantaranya melalui gerakan 3 M, yaitu menimbun benda-benda yang memudahkan nyamuk berkembang biak, menguras bak mandi dan penampungan air, dan menutup/mengubur penampungan air. Sejak Kamis (22/2) kemarin, di kawasan Kelurahan Kayuara Sekayu dilakukan pencanangan gerakan penanggulangan DBD serentak se Kabupaten Muba. Pencanangan dilakukan Wabup H Pahri Azhari, ST.

Sumber: Sripo

Read More..

Jaringan Listrik Terhambat Kwh

Jaringan listrik yang telah dibangun Pemkab Muba di tujuh desa selama 2005-2006 yaitu Desa Keban, Nusa Serasan, Tanjung Agung Utara, Danau Cala, Peninggalan, Pinggap dan Pengaturan, masih terbentur masalah teknis. Penyediaan Kwh yang hanya dibatasi 600 pelanggan per tahun, tidak sesuai dengan daftar tunggu pelanggan yang telah mencapai 1500, sehingga kendala percepatan pembangunan sarana listrik di pedesaan terganggu.

Bupati Muba, H Alex Noerdin dalam paripurna menanggapi pandangan umum fraksi fraksi DPRD Muba terhadap nota keuangan RAPBD Muba, Kamis (22/2) menjelaskan, secara teknis jaringan tersebut sudah siap untuk disambungkan kepada masyarakat, namun masih terkendala penyediaan Kwh meter PLN, karena sistem kuota di mana PLN Ranting Sekayu hanya diberi jatah 600 unit Kwh meter per tahun, sedangkan daftar tunggu sudah mencapai 1500 pelanggan.
Menurut Bupati, total calon pelanggan di tujuh desa yang sudah siap untuk disambungkan sebanyak 3123 KK, ditambah daftar tunggu lebih kurang 1500 calon pelanggan, maka jika kuota Kwh meter dari PLN Ranting Sekayu 600 unit per tahun, maka untuk bisa menyambung calon pelanggan menunggu hingga tujuh tahun mendatang.

“Mengatasi masalah ini PLN pernah menawarkan produk pemasaran dengan sistem multiguna, namun tidak bisa diterima karena dirasakan terlalu memberatkan masyarakat yang harus membayar ratarata Rp 286 ribu per bulan,” kata Bupati seraya berucap, setelah beberapa kali mengadakan pertemuan dengan PLN maka disepakati desa-desa yang telah dibangun jaringan listriknya akan segera dilistriki melalui penjualan secara murah oleh PLN kepada Pemkab Muba melalui PD Muba Eletrie Power (MEP) dengan tarif sedikit lebih tinggi dari sistem regular.

Asuransi Kematian
Mengenai program asuransi kematian bagi penduduk Kabupaten Muba yang juga disoroti dewan, bupati menjelaskan, selama hampir empat tahun pelaksanaan program asuransi kematian bagi penduduk Muba, masih banyak menemui kendala dan hambatan, terutama persyaratan pengajuan klaim dan mekanisme pembayaran klaim yang membutuhkan waktu lama sehingga dalam hal ini tidak bisa menyalahkan pihak asuransi, mengingat ada persyaratan, mekanisme dan prosedur tertentu yang harus dilalui sebelum dilakukannya proses pembayaran klaim oleh pihak asuransi.

Untuk masa mendatang program asuransi kematian bagi penduduk Kabupaten Musi Banyuasin ini akan dikelola sendiri oleh Pemkab melalui unit penyelenggaraan pelayanan terpadu satu pintu yang dibentuk berdasarkan Permendagri No.24 tahun 2006 Tentang Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dengan nama “Santunan Kematian Bagi Penduduk Musi Banyuasin”. Asuransi kematian mulai 2007 dinaikkan menjadi Rp 3 juta perjiwa.

Sumber: Sripo

Read More..

Saturday, February 17, 2007

Gugatan Cerai Meningkat

Kasus perceraian dalam rumah tangga di Muba cenderung meningkat. Awal 2007 ini saja sudah tercatat 40 kasus gugatan cerai yang diajukan kepada Pengadilan Agama Sekayu. Data yang dihimpun, jumlah gugatan cerai tahun 2006 mencapai 290 kasus meningkat dari tahun 2005 yang hanya 190 kasus. Jumlah ini diperkirakan semakin meningkat tahun 2007 yang hingga Februari ini saja sudah mencapai 40 kasus. “Kasus cerai sebagian besar diajukan pihak perempuan yaitu cerai gugat. Alasan cukup beragam, seperti tanggung jawab suami, kekerasan dalam rumah tangga, moral, dan ada pula alasan pihak ketiga sehingga timbul perselingkuhan,” kata Kakan Pengadilan Agama Sekayu, Drs H A Suyadi dihubungi seusai paripurna DPRD Muba, Kamis (15/2). Namun, kata Suyadi, pengadilan tetap menempuh penyelesaian melalui jalan damai dan pisah. Cerai yang diajukan hanya sekitar 2 persen cerai talak.

Sumber: Sripo

Read More..

Friday, February 16, 2007

RAPBD Muba Rp 1,5 T

Total Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Musi Banyuasin tahun 2007 mencapai Rp 1,58 triliun lebih, atau mengalami kenaikan sebesar Rp 332,01 miliar (26,39 persen) dibanding anggaran tahun 2006 lalu. Walaupun pada tahun 2007 terdapat defisit anggaran sebesar Rp 173,6 miliar, namun rencananya akan dibiayai dari sisa lebih perhitungan anggaran tahun lalu (Silpa). RAPBD Muba Tahun 2007 terdiri dari anggaran pendapatan Rp 1,35 triliun lebih, anggaran belanja Rp 1,52 triliun lebih, anggaran penerimaan pembiayaan Rp 233,6 miliar. “Total anggaran yang diajukan ini tertinggi di antara 14 kabupaten/ kota di Sumsel,” kata Alex Noerdin, Bupati Muba saat menyampaikan pidato pengantar nota keuangan RAPBD Tahun 2007 dalam rapat paripurna DPRD Muba, Kamis (15/2). Paripurna dipimpin Ketua DPRD Muba, H Sulgani Paku Ali, SIP.

Sumber: Sripo

Read More..

High school in South Sumatra breaks new ground with radio station

One of the top high schools in Indonesia's South Sumatra province has launched a radio station that is breaking new ground.

High school students in Sekayu take to the airwaves at the launch of their community radio station.

Called the Suara Smanda or Voice of Smanda, the station will air programmes to reach out to the student population and beyond.

In times of disasters, it will also help disseminate information to the public and coordinate emergency response.

The area experiences widespread flooding during severe monsoon seasons as well as annual forest fires.

While there are many community radio stations across Indonesia, this project is unique – it is the first radio station in Indonesia to be run by high school students and teachers.

Apart from its use in warning people during disasters, it will serve as a platform for informing the community about current affairs and educating them about social and development issues.

While many homes have television sets, radio is still the most popular medium in the province.

John Pederson, English Teaching Assistant, said: "It has the potential to bring in news from Jakarta, from Singapore from anywhere in the world with a very simple receiver. It can broadcast to the Sekayu community, providing an immediate benefit to the community and it also gives students an idea of what quality journalism sounds like."

Students will get the latest news from the newly built internet café, which has 10 computers with broadband access.

The internet cafe and radio station were built by an NGO in Singapore, with help from local authorities and an Indonesian foundation.

They hope to improve the quality of education by creating a model school for the province.

Eddy Henry, Sampoerna Foundation's Program and Alumni Affairs Director, said: "This is just a start. The education problem in Indonesia is such a big problem and the Ministry of Education cannot do the work itself and neither can Sampoerna Foundation. So we are trying to gather support firstly from Lien Aid and Lien Foundation from Singapore to help us work together to help the other areas of education."

Organisers hope that in the long run, the students will feel empowered to make a difference in their community.

Sumber: www.channelnewsasia.com

Read More..

Wednesday, February 14, 2007

Siswa Kesurupan Menyebar

Setelah puluhan siswa SMU Muhammadiyah 1 Sekayu mengalami kesurupan dan sempat tidak sadarkan diri, peristiwa serupa dialami siswa/i SMUN 1 Sekayu. Kesurupan yang dialami siswa dua minggu terakhir ini sebanyak dua kali, sehingga diambil tindakan cepat oleh pihak sekolah, termasuk memanggil paranormal dan memperpendek jam belajar agar tidak menyebar terhadap siswa lainnya.

Informasi yang dihimpun, keadaan tidak sadarkan diri yang diikuti dengan kejangkejang dan mengigau sudah dua kali menimpa para siswa SMUN I Sekayu. Peristiwa pertama terjadi Rabu (7/2) yang dialami delapan siswa kelas I dan II. Setelah sempat diantisipasi dengan pemindahan roh halus yang diduga telah mengganggu siswa ke tempat yang aman oleh paranormal, namun ketenangan siswa hanya berlangsung selama dua hari saja. Peristiwa serupa kembali terjadi Senin (12/2) menimpa 18 siswa.

Informasi yang dihimpun dari Ita siswi kelas II SMUN 1 Sekayu, kejadian berawal pagi hari usai berlangsungnya upacara bendera. Salah satu siswa kelas I.6 mendadak pingsan lalu dibawa ke ruang kantor. Siswi tersebut sempat sadar namun selalu mengigau dan kejang-kejang sambil menunjuk dengan tangannya lokasi sumur bekas reruntuhan bangunan lama yang sedang dilakukan pemugaran. Keadaan serupa juga menyebar terhadap siswa lainnya sehingga para guru langsung mengamankan mereka pada satu lokasi di ruang kantor. Setelah tidak sadar dan terus mengigau hingga hampir setengah jam siswa/i ini kembali sadar dan sempat mengaku tidak mengetahui keadaan sebelumnya yang pernah dialaminya. Arpani dan Sri Maharani, dua
guru SMUN 1 yang dikonfirmasi, Selasa (13/2) membenarkan kesurupan yang dialami siswanya. Menurut Arpani, kejadian ini sudah beberapa kali dialami siswanya dan sudah diantisipasi sekolah dengan mendatangkan paranormal yang diharapkan dapat mengusir roh halus yang mengganggusiswanya.

Sumber: Sripo

Read More..

Pemda MUBA, Lien AID, dan SF luncurkan 4 Program Percontohan Penunjang Pendidikan

Pemerintah Daerah Musi Banyuasin (MUBA), bekerjasama dengan Lien Aid, sebuah yayasan asal Singapura dan Sampoerna Foundation meluncurkan empat program percontohan penunjang pendidikan untuk peningkatan kualitas pendidikan di SMAN 2 Unggulan Sekayu, MUBA (7/2). Keempat program tersebut adalah pengadaan air bersih, sistem eko-sanitasi dengan menggunakan pemisahan air urin, radio komunitas, dan kafe internet. Peluncuran program ini adalah tindaklanjut dari kesepakatan sebelumnya, September 2006 lalu.

Lien Aid yang awal kerjasamanya dengan pemerintah kabupaten MUBA difasilitasi oleh Sampoerna Foundation ini berkesimpulan bahwa keempat program ini merupakan hal yang paling dibutuhkan oleh masyarakat Sekayu. Sebagai awal dari bantuan yang diberikan, Lien Aid memilih SMAN 2 Unggulan Sekayu sebagai model percontohan khususnya bagi program pengadaan air bersih dan pengunaan sistem eko-sanitasi dengan pemisahan air urin.

Chairman Lien Aid, Lee Poh Wah mengatakan bahwa penyediaan fasilitas air bersih dan sanitasi sama pentingnya dengan keberadaan guru berkualitas terhadap perkembangan para muridnya. Oleh karena itu, sangatlah penting bagi para siswa untuk menjaga kesehatan mereka untuk menjamin kemampuan mereka untuk belajar dengan baik di sekolah. Selain itu, Lien Aid juga memperkenalkan sistem eko-sanitasi yang menggunakan pemisahan air urin dari kotoran padat lainnya. Sistem ini sangatlah mudah dan murah dan hasilnya akan dikumpulkan untuk digunakan dalam aktifitas praktikum di laboratorium SMAN 2 Sekayu. Sistem ini berguna untuk menunjukkan besarnya kandungan nutrisi yang terdapat dalam air urin dan fungsinya sebagai pupuk dalam lingkaran ekologi. Lien Aid tertekad memotivasi sekolah-sekolah lain di Sekayu maupun di daerah lain di Indonesia untuk menerapkan program-program ini guna meningkatkan kualitas sekolah tersebut.

Sedangkan Radio Suara SMANDA yang merupakan radio komunitas pertama di Musi Banyuasin atau bahkan mungkin di Indonesia yang dikelola oleh siswa SMA ini bertujuan sebagai sarana pertukaran informasi dari, oleh, untuk siswa dan guru SMAN 2 dan seluruh masyarakat Sekayu. “Radio Komunitas dan Kafe Internet ini diharapkan dapat menjadi sarana pendidikan bagi masyarakat Sekayu dalam penanganan bencana seperti bencana kebakaran hutan maupun banjir, karena wadah ini sangatlah berpotensi untuk menyebarkan informasi secara merata di masyarakat dan dapat meningkatkan rasa persaudaraan dan persatuan. Selain itu, radio komunitas juga dapat digunakan sebagai alat pertahanan, penyebaran informasi serta cara yang tepat untuk memobilisasi para penduduk,” ungkap Lee Poh Wah.

“Penerapan keempat program ini merupakan suatu bentuk nyata dari komitmen pemerintah MUBA untuk meningkatkan kualitas pendidikan di MUBA, “Ungkap Bupati Musi Banyuasin, Alex Noerdin, dalam sambutannya saat peluncuran keempat program ini.

Sedangkan, Elan Merdy, Chief Operating Officer Sampoerna Foundation menyatakan bahwa Sampoerna Foundation sangat bangga menjadi mitra Lien Aid dan Pemda MUBA dalam penerapan keempat program yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Sekayu ini. “Kami harap, integrasi keempat program ini dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain di Musi Banyuasin dan di Indonesia pada umumnya untuk meningkatkan kualitas pendidkan,” ungkap Elan.

Sumber: www.sampoernafoundation.org

Read More..

Tuesday, February 13, 2007

Pengaruh Seismic Dikaji Ulang

Pekerjaan Seismic yang dilakukan PT Medco E & P Indonesia di Desa Teluk Kijing III Kecamatan Lais Muba yang diduga mempengaruhi hasil perkebunan, dugaan pencemaran sumur, dan kerusakan pondasi perumahan warga, akan dikaji ulang oleh dinas terkait.
“Kajian ini setelah dilakukan tinjauan langsung ke lapangan oleh tim terpadu menindaklanjuti aksi demo warga ke DPRD Muba, 30 Januari 2007 lalu,” kata Ketua Komisi A DPRD Muba, Anwar Hasan, BA didampingi sekretarisnya Ir Nurhan Putrajaya, BA, Senin (12/2).

Menurutnya, hasil tinjauan ke lapangan yang dilakukan tim terpadu antara lain Komisi A DPRD Muba, Bapedalda, Dinas PU Cipta Karya, Kabag Pemerintahan, Kabag Hukum dan pihak PT Medco E & P Indonesia merangkum temuan adanya rintisan dari pekerjaan Seismic oleh PT Medco yang melalui Kebun Asmadi dan eks titik bor yang berada di lokasi kebun Asmira betulbetul ada dengan ditemuinya eks kabel dan patok dengan kode RL-88-Line Biru dan RL-08-15-21.
Untuk sumur dan kebun durian yang diduga tercemar, menurut Nurhan, kondisi yang ada tidak begitu jelas lagi dan untuk itu diminta kepada instansi terkait yaitu Bapedalda agar mengevaluasihasil pemeriksaan di lapangan.

Sumber: Sripo

Read More..

Sunday, February 11, 2007

Dodi Reza Alex Pimpin HIPMI Sumsel

Terpilih secara aklamasi, Dodi Reza Alex akhirnya memimpin Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sumsel masa bakti 2007-2010. Dari kelima calon HIPMI Sumsel, tiga calon ketua umum lainnya, M Kanopi Yandri, Bustomi Reni Putra, dan Yusransyah mengundurkan diri sebelum pencalonan dimulai.
Sedangkan Muhammad F Ridho ST MT, kandidat yang akan bersaing dengan Dodi Reza Alex pun mengundurkan diri saat akan melakukan paparan visi dan misi, serta voting di hadapan para utusan BPC HIPMI se-Sumsel.
Saat mengundurkan diri, Muhammad F Ridho menyatakan, dirinya batal melanjutkan bursa pemilihan ketua HIPMI Sumsel karena beberapa pertimbangan. Pertimbangan utama, menurut dia, dirinya merupakan calon ketua umum termuda di antara kelima calon ketua umum HIPMI Sumsel lainnya. “Tak ada kata lain, untuk menghormati yang lebih senior, saya menyatakan mengundurkan diri sebagai calon ketua umum HIPMI Sumsel,” tegas pria kelahiran 13 Maret 1973 itu, kemarin.
Lulusan Magister Teknik ITB Bandung 1999 ini menegaskan, pengunduran dirinya sebagai calon ketua umum demi menjaga persatuan dan kesatuan HIPMI Sumsel ke depan. Dan secara tegas ia menyatakan mendukung penuh Dodi Reza Alex untuk menjadi ketua umum HIPMI Sumsel 2007-2010. “Saya pribadi akan terus men-support kak Dodi menjadi ketua umum HIPMI Sumsel. Mudah-mudahan, ke depan HIPMI Sumsel akan lebih berkembang dan maju,” imbuh Ridho.
Sementara, Wakil Gubernur Sumsel Prof dr H Mahyuddin NS SpOG yang hadir dalam acara tersebut menuturkan, HIPMI memiliki tugas besar dalam membangun pembangunan ekonomi kerakyatan. “Sumsel kaya dengan sumber daya alam (SDA). Tentunya, HIPMI bisa berperan aktif memberikan kontribusi dalam pembangunan Sumsel dengan pemanfaatan potensi yang dimiliki,” ujar Mahyuddin.
Saat ini, sambungnya, kendala yang dialami untuk menggali potensi yang ada karena rencanya tingkat indeks pembangunan manusia (IPM). Hal ini dilatarbelakangai dari kurangnya modal dalam hal ini akses perbankan, teknologi yang belum dikuasai, sumber daya manusia yang rendah, dan tidak adanya pasar untuk penyerapan produk yang dihasilkan.
“Saya harapkan, HIPMI bisa tampil ke depan dalam pengembangan ekonomi. Khususnya dengan upaya peningkatan IPM dan SDM guna mengejar pembangunan,” tuturnya.
Dalam Musda XI, sejumlah pengurus BPC HIPMI pusat turut hadir, di antaranya Ketua BPC Saigala Ulung, mantan ketua HIPMI di antaranya H Affandi Udji SE.

Sumber: Sumeks

Read More..

Friday, February 9, 2007

NIKAH GRATIS DI MUBA

Pernikahan gratis yang dijanjikan Bupati Muba kepada masyarakatnya sangat ditunggu-tunggu warga, termasuk pembuatan SIM gratis dan bantuan hukum bagi warga yang sedang berperkara. Realisasi program ini akan disampaikan melalui RAPBD 2007 mendatang. Beberapa kalangan menilai terobosan yang dilakukan Pemkab Muba dengan mengurangi beban masyarakat diharapkan dapat membantu terciptanya partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan. Bupati Muba, H Alex Noerdin yang dihubungi seusai peresmian empat program unggulan di SMU 2 Unggul Sekayu, Rabu (7/2).

Sumber: Sripo

Read More..

Saturday, February 3, 2007

Berkas Kasus Pembalakan di Sumsel Dilimpahkan

Beberapa kasus pembalakan liar di wilayah Sumatra Selatan mulai masuk pengadilan. Salah satunya adalah berkas kasus dugaan pembalakan hutan secara liar yang dilakukan seorang pengusaha bernama Ahmad Rifai di Kabupaten Musi Banyuasin dinyatakan sudah lengkap (P-21).

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes (Pol) Abusofah Ibrahim, mengatakan berkas kasus dugaan pembalakan dengan tersangka Ahmad Rifai selama ini ditangani oleh Polres Musi Banyuasin dan sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Sekayu. ''Berkasnya sudah ada di tangan jaksa (P-21) sekitar dua pekan lalu, pemeriksaan di kepolisian sudah tuntas,'' kata Abusofah. Tidak disebutkan secara rinci berapa kerugian negara akibat perbuatan tersangka. Ia mengatakan dalam penyidikan kasus pembalakan itu juga melibatkan tenaga ahli dari kehutanan.

Sementara itu, pembalakan liar di Kab Musi Banyuasin ataupun di kabupaten lainnya di Provinsi Sumsel masih terus terjadi, bahkan baru-baru ini ada 49 mobil pengangkut kayu (truk sejenis tronton) yang memuat hasil illegal logging. Kayu yang diduga dimiliki dan dibekingi oleh tersangka Ahmad Rifai itu berhasil ditangkap aparat keamanan di daerah Bayung Lincir, Musi Banyuasin, Sumsel. Sementara itu, sejumlah orang yang mengatasnamakan Rakyat Musi Banyuasin dan Koalisi Peduli Pembangunan Muba berunjuk rasa di depan halaman Departemen Dalam Negeri di Jalan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (1/2) menuntut agar pelaku korupsi di wilayah tersebut ditindak tegas.

Menariknya, dalam aksi unjuk rasa tersebut, sejumlah peserta berasal dari Jakarta, bahkan ada yang mengaku tinggal di Pulogadung dan sudah tiga kali ikut unjuk rasa tersebut. Mereka mengakui berkumpul dan berdemo di Jakarta punya satu misi tentang pembangunan di Muba. ''Saya sudah tiga kali ikut unjuk rasa ini,'' kata salah seorang massa yang mengenakan pita kuning di dadanya dan mengaku tinggal di Pulogadung. Massa itu berkumpul sejak pukul 11.00 WIB di depan pintu gerbang Depdagri dan dijaga ketat oleh petugas kepolisian. Akibat unjuk rasa tersebut, sebagian jalan Merdeka Utara di depan Depdagri dipakai massa bergerombol.

Sumber: Republika

Read More..

Thursday, February 1, 2007

Kinerja Kepala Dinas Dievaluasi

Pejabat Eselon II Dilantik

Prakiraan bakal terjadi mutasi besar-besaran di awal masa jabatan pasangan kepala daerah terpilih H Alex Noerdin-H Pahri Azhari ternyata sedikit meleset. Hanya delapan pejabat eselon III dan dua pejabat eselon II yang diangkat dan dimutasi dalam SK Bupati Muba Nomor 821/10/Kep/BKD.Diklat/2007 tertanggal 29 Januari 2007, ditandatangani Bupati Alex Noerdin.

Mutasi yang dilakukan bupati sangat tertutup dan diawali rapat staf. Hanya pejabat yang diundang yang mengetahui mutasi. Kabag Humas Pemkab Muba Indita Purnama SSos kepada koran ini, Selasa (30/1) mengatakan, bupati dalam sambutannya mengatakan kinerja pejabat di Muba mulai eselon IV sampai eselon II akan dievaluasi dalam waktu enam bulan. Bupati Alex juga akan melakukan general check up terhadap PNS untuk mengetahui kesehatannya. "Tahap awal pejabat eselon II," tukas Indita.

Mereka yang dilantik dr Hj Asmarani Makmun MKes sebagai pelaksana tugas kepala Dinas Kesehatan Muba menggantikan dr H Hibsah Ridwan MSc yang masuk masa persiapan pensiun. Dokter Hj Asmarani sebelumnya salah satu kasubdin di Dinas Kesehatan Pemprov Sumsel. H Hazuar Bidui AZ SSos MM yang sebelumnya kabag Keuangan Setda Pemkab Muba diangkat menjadi pelaksana tugas kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah Muba.
Adapun delapan pejabat eselon III yang dimutasi dan diangkat Drs H Ishak AS sebagai kabid Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera di BKBKS Muba. Sebelumnya Ishak sebagai kasubdin Farmasi dan Makanan di Dinkes Muba. H Maskana SE dimutasi menjadi kabag Tata Usaha Dinas Diknas Muba dan sebelumnya kabag Tata Usaha di Dinas Pertambangan dan Energi Muba. Pos yang ditinggalkan Maskana digantikan Drs Syafaruddin yang sebelumnya pelaksana tugas kasubdin Program dan Informasi Distamben Muba. Kemudian, Zulkarnain SE MSi diangkat sebagai pelaksana tugas kabag Keuangan Sekretariat DPRD Muba. Sebelumnya Zulkarnain kasubag Perusahaan, SDA, dan Energi Bagian Perekonomian, Ir Tri Yulisman Eka yang sebelumnya kasi Monitoring, Informasi, Kerja Sama Pemasaran di Dinas Perkebunan dipromosikan sebagai pelaksana tugas kasubdin Rehabilitasi Hutan dan Lahan di Dinas Kehutanan Muba. Ir Rismawati Gathmyr M Eng yang sebelumnya kasi Perencanaan Teknik di Dinas PU Bina Marga dipromosikan menjadi pelaksana tugas kasubdin Pengendalian Operasional dan Pengujian di dinas yang sama, Ir Robert Heri dimutasi menjadi kasubdin Geologi di Dinas Pertambangan dan Energi Muba. Pos yang ditinggalkan Robert Heri bertukar posisi dengan Ir Marwan Saragih yang sebelumnya pelaksana tugas kasubdin Geologi.

Sumber: Sumeks

Read More..

Wednesday, January 31, 2007

Rumah Retak Warga Demo

Puluhan warga Desa Teluk Kijing III Kecamatan Lais Muba menggelar aksi demo di depan gedung DPRD Muba.

Puluhan warga Desa Teluk Kijing III Kecamatan Lais Muba menggelar aksi demo di depan gedung DPRD Muba. Mereka memprotes aktivitas penambangan yang diduga merusak konstruksi bangunan rumah dan pencemaran lingkungan.
Menggunakan satu unit truk, warga sempat melakukan orasi sebelum perwakilannya diterima Komisi A. Puluhan warga Desa Teluk Kijing III ini mulai menggelar aksinya, Selasa (30/pukul 09.30 dan mendapat pengawalan ketat dari aparat keamanan yang langsung menutup pagar gedung dewan. Sembilan perwakilan warga yang diterima Ketua Komisi A, Anwar Hasan, BA didampingi sekretarisnya Nurhan Putrajaya serta anggotanya. Melalui perwakilannya, C Kawairus didampingi Fahrulrozi, warga melaporkan mengenai aktivitas pertambangan yang dilakukan PT Medco E & P Indonesia di lapangan Kaji Desa Bonot sekitar Desa Teluk Kijing III, mengakibatkan terjadinya pencemaran terhadap sumur, kerusakan lingkungan berupa tanam tumbuh dan kerusakan konstruksi rumah, sehingga warga menuntut ganti rugi.

Warga juga menuntut agar PT Medco dan instansi terkait dapat transparan dalam menyelesaikan tuntutan warga, sehingga dapat dilakukan secara menyeluruh. “Tidak ada kesimpulan aparat terkait yang melakukan investigasi ke lapangan dan tidak adanya transparansi kepada masyarakat justru beberapa warga disodori ganti rugi yang dilakukan diam-diam dan tidak menyeluruh,” kata Kawairus di hadapan dewan. Sejauh ini kata warga, sumur warga yang mengalami pencemaran dua unit, tanam tumbuh milik 8 orang, sejumlah rumah retak.Menanggapi keluhan masyarakat ini, Komisi A berusaha mendatangkan pihak PT Medco namun belum berhasil, sehingga meminta warga menginventarisir kerugiannya, dan akan diadakan pengecekan langsung ke lapangan 6 Februari 2006 antara Komisi A, PT Medco, dinas dan instansi terkait.

Sumber: Sripo

Read More..

Tuesday, January 30, 2007

Operasi PT GPI Distop

Warga Blokade Jalan Satu Truk TBS Ditahan
Ratusan warga yang berasal dari tujuh desa dalam Kecamatan Babattoman Muba, Senin (29/1) memblokir jalan antara areal perkebuan LU III dan V Desa Karang Ringin dan menghentikan laju truk pengangkut sawit yang membawa hasil kebun PT Guthrie Peconnina Inonesia (PT GPI). Aksi massa ini sebagai bentuk protes masih berlarutlarutnya penyelesaian sengketa
lahan warga dengan PT GPI sejak 1998 lalu. Hingga pukul 13.00 kemarin, sebuah truk terpaksa distop warga sehingga tidak bisa melanjutkan aktivitasnya membawa tandan buah segar (TBS) milik perusahaan asal Malaysia itu.

Guna menghambat aktivitas laju kendaraan warga yang terpaksa memportal jalan menuju lahan LU V dan mendirikan tenda di lokasi. “Truk distop dulu dan surat somasi telah kami sampaikan dan belum ada itikad baik GPI untuk memenuhi kesepakatan, sementara kami pemilik tanah mau mengambil hak kami,” tegas Hj Juraini seraya menjelaskan bukti- bukti telah diadakannya pengukuran dari BPN Pusat, 24 Mei 2000 lalu yang menunjukkan adanya kelebihan tanah seluas 1496,7 hektare diluar HGU dan dimiliki PT GPI. Juraini didampingi suaminya menyatakan, belum menentukan hingga kapan aksi massa dari tujuh desa, masing-masing Karang Ringin, Napak, Ulak Teberau, Karang Anyar, Bumiayu, Tanjung Durian, dan Mangunjaya itu, menduduki lahan yang diklaim haknya ini, hingga ada penyelesaian serius dari GPI.

Pengambil Putusan
Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Muba, Ir Hj Suratinah Hamzah yang dikonfirmasi menjelaskan, semua pihak diharapkan hadir dalam pertemuan membahas penyelesaian sengketa lahan di lahan utama II PT GPI. Pertemuan yang difasilitasi Pemkab Muba ini sempat ditunda dan akan digelar hari ini (Selasa,Red) menghadirkan kuasa hukum warga dan pihak manegemen PT GPI yang diharapkan dapat mengambil keputusan.
“Bagi perwakilan GPI yang hadir namun bukan mengambil keputusan lebih baik pulang saja, dan kita serius dalam penyelesaian lahan ini,” kata Suratinah seraya berucap, akan memfokuskan dulu penyelesaian lahan di LU II, namun tidak menutup kemungkinan penyelesaian dilakukan pula untuk lahan luar LU II atau ditunda dalam satu minggu kedepan.
Suratinah menjelaskan, penyelesaian lahan warga yang dikoordinir HJ Juraini Ma’ruf ini, sebelumnya ditangani Pemprov Sumsel dan telah diadakan pengukuran, sehingga disepakati ada kelebihan lahan akan diserahkan kepada warga. Melihat kondisi ini, Pemkab Muba berharap penyelesaian sengketa lahan ini dapat tuntas dan bila sudah ada putusan semua pihakdapat menghormatinya.

Sumber: Sripo

Read More..

Sunday, January 28, 2007

Listrik Desa Selesai 2007

Pemkab Muba melalui Dinas Pertambangan dan Energi menargetkan masuknya aliran listrik ke 205 desa mencapai 93 persen hingga akhir 2007 ini. Upaya yang akan ditempuh menggunakan sisten curah, dan membangunpembangkit sendiri melalui perusahaan daerah bekerjasama dengan swasta. Rancangan mengenai penuntasan program listrik masuk desa ini akan segera diajukan dalam RAPBD 2007 yang akan segera dibahas oleh DPRD Muba. Sementara itu Pembangkit Listrik Renaga Diesel PLTD) yang berkekuatan 2 x 500 KW telah beroperasi di Kecamatan Lalan akhir 2006 lalu, dan mampu melayani 1900 pelanggan di 16 desa dan akan terus ditingkatkan jumlah pelanggannya sesuai target mencapai 3000 pelanggan. “PLTD ini beroperasi melalui kerjasama perusahaan daerah Muba Electrical Power yang merupakan anak perusahaan PT Petro Muba dengan PT Tambora Mandiri,” kata Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Muba, Ir HM Zuher Effendi yang dikonfirmasi, Jum’at (26/1).

Disebutkan, jaringan pembangkit listrik di pedesaan hingga akhir 2006 lalu telah mencapai 58,8 persen, sehingga ditargetkan oleh Bupati Muba hingga akhir 2007 mendatang mencapai 97 persen bisa menjangkau seluruh pelosok pedesaan di Kabupaten Muba. Desa yang sulit terjangkau aliran listrik, lanjut Zuher, adalah desa yang terletak pada radius 20 Km dari instalasi listrik, sehingga mulai 2008 mendatang akan dibangun terpisah baik melalui generator maupun yang berbahan bakar solar. “Kendala yang ditemui dalam pemasangan aliran ini, masyarakat siap memasang tapi PLN memiliki keterbatasan pemasangan baru karena satu kabupaten dalam satu tahun dijatah 600 pelanggan baru, sedangkan yang akan dibangun oleh Pemkab Muba mencapai 5000 pelanggan setiap tahunnya,” katanya.

Zuher menjelaskan, untuk mengatasi kendala ini ada, dua solusi yang ditawarkan yaitu Pemkab akan memakai sistem curah yaitu PLN akan menjual kepada Pemkab Muba yang memasang 1 KWH terpusat di pangkal jaringan dan pelayanan ke pelosok dilakukan Pemkab Muba melalui perusahaan daerah. “Namun kita masih sosialisasi tentang syarat dan melakukan survey dahulu minimal 200 KVA per bulan harus dibayar kepada PLN dan ketentuan lainnya termasuk biaya beban dan sebagainya,” papar Zuher.
Alternatif kedua, tukas Zuher, akan dibangun pembangkit sendiri melalui perusahaan daerah bekerjasama dengan swasta masing-masing di Kecamatan Sekayu sebesar 2 x 5 MW, Desa Peninggalan (Bayung Lencir) sebesar 1 x 3 MW dan desa Lalan yang akan menggantikan PLTD sebesar 1 x 3 MW. Daya yang akan dihasilkan dalam kerjasama ini akan digunakan untuk melayani masyarakat dan sebagian lagi akan dijual ke PLN, karena PLN juga harus membeli disebabkan tarifnya yang murah dibanding diesel,” tandasnya.

Sumber: ripo

Read More..

Thursday, January 25, 2007

9.400 Ekor Ayam Mati ..FLU BURUNG..

Peternak Gulung Tikar

Wabah flu burung yang disebabkan virus avian influenza (AI) secara drastis mematikan usaha peternakan di Kabupaten Muba. Sedikitnya sudah 9400 ekor ayam pedaging yang dipelihara beberapa unit usaha peternakan ayam Muba, sejak dua pekan terakhir mati.
Pantauan di lokasi peternakan ayam potong milik Alpian(37) di kawasan Kelurahan Balai Agung Sekayu, Rabu (24/1), dari 7000 ekor ayam yang dipeliharanya tinggal menyisahkan sekitar 800 ekor saja. Ayam pedaging dengan umur rata-rata 40 hari itu, secara berangsur dalam kurun waktu dua pekan mati hingga mencapai 6200 ekor. Sehari-harinya Alpian dan pekerjanya sibuk membakar atau merebus ayam yang mati lalu dibuang ke dalam tambak ikan. “Saya berhenti dulu beternak ayam, saya rugi besar,” tandas Alpian.

Kondisi serupa dialami peternakan yang dikelola Suganda (48), warga Dusun II Desa Lumpatan. Dari 3700 ekor ayam pedaging yang diusahakannya tinggal menyisakan 500 ekor saja. Hal serupa menimpa usaha peternakan Muslim (34) dan Samsul (43), di Kelurahan Balai Agung, yang menyebabkan satu persatu peternak ayam pedaging gulung tikar. Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Muba, Ir Hj Nelly Rusdiana,MSi didampingi stafnya sibuk dengan program penyemprotan kandang ayam yang sebagian besar tidak ada lagi unggasnya. “Sejak Mei hingga Desember 2006 lalu telah dikirim 270 sampel darah ayam dari 11 kecamatan ke laboratorium di Lampung, namun hasilnya negatif, dan ayam tersebut terkena tetelo
newcastle’s disease (ND),” katanya. Namun untuk sementara ini warga disarankan tidak memelihara unggas. Dinas Perternakan telah menyiapkan 80 liter cairan disinfektan yang satu liternya bisa cicampur air 250 liter.
Sedangkan warga yang tinggal di bantaran Sungai Musi kawasan Kelurahan Balai Agung Sekayu dan sekitarnya, mulai takut memanfaatkan air sungai karena banyaknya bangkai ayam yang dibung warga ke sungai. “Setiap hari bangkai ayam terlihat hanyut terbawa arus sungai,” kata beberapawarga.

Sumber : Sripo

Read More..

Tuesday, January 23, 2007

TOLAK UANG RAPEL PP 37

Fraksi PDIP di DPRD Kabupaten Muba dengan tegas akan mematuhi instruksi DPP PDIP, perihal uang tunjangan isentif dewan sesuai PP No.37/2006 yang akan dibayarkan secara rapel. “Instruksi DPP PDIP No.1093/IN/DPP/I/ 2007 sifatnya wajib dilaksanakan oleh semua anggota dewan dari PDIP, yakni menolak dana rapel yang diatur melalui PP 37/2006,” kata Sekretaris DPC PDI-P Muba, Beni Hernedi. Sedangkan anggota DPRD Muba dari PKS,
H Maghmudi Basri ketika dikonfirmasi, Minggu (21/1) mengatakan, pihaknya akan melaksanakan petunjuk dan instruksi DPP PKS. “Rapel yang akan dibayarkan itu dihitung sejak awal 2006,” kata Mahmudi.

Sumber : Sripo

Read More..

Dianggarkan Rp 320 Miliar

Pemkab Muba memacu pembangunan dan peningkatan poros jalan kabupaten yang menghubungkan ibukota kecamatan. Selain itu akan diperbaiki juga poros jalan ke desa-desa yang diharapkan selesai 2008 mendatang. Untuk proyek jalan kabupaten ini, Dinas PU Bina Marga setempat mendapat alokasi dana Rp 320 miliar melalui APBD Muba Tahun 2007.
Dianggarkan Rp 320 Miliar “Pembangunan yang cepat salah satunya melalui perbaikan dan peningkatan jalan desa dan jalan kabupaten yang dituntaskan dalam satu tahun anggaran, sehingga masyarakat bisa dengan mudah mengakses transportasi menuju ibukota kecamatan, ibukota kabupaten dan menuju jalan provinsi,” kata Bupati Muba, Ir H Alex Noerdin yang dikonfirmasi seusai pelantikannya minggu lalu.

Sedangkan Kepala Dinas PU Bina Marga Muba, Ir H Heri Amalindo, MM yang dihubungi, Senin (22/1) menjelaskan, jalan antar desa dalam kabupaten menuju ibukota Sekayu panjangnya mencapai 1300 Km, kondisinya 75 persen sudah baik, sehingga perlu diadakan perbaikan menyeluruh, dan sebagian akan ditingkatkan. Heri merinci jalan yang perlu mendapat peningkatan maupun perbaikan antara lain jalan desa Sukarame menuju Simpang Sari-desa Tanah Abang Kecamatan Batangharileko menuju desa Saut-Simpang Selabu menuju desa Dawas dan Trans C-2 kecamatan Sungaililin menuju desa Peninggalan, yang akan membuka akses menujujalan negara.

Sumber : Sripo

Read More..

Friday, January 19, 2007

Kades Sukamakmur Masuk Penjara

Diduga Selewengkan Uang Tunjangan
Abdul Rahman,Bc Hk, oknum Kepala Desa Sukamakmur kecamatan Lalam Muba meringkuk di sel tahanan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Sekayu.
Ia diduga telah menyalahgunakan uang tunjangan perangkat desa senilai 121.950.000 dari APBD Selama lima tahun dan dapat dijerat UU Tindak Pidana Korupsi. Abdul Rahman, warga Dusun I Desa Sukamakmur Kecamatan Lalan Muba diperiksa tujuh jam oleh Kejaksaan Negeri Sekayu, Rabu (17/1).

Dalam pemeriksaan terungkap, Abdul Rahman tak membayarkan uang tunjangan perangkat desa dan anggota BPD Desa Sukamakmur Karang Agung Tengah Kecamatan Lalan yang bersumber dari dana APBD sebesar Rp 121.950.000. Warga lalu melapor Kejaksaan Negeri dan langsung ditindaklanjuti ke lapangan. Meski Abdul Rahman bersikeras sudah membayar uang tunjangan, Tim Kejaksaan juga telah menyita barang bukti berupa tanda terima pembayaran yang diduga palsu dan setiap bulannya tercantum biaya tunjangan perangkat desa senilai Rp 1.575.000.

Kepala Kejaksaan Negeri SekayuErwin Desman yang dikonfirmasi menjelaskan sejak laporan masyarakat masuk dua bulan lalu. “Tersangka kooperatif dan memenuhi panggilan kejaksaan,” tukas Erwin didampingi Kasie Pidsus Asep Sontani, SH,KN seraya mengatakan akan segera menggelar sidang sesuai jadwal di PN Sekayu.

Sumber : Sripo

Read More..

Wednesday, January 17, 2007

Karangagung-Sekayu Menangkan Kontrak Migas

PT Odira Energy Karangagung di Blok Karangagung (daratan Sumsel) dan Star Energy (Sekayu) Ltd di Blok Sekayu (daratan Sumsel) terpilih oleh Pemerintah RI untuk masuk memorandum of understanding (MoU) dengan sejumlah investor, Selasa (16/1).
Selain dua perusahaan itu ada 14 perusahaan yang mendapatkan kontrak kerja migas. Penandatanganan MoU itu disaksikan Presiden Susilo Bambang Yuhoyono dan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro pada pembukaan International Indonesia Gas Conference and Exhibition (Indogas 2007).

Karangagung-Sekayu Menangkan Kontrak Migas perusahaan itu sebesar 201,038 juta dolar. Dalam kontrak MoU disepakati komitmen pasti selama tiga tahun pertama masa eksplorasi dari 16 kontrak kerjasama itu dengan wilayah antara lain Kepri, Sumsel, Jatim, Kaltim dan Sulsel. Dana tersebut akan digunakan antara lain untuk studi geologi dan geofisika (23,7 juta dolar), survei seismik tiga dimensi seluas 1.280 km persegi (22,7 juta dolar), survei seismik dua dimensi 8.260 km (29,168 juta dolar), komitmen pemboran 26 sumur eksplorasi (125,40 juta dolar). Sementara bonus tanda tangan yang akan diterima langsung oleh pemerintah sebesar 25,45 juta dolar.
Sehari sebelumnya, pemerintah telah menawarkan 30 wilayah yang berpotensi menjadi lading migas. Daerah-daerah itu segera masuk dalam bursa penawaran investasi migas. Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro mengatakan, dengan adanya MoU tersebut, maka cita cita untuk mengembangkan produk gas di dalam negeri tinggal selangkah lagi. Dari MoU ke-16 kontrak itu, jelasnya dipastikan 70 persen produksinya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Sedangkan 30 persennya diekspor. Tingkat kenaikan produksi gas pun cukup signifikan yaitu sekitar 30 persen. Dengan demikian, keinginan agar penggunaan gas dalam negeri seimbang dengan ekspornya akan tercapai beberapa tahun lagi.

Selama ini ekspor gas ke luar negeri lebih banyak berbanding 58:42 dengan penggunaan gas domestik. Akibatnya, harga gas di Indonesia dinilai lebih mahal dari harga gas di dunia. Padahal Indonesia adalah salah satu produsen gas terbesar.
“Ke depan, ekspor dan penggunaan di dalam negeri akan seimbang fifty:fifty. Kalau sudah seimbang diharapkan mampu mengangkat perekonomian di Indonesia,” kata Purnomo. Indikasi terlaksananya rencana itu, jelasnya, sudah terlihat dengan rencana pipanisasi gas Sumsel-Jawa yang bakal terlaksana tahun ini. Dari pipa gas tersebut, diproyeksikan bakal memasok gas sebesar 750 MM/hari. Sementara pendapatan pemerintah dari gas saat ini mencapai Rp 68 triliun/tahun.

Sumber : Sripo

Read More..
Ingin mendapatkan berita secara cepat? Silahkan anda masukkan kata kunci pencarian untuk mencari artikel yang anda cari di Berita Muba ini: