BERITA MUBA sangat berterima kasih apabila Anda memberikan suatu bentuk apresiasi dalam bentuk kritik, saran, komentar ataupun tulisan dan opini karena hal tersebut akan sangat membantu untuk pembanggunan MUBA di masa mendatang. Kirim Tulisan/Opini ke asahnet@gmail.com atau asahinternet@yahoo.com

Friday, March 26, 2010

Tak Siapkan Dana CSR, Perusahaan Kena Sanksi

SEKAYU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Banyuasin (Muba) sepertinya tidak mainmain dengan perusahaan yang menolak menyiapkan dana corporate social responsibility (CSR).

Sekretaris Daerah (Sekda) Muba H Yusnan Effendi mengatakan, pihaknya berharap banyak dengan semua perusahaan di Muba, khususnya kerja sama dalam hal penyediaan dana CSR yang ditujukan bagi masyarakat di sekitar perusahaan. Jika perusahaan tersebut tidak menyediakan dana CRS, pihaknya mengancam akan mengeluarkan sanksi. Sebab, dana CSR merupakan kewajiban perusahaan, khususnya dalam peran serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dana CSR, kaya Yusnan, hendaknya disalurkan melalui program-program yang menyentuh, mulai perbaikan fasilitas umum hingga pengembangan usaha kecil.

“Sudah menjadi kewajiban perusahaan menganggarkan CSR. Jika tidak, sanksi tegas akan kita jatuhkan,” ujarnya kemarin. Pengelolaan CSR, menurut dia, harus partisipatif,akuntabel, transparan, dan berkelanjutan. Dengan demikian, program tersebut dapat membantu pembangunan daerah. Sebab, percepatan pembangunan bukan saja tanggung jawab Pemkab Muba, melainkan semua pihak. Dia menambahkan, seluruh perusahaan saat ini memiliki wadah khusus dalam mengelola dana CSR,yaitu Forum Multistakeholders CSR.Kehadiran forum ini diharapkan dapat membe-rikan dampak positif bagi masyarakat.

Sementara itu,Kepala Bidang (Kabid) Kerja Sama Pembangunan pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Penanaman Modal Muba Aziza Wahyudi mengatakan, penandatanganan MoU antara perusahaan dan Pemkab Muba, khususnya komitmen dalam penyaluran CSR,diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sumber: Sindo 25/03/10

Read More..

Bocah Tewas Kesetrum Listrik

SEKAYU — Tami Binti Syarif (8) warga desa Pinang Banjar dusun II kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi banyuasin tewas mengenaskan setelah tersengat perangkap babi yang dialiri listrik di samping rumahnya, Rabu (24/3) Pukul 18.00. Korban bermaksud buang air kecil namun menyentuh kabel listrik yang sedang aktif untuk menjaring hama babi.

Informasi yang dihimpun di lapangan kemarin, Tami pulang dari mengaji di musholla yang berjarak sekitar 20 meter dari rumahnya Pukul 17.00. Setibanyan di rumah, Tami mendapati pintu rumahnya terkunci sehingga dia bermain-main di halaman rumahnya. Ibu korban yang bekerja di

warung dekat rumahnya hanya mengamati Tami dari kejauhan. Tami yang merasa mau buang air kecil sempat pamit kepada ibunya untuk ke belakang rumah lalu berlari menuju rumah Tris tetangganya. Tami tidak menyadari lokasi tempatnya buang air kecil sudah dialiri listrik berupa

kabel yang tergeletak satu meter dari tanah. Bocah ini lalu menyentuh kabel listrik sehingga terkena setrum. Setelah satu jam, Ibu Tami curiga anaknya belum kembali lalu melaporkannya

kepada tetangga sekitar. Korban ditemukan warga sudah terbujur kaku di tanah dengan badan hitam lebam akibat sengatan listrik. Korban sempat dilarikan ke RSUD Sungai Lilin namun nyawa korban sudah tidak tertolong lagi.

Kami curiga dia tidak ada lagi bermain dengan teman-temanya setelah kami cari sudah di belakang rumah kesetrum listrik,” tukas Syarif orangtua korban menyesal.

Kapolres Muba AKBP K Rahmadi, SH didampingi Kapolsek Sungai Lilin AKP A Suryadi mengatakan kasus ini masih dalam penyelidikannya dan petugas sudah melakukan identifikasi di lapangan.

Sumber: Sripo 25/03/10

Read More..

Warga Demo Layanan Pasang Baru PLN

SEKAYU - Warga Sekayu dan sekitarnya menggelar aksi demo di depan kantor PLN Ranting Sekayu, Kamis (25/3) sekitar pukul 11.00 siang tadi. Mereka menuntut dab mengeluhkan sering padamnya listrik dan susahnya mengajukan pasang baru listrik dan harus memberi komisi pada oknum petugas PLN. "Kami minta listrik normal, kami bayar tetapi redup terus," kata Fahrulrozi.

Aksi masa bubar setelah dapat penjelasan dari Edi Juarsa, Kepala Ranting PLN Sekayu yang menjamin listrik akan normal.

Sumber: Sripo 25/03/10

Read More..

Terlalu Besar Biaya Angkut

SEKAYU - Sebagian besar warga DS V Desa Muara Medak Kecamatan Bayung Lencir Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), menolak pembagian beras untuk keluarga miskin(Raskin) yang dibagikan pemerintah. Alasan warga, pembagian raskin ini bukan membantu mereka, melainkan tambah memberatkan, karena lokasi desa mereka jauh dari ibukota kecamatan, sehingga biaya transportasinya membengkak.

Dusun V Desa Muara Medak ini berjarak mencapai 120 KM dari ibukota kecamatan di Bayung Lencir. Guna memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari, warga setempat belanja ke Pasar Muaro Jambi, karena aksesnya lebih pendek hanya sekitar 10 KM dari Desa Muara Medak.

M Hasan (36) tokoh pemuda setempat yang dihubungi disela-sela kunjungan Dirjen Pemberdayaan Masyarakat Departemen Kehutanan RI, Jumat (19/3) pekan lalu mengatakan, karena akses

transportasi sulit dan jauh, maka lebih baik program raskin untuk warga Desa Muara Medak itu tidak usah dikirim ke desa mereka. “Lebih besar biaya transportasi ketimbang harga standar raskin yang ditetapkan pemerintah Rp 1.000/Kg itu,” kata Hasan.

Warga di desa ini juga mengeluhkan pelayanan pembuatan Kartu Tanda penduduk (KTP) yang telah digratiskan oleh Pemkab Muba sejak Tahun 2005 lalu, namun di Desa Muara Medak ini warga

masih harus mengeluarkan biaya yang besar. “Okelah KTP memang gratis, tapi mau menuju ke ibukota kecamatan di Bayung Lencir, kami harus mengeluaarkan biaya sampai Rp 500 ribu,” kata

Suripto (35) warga Desa Muara Medak seraya meminta pemerintah membenahi akses jalan ke desa mereka sehingga aktivitas warga lebih lancar.

Sumber: Sripo 21/03/10

Read More..

Tuesday, March 16, 2010

PAN Muba Siapkan Gugatan

SEKAYU - Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Muba berencana mengajukan gugatan atas penetapan PAW anggota DPRD Muba periode 2009-2014 dari Daerah Pemilihan (Dapil) Muba 1 yang diputuskan oleh KPUD Muba. DPD PAN Muba menilai, penetapan Nurhan Putrajaya sebagai anggota DPRD Muba menggantikan Syairi Ramuso, itu tidak sesuai dengan ketentuan.

Kami juga telah mendapatkan tembusan dari KPU Pusat No.126/KPU/III/2010 tanggal 8 Maret 2010 yang merekomendasi KPUD Muba mengajukan perubahan keputusan gubernur tentang persemian nama pengganti untuk diubah dengan nama calon terpilih,” kata Suparman SY Bahri, Sekretaris Bappilu DPD PAN Muba yang juga anggota DPRD Muba dari Fraksi PAN kepada wartawan, Senin (15/3).

Atas surat KPU Pusat dimaksud, maka KPUD Muba didesak untuk segera mengusulkan Syairi Ramuso SH untuk dilantik dan diresmikan sebagai anggota DPRD Muba dari Dapil Muba 1 kepada gubernur Sumsel. “DPD PAN Muba tidak pernah merekomendasi Ir Nurhan Putrajaya MM sebagai calon terpilih anggota DPRD Muba periode 2009-2014,” katanya.

Sedangkan Syairi Ramuso menyatakan, dia menghormati keputusan PAN yang menetapkan anggota DPRD melalui suara terbanyak. “Persyaratan apa lagi yang harus saya patuhi diperkuat dengan rekomendasi KPU Pusat yang mengembalikan hak saya untuk untuk menjadi anggota DPRD Muba,” tambah Syairi. Sementara itu Ketua KPUD Muba, Khadafi SE belum berhasil dikonfirmasi. Ponselnya beberapa kali dihubungi tidak aktif.

Sumber: Sripo 15/03/10


Read More..

Friday, March 12, 2010

Dihukum 20 Tahun, Chandra Menyanyi

SEKAYU - Tidak ada mimik menyesal yang terpancar dari wajah Chandra Wati Binti Selamet (30) setelah majelis hakim Pengadilan Negeri Sekayu menghukum terdakwa dengan hukuman 20 tahun penjara. Chandra hanya terlihat pasrah menerima hukuman dan sempat menyanyikan lagu dangdut di dalam sel tahanan Pengadilan Negeri Sekayu lalu mengungkapkan keinginannya untuk bunuh diri namun masih takut dosa.

Persidangan dengan agenda putusan hakim pengadilan negeri sekayu, Kamis (11/3) terhadap pembunuhan berencana (Alm) Sutoyo (39) dirumahnya dusun VI Rt 12 desa Panca Tunggal kecamatan Sungai Lilin Kabupaaten Muba menghadirkan ketua majelis hakim Yudi Novriandi, SH, MH didampingi hakim anggota, jaksa penuntut umum H Eko Setiawan, SH dan pengacara terdakwa Zainal Arifin, SH.

Menurut majelis hakim terdakwa terbukti merencanakan pembunuhan sesuai pasal 340 KUHP Jo Pasal 55 ayat 1 terhadap suaminya sendiri Sutoyo sehingga menjatuhkan pidana 20 tahun penjara. Terhadap putusan ini pengacara terdakwa, Zainal Arifin, SH mengatakan masih akan pikir-pikir.

Kita serahkan kepada terdakwa masih ada upaya hukum untuk banding memang diakui sangat berat bila pertimbangan hakim telah memenuhi pasal 340 KUHP,” kata Zainal.
Begitu pula dengan jaksa penuntut umum masih akan pikir-pikir karena putusan majelis hakim ini lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum H Eko Setiawan, SH yang menuntut terdakwa hukuman mati.

Bagaimana lagi Pak mau bunuh diri dosa, pusing kalau dipikirkan,” kata Chandra.
Ibu tiga anak ini juga menyesalkan hukuman 18 tahun yang dijatuhkan kepada teman selingkuhannya Riaman. Menurut Chandra, Riaman sebaiknnya dihukum mati karena telah membunuh suaminya sedangkan dia hanya meminta untuk diberikan pelajaran.

Sementara itu, ibu kandung korban Maimunah (56) nampak geram dengan putusan majelis hakim yang menganggap hukuman itu terlalu rendah sedangkan almarhum Sutoyo dinilainya tidak bersalah.

Kok hukumannnya rendah padahal anak saya tidak bersalah lalu dibunuh kalau anak saya salah akan saya terima hukumannya,” kata Maimunah heran.
Majelis hakim yang memutus hukuman 20 tahun ini masih akan menunggu upaya hukum terdakwa melalui pengacaranya dalam waktu satu minggu sebelum eksekusi dilaksanakan.

Sumber: Sripo 11/03/10



Read More..

Baru 93 Perusahaan Punya Amdal

SEKAYU - Dari ratusan perusahaan di Kabupaten Muba, baru 93 perusahaan yang memiliki dokumen analisis dampak lingkungan(Amdal). Tidak heran kasus lingkungan seperti pencemaran sungai, tanah, udara dan kebocoran pipa minyak, sering muncul di Muba. Namun penyelesaian kasus tidak sampai ke pengadilan.

Demikian data yang dihimpun dari Badan Lingkungan Hidup, Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Muba, Selasa lalu.

Kepala Badan Lingkungan Hidup, Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Muba Drs H Faisol Andayasa, MSi mengatakan, kalau perusahaan migas mulai dari kegiatan eksplorasi, eksploitasi

dan distribusi pasti mempunyai pengelolaan lingkungan yang pembahasan dan pengesahannya di Dirjen Migas Kementrian ESDM. Sedangkan perusahaan perkebunan diakuinya memang ada yang tidak memiliki dokumen pengelolaan lingkungan.

Faisol mengatakan, setiap usaha yang berdampak lingkungan wajib memiliki amdal atau usaha kelola lingkungan. Badan Lingkungan Hidup terus mengadakan pemantauan dan pro aktif dalam

menindaklanjuti laporan masyarakat yang melihat, merasakan maupun yang terkena dampak lingkungan dari aktivitas sejumlah perusahaan di Kabupaten Muba.

Mengenai minimnya perusahaan yang memiliki dokumen Amdal maupun usaha kelola lingkungan, terus kita teliti. Perusahaan harus memberikan laporan berkala mengenai proses penyusunan

amdal yang mereka lakukan. Prosentase perusahaan yang belum memiliki amdal ini belum bisa dijelaskan mengingat belum terinventarisirnya keseluruhan perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Muba,” kata Faisol.

Sumber: Sripo 11/03/10

Read More..

Pegawai Kejaksaan Baku Hantam

SEKAYU - Hanya soal secangkir kopi, sesama pegawai Kejaksaan Negeri Sekayu Kabupaten Muba baku hantam di rumah Wa (29) mes Kejaksaan Negeri Sekayu Kabupaten Muba, Minggu (7/3) pukul 21.00.

Do (26) warga asrama Kodim 0401 kecamatan sekayu kabupaten Muba terpaksa diamankan ke Mapolres Muba karena diduga melakukan penganiayaan dan pengancaman terhadap rekan sekerjanya Wa (29).

Di hadapan petugas, ia mengaku mendatangi rumah Wa gara-gara tersinggung karena korban sering meminta kopi kepada semua karyawan kejaksaan termasuk para jaksa yang ada di Sekayu. Kapolres Muba AKBP K Rahmadi SH melalui Kasat Reskrim AKP Trie Apriyanto SH mengatakan, kasus ini masih diproses.

Sumber: Sripo 10/03/10

Read More..

Mana Tambahan Penghasilan Kami

SEKAYU - Sekitar 601 guru yang berstatus calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kabupaten Muba, mempertanyakan dana tambahan penghasilan dari pemerintah pusat, yang hingga kini belum mereka terima.

Kami memang masih berstatus CPNS, namun kami berhak mendapatkan bantuan itu, karena di kabupaten lain justru dananya sudah dikucurkan,” kata perwakilan guru CPNS Muba saat mendatangi Komisi I DPRD Muba, Senin (8/3).

Disebutkan, dana tambahan penghasilan dari pemerintah pusat senilai Rp 1.803.300.000 untuk 601 guru CPNS di Muba itu, hingga kini semakin tidak jelas. “Sebanyak 307 guru yang sudah dapat jabatan fungsional belum menerima tunjangan dimaksud. Bayangkan saja 307 guru x Rp 3 juta,

totalnya Rp 921 juta. Sedangkan di kabupaten tetangga untuk guru CPNS sudah menerima tunjangan itu. Mana tambahan penghasilan kami,” kata beberapa guru.

Informasi yang mereka terima, sebanyak 2.663 orang gurun PNS di Muba yang sudah mendapatkan dana tambahan penghasilan dari pusat sebesar Rp 3 juta per orang dipotong pajak.

Sedangkan 601 guru CPNS yang belum diangkat belum juga mendapat dana tersebut,” tegasnya.
Menyikapi hal ini, Kepala Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Muba, H Asnawi CK melalui Kabid

PMPTK Dra Hj Nurpajar MM mengatakan, berdasarkan PP No.52 Tahun 2009 dan Peraturan Menteri Keuangan No.223e/PMK.07/2009 tentang alokasi dana tambahan penghasilan hanya bagi guru PNS.

Tetapi bila merujuk pada petunjuk teknis Dirjen PMPTK pusat, dikatakan bahwa guru CPNS akan mendapatkan hak yang sama dengan guru PNS berupa dana tambahan penghasilan,” katanya.

Tetapi karena merujuk pada PP dan Peraturan Menkeu, pemerintah daerah melalui Diknas hanya membagikan uang tersebut kepada guru PNS, sedangkan guru yang bersertifikasi tidak

mendapatkan dana tambahan penghasilan. “Dana yang diterima Diknas Muba Rp 12,2 miliar sudah dibagikan kepada seluru PNS guru di Muba. Sedangkan sisa dana Rp 4,9 miliar dikembalikan ke kas negara,” katanya.

Nurpajar menambahkan, pihaknya akan bekerjasama dengan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) dan BPKAD (Badan Perencanaan Keuangan Aset Negara) Muba, untuk mempelajari aturan-aturan

terlebih dulu. “Setelah aturan sudah final dan guru CPNS berhak, Diknas akan menunggu SK dari Bupati. Bila memungkinkan aturan tidak melanggar hukum, dana tersebut akan tetap kita bagikan kepada seluruh guru CPNS di Muba,” jelasnya.

Sumber: Sripo 09/03/10

Read More..

Dari Kalsel Tugas ke Sekayu

SEKAYU - Ketua Pengadilan Negeri (PN) Sekayu, Heru Susanto SH, secara resmi digantikan oleh Andi Subiyantadi SH yang sebelumnya menjabat Ketua PN Amuntai (Kalimantan Selatan). Serah terima jabatan dilakukan di PN Sekayu, Rabu (3/3). Pejabat lama, Heru Susanto selanjutnya menjabat Ketua PN Jakarta Pusat.

Andi Subiyantadi ketika dihubungi mengataakan, dia akan fokus menangani kasus dengan sebaik-baiknya termasuk kasus korupsi. Pria kelahiran Pati (Jawa Timur) ini mengaku telah mengenal Sekayu dari teman-temannya, semasa bertugas di Kalimantan Selatan.

Saya selalu berkomitmen agar keadilan di Muba ditegakkan sesuai ketentuan jalur hukum,” katanya.

Andi menilai, Heru Susanto yang dipindahtugaskan ke PN Jakarta Pusat merupakan prestasi tersendiri, karena jarang sekali setelah bertugas di daerah bisa menembus PN Jakarta Pusat.

Saya sangat terkesan dengan Kabupaten Muba, khususnya para staf PN Sekayu yang memiliki rasa kekeluargaan yang kental. Misalnya, sebelum memimpin sidang, staf saya sudah menyediakan toga sidang, hal ini belum saya temukan di tempat tugas daerah lainnya. Inilah yang menjadikan saya sangat terkesan, dan suasana kekeluargaan pun sangat kental,” kata Heru.

Sumber: Sripo 05/03/10

Read More..

Monday, March 1, 2010

786 Bangunan Walet Ilegal

SEKAYU - Kecamatan Lalan Kabupaten Muba yang sebagian besar wilayahnya merupakan perairan, menjadi lokasi strategis untuk usaha walet. Ratusan bangunan sudah berdiri di kawasan ini, yang diduga kuat menjadi sarang walet. Ironisnya usaha walet dan pendirian bangunan walet itu belum mengantongi perizinan alias ilegal.

Data yang dihimpun di Kecamatan Lalan, Kamis (25/2), sebayak 786 bangunan gedung walet di 26 desa dalam kecamatan ini berupa bangunan permanen dan semi permanen, rata-rata dengan ketinggian tiga lantai menyerupai hotel. Pengusaha mengunakan pengeras suara kicauan burung walet cukup menimbulkan suara gemuruh disertai dengan burung yang berkeliaran di sekitar gedung.

Camat Lalan Bahrum Rangkuti, SSTP, MSi ketika dikonfirmasi melalui ponselnya, Jumat (26/2) mengatakan, hasil pendataan di kecamatan ini tercatat 786 gedung walet belum memiliki perizinan. “Kecamatan sifatnya hanya memfasilitasi pengusaha saja, sedangkan masalah teknis penerbitan izin dan lainnya diserahkan kepada PU Cipta Karya,” katanya.

Bahrum menambahkan, pihaknya sedang menunggu tim dari kabupaten untuk menginventarisir bangunan yang diduga kuat untuk usaha penangkaran walet itu. “Kalau ini terealisasi, cukup besar kontribusinya bagi kas daerah dari perizinan walet ini,” papar Bahrum.
Salah seorang pengusahan walet di Kecamatan Lalan mengatakan, mereka tidak mau membuat

perizinan walet karena ketentuan dalam Perda Walet untuk biaya perizinan terlalu tinggi. “Usaha burung walet ini tidak bisa dipastikan hasil panennya, sehingga tidak bisa dinilai jumlahnya untuk masuk ke kas daerah,” katanya seraya mengatakan birokrasi juga diharapkan tidak berbelit-belit sehingga tidak membingungkan warga.

Sumber: Sripo 26/02/10

Read More..

Nyaris Diperkosa Teman Facebook

SEKAYU - Malang dialami Le (14) pelajar Kelas I SMA di Babattoman Kabupaten Muba nyaris diperkosa teman lelaki yang baru seminggu dikenalnya melalui jejaring facebook. Korban sempat berontak setelah pakaiannya dilucuti pelaku dan ditemukan salah seorang anggota Polisi Polsek.

Babattoman dalam kondisi luka di kawasan perkebunan inti Jalan Pinago Mangunjaya dusun Sungai Angit desa Sugihwaras kecamatan babattoman Kabupaten Muba, Kamis (25/2) Pukul 20.00.

Informasi yang dihimpun dari saksi di lapangan kemarin, Le yang bertubuh mungil ini baru semingu berkenalan dengan Iwan Septiawan (17) warga Babattoman melalui jejaring facebook dan sms. Iwan dikenal sebagai pria tamatan SD yang sehari-harinya menyadap karet namun Le mau saja diajak berteman karena lelaki ini dikenalnya suka humor.

Keduanya nampak akrab setelah saling memberi kabar melalui facebook dan kiriman sms memanfaatkan fasilitas ponselnya masing-masing bahkan keduanya sudah saling mengunjungi.
Merasa ada respon positif, Iwan lalu menjemput Le yang baru pulang dari sekolahnya di desa

Babattoman menggunakan sepeda motor jenis Vega R, Kamis (25/2) Pukul 16.00. Iwan sempat meyakinkan Le untuk menemaninya menagih getah karet kepada salah satu toke karet di desa Beruge kecamatan babattoman. Le yang tidak curiga menuruti saja keinginan Iwan yang

memboncengnya menuju desa Beruge namun dalam perjalanan sepeda motor justru dialihkan menuju perkebunan inti Jalan Pinago Mangunjaya desa Sugihwaras.

Le sempat meminta Iwan menghentikan laju sepeda motornya namun Iwan justru memacu kencang hingga masuk di kawasan perkebunan Inti. Korban langsung dipaksa melayani nafsu bejat Iwan sembari memaksa melucuti pakaiannya namun Le memberi perlawanan sengit.

Akibatnya Iwan mencekik leher korban sambil menarik rambut panjangnya hingga melakukan pelecehan seksual.

Le yang tidak memperdulikan rasa sakit di tubuhnya ini tetap berontak sehingga berhasil meloloskan diri namun terus dikejar Iwan menggunakan sepeda motornya. Setelah lolos dan bersembunyi di dalam hutan, Le memberanikan diri keluar lalu berjalan kaki menyusuri

perkebunan inti menjelang malam hari. Korban berhasil diselamatkan Briptu Simatupang salah seorang petugas Polsek Babattoman yang sedang melintas di lokasi lalu bergegas diamankan ke Mapolsek Babattoman sedangkan pelaku yang sempat bermaksud menghampiri korban bergegas kabur.

Tim reskrim dipimpin AKP Mahajapet, SH bersama anggotanya menangkap pelaku di kediaman pamannya desa Sareka kecamatan Babattoman Muba.

Sumber: Sripo 26/02/10

Read More..

Friday, February 26, 2010

13 Gedung Sekolah Terendam

SEKAYU - Luapan Sungai Musi selain menggenangi beberapa kawasan pemukiman penduduk di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), juga merendam sejumlah bangunan sekolah. Dampaknya, proses belajar mengajar di beberapa kawasan cukup terganggu.

Di Kecamatan Sangadesa misalnya, menurut data Kepala UPTD setempat, dari 55 sekolah tercatat 13 gedung terdendam, terdiri 10 gedung SD, 2 SMP dan satu MTs.

Sementara itu 7 sekolah terpaksa diungsikan kegiatan belajar mengajarnya, terdiri dari SDN Penggage pindah sementara ke gedung Madrasah Ibtidaiyah (MI) Penggage, SMPN 1 Sangadesa pindah ke SDN 3 Ngunang, SDN 1 dan 2 Ngunang diungsikan ke masjid, begitupula SDN 2 dan 3

Desa Kemang diungsikan ke SDN 1 dan SDN 4, dan proses belajar di SDN Keban dipindahkan sementara ke SDN 2 Lubuk Bon.

Sementara itu enam sekolah yang juga banjir siswanya terpaksa diminta belajar di rumah masing-masing yakni, SDN 2, SMP 1 dan MTs 1 Desa Ulak Embacang, SDN 4 Trans Air Balui, SDN Muara Rawas dan SDN 1 Keban I.

Di Kecamatan Babattoman, lima sekolah terpaksa diliburkan yaitu SDN Desa Karang Ringin I dan II, SDN Desa Rantau Kasih, SDN Desa Napal, SMPN 3 Babattoman di Desa Beruge.

Sumber: Sripo 25/02/10

Read More..

Hutan Muba Alami Degradasi

SEKAYU - Sekitar 50 persen hutan di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mengalami degradasi atau kerusakan, yang disebabkan ulah oknum tak bertanggung jawab. Dampaknya, banjir dan tanah longsor di wilayah Muba selalu terjadi setiap tahun.

Sangat disayangkan kondisi hutan di wilayah Muba mulai rusak, padahal 50 persen wilayah Muba merupakan hutan dan rawa-rawa,” kata Bupati Muba, H Pahri Azhari sebelum menutup MTQ tingkat kecamatan di Sungai Lilin, Rabu (24/2).

Pahri menyebutkan, untuk mengatasi kerusakan hutan itu, maka mulai digalakkan pemeliharaan hutan di pedesaan. “Di Indonesia ini ada dua hutan desa, di bagian barat hanya dimiliki Muba, dan

di wilayah timur Indonesia yaitu Kalimantan. Melalui gerakan Hutan Desa ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tentunya dengan tanaman seperti karet dan beberapa tanaman lainnya tanpa merusak fungsi hutan itu sendiri,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Kehutanan Muba, Djazim Arifin mengungkapkan, lokasi yang ditetapkan menjadi Hutan Desa terletak di Dusun Pancuran dan Muara Merang Kecamatan Bayung

Lencir. Kawasan hutan yang dialokasikan menjadi Hutan Desa ini, sebagian besar adalah kawasan hutan gambut yang mempunyai kanekaragaman hayati, tinggi dan mengandung jutaan ton karbon. Kawasan ini juga merupakan satu-satunya kawasan Hutan Rawa Gambut tersisa di Sumsel.

Sumber: Sripo 24/02/10

Read More..

Massa Protes Penetapan Anggota Dewan

SEKAYU - Ditetapkannya Nurhan Putrajaya sebagai anggota DPRD Kabupaten Muba 2009-2014dari Partai Amanat Nasional menggantikan Syairi Ramuso memicu aksi demo ratusan massa. Massa mengatasnamakan aliansi LSM yang peduli terhadap demokrasi di Muba menggelar aksi di depan kantor KPUD Muba dan Gedung DPRD Kabupaten Muba, Selasa (23/2) pukul 10.30.

Ada empat butir tuntutan massa yang dibacakan Koordinator Aksi, Syarif Iskandar. Diantara tuntutan itu yakni segera menetapkan Syairi Ramuso sebagai anggota DPRD Muba karena permasalahan indikasi ijazah palsu tidak terbukti berdasaarkan surat keterangan Kakanwil Depag Sumsel yang menyatakan ijazah yang bersangkutan asli. Massa juga mendesak Sekretaris DPRD Muba diganti karena dianggap melanggar UU No 22 Tahun 2007, pasal 59 ayat 3, 4, 5 tentang mekanisme penetapan sekretaris KPU,

"Syairi Ramuso telah memenuhi persyaratan anggota DPRD Muba," kata Syarif.

Setelah menggelar orasi selama hampir satu jam di depan kantor KPUD Muba ternyata tidak ada satupuun anggota KPUD Muba yang menemui. Massa berjalan kaki menuju gedung DPRD Kabupaten Muba. Di depan gedung dewan ini telah berjaga-jaga aparat yang hanya memperkenankan perwakilan massa menghadap komisi I DPRD MUba yang diterima Anwar Hasan dan ketua Badan Kehormatan Desi Anggraini. Desi mengatakan akan memproses pengaduan ini dan akan memanggil pihak terkait sekaligus klarifikasi terhadap temuan aliansi LSM.

Sumber: Sripo 23/02/10


Read More..

Hanya 30 Persen Warga Taat Pajak

PANGKALANBALAI - Tingkat kepatuhan pelaporan surat pajak tahunan NPWP pribadi masih rendah. Dari 31 ribu wajib pajak hanya 30 persen yang taat pajak.

Kepala KTP Pajak Pratama Sekayu, Drs Akim, MM, Selasa (23/2) mengatakan rendahnya penyampaian SPT berasal dari PNS. Sedang untuk kategori perusahaan relatif patuh.

"Dengan sosialisasi pengisian SPT diharapkan tingkat kepatutan meningkat," katanya.

Sedangkan untuk dana pajak pada tahun 2008 meningkat 107 persen atau melampaui target Rp 682 miliar.

"Tahun 2010 ditargetkan Rp 712 miliar," katanya.

Sumber: Sripo 23/02/10

Read More..

Jembatan Kasmaran Roboh

SEKAYU - Derasnya arus Sungai Musi dan beban kendaraan yang lewat di Jalur Sekayu-Lubuk Linggau menyebabkan jembatan baja di Desa Kasmaran Kecamatan Babattoman Kabupaten Muba, roboh. Dampaknya, terjadi kemacetan kendaraa hingga mencapai 1 KM.

Informasi di lapangan, Senin (22/2) pukul 15.00 hingga pukul 17.00 terjadi kemacetan panjang kendaraan dari arah Babattoman dan Lubuklinggau menuju Sekayu. Petugas dari Dinas PU Bina Marga dan masyarakat setempat dengan cepat memperbaiki bagian jembatan yang berlubang dan amblas. Dinas PU membuat penutup lubang itu dengan papan beton.

Sofyan (38) salah seorang pengendara yang hendak melintas mengatakan, kondisi bahu papan jembatan ini tidak mampu lagi menahan arus kendaraan yang padat, sehingga lama-lama patah.
Sofyan sempat terjebak kemacetan selama satu jam menuju Sekayu. Namun setelah pukul 17.00, arus lalulintas kembali lancar namun harus melewati satu persatu jembatan karena khawatir akan kembali roboh.

Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupatten Muba, Ir H Suhaimi mengatakan, pihaknya akan terus mengantisipasi kerusakan jalan akibat luapan sungai dengan mengadakan tanggap darurat demi kelancaran arus lalu lintas. sripo

Sumber: Sripo 22/02/10

Read More..

Friday, February 19, 2010

Fasilitas Umum Terendam

SEKAYU – Tingginya intensitas hujan menyebabkan banjir di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) terus meluas. Kondisi tersebut mengakibatkan fasilitas umum, seperti jalan,jembatan,sekolah,kantor desa, di beberapa kecamatan terendam.

Pantauan di lapangan, pemukiman penduduk digenangi air setinggi 1,5–2 meter.Namun, karena banyak rumah warga model panggung, sehingga air belum sempat masuk ke rumah.Selain itu,puluhan hektare sawah, sawit,dan karet turut terendam. Salah satu yang terendam yakni jalan penghubung Desa Pandan Dulang dan Desa Simpang Sari.

Warga yang akan melintas di tempat tersebut terpaksa menginjakkan kaki di atas papan yang sengaja disusun lebih tinggi dari jalan. “Kami harus bayar sekitar Rp1.000 untuk melewati jalan yang terendam air tersebut, karena tidak ada alternatif lain selain melewati jalan tersebut,” ujar Darman,36,warga Desa Simpang Sari,saat ditemui kemarin.

Menurut dia, kondisi jalan yang terendam sudah terjadi sejak dua hari terakhir akibat tingginya intensitas hujan selama beberapa waktu terakhir.Selain itu, kondisi jalan yang rendah menyebabkan air merendam akses penghubung antardesa tersebut. Camat Babat Toman Bustanul Arifin yang dihubungi terpisah mengaku telah mengetahui kondisi jalan yang menghubungkan beberapa desa itu.

Bahkan, hal itu telah dilaporkan kepada pihak Dinas PU Bina Marga agar secepatnya dilakukan perbaikan. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja,Transmigrasi, dan Sosial untuk menyiapkan langkah antisipasi jika ada permasalahan lain selama banjir.

“Kita telah berkoordinasi dengan dinas terkait,” imbuhnya. Sementara itu,Bupati Muba H Pahri Azhari mengingatkan para camat di Kabupaten Muba untuk siaga menghadapi banjir. Mengingat, tingginya intensitas hujan di berbagai kecamatan dan desa dalam beberapa waktu terakhir.

Bahkan, dia telah menugaskan tim tanggap darurat terpadu untuk melakukan pendataan daerah yang terkena banjir.Dengan demikian, daerah yang rentan banjir bisa cepat mendapatkan bantuan. “Saya telah meminta camatcamat untuk tetap di tempat. Selain itu, tim tanggap darurat diminta segera melaksanakan pendataan terhadap korban banjir,”tukasnya.

Sumber: Sindo 18/02/10

Read More..

Ikan Botia Tembus Pasar Eropa

SEKAYU - Kekayaan alam Muba tak hanya minyak dan gas, ternyata Ikan Bonia, ikan hias asal Muba menembus pasar eropa. ‘’Ikan Bonia ini sering disebut ikan keuclang, ikan ini tergolong dalam ikan hias yang hidup di sepanjang perairan Sungai Musi, tetapi hanya saat air pasang,’’ ujar Kepala Dinas Perikanan Muba Ahmad Mukohir,kemarin.

Ikan ini, lanjutnya, juga terdapa di Kalimantan sepanjang Sungai Kapuas dan Mahakam. ‘’Yang membedakan warna ikan. Jika Botia Kalimantan berwarna agak buram, sedangkan Botia Muba berwarna kuning terang. Jadi ikan ini Botia Muba memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi, bahkan berhasil menembus pasar Eropa,’’ katanya.Saat ini, ada kendala dalam pemasaran ke konsumen khususnya memenuhi permintaan pasar eropa dan asia. ‘’Ikan ini hanya ada air pasang, belum ada penangkaran atau pengembangbiakan khusus. Jadi kita hanya mengandalkan ikan botia saat air pasang,’’ jelasnya.

Untuk harga tergantung ukuran diameter, dengan kisaran Rp500 hingga Rp2.500 per ekor. ‘’Ikan ini sempat menembus harga Rp4.500 per ekor, namun ikan tersebut pernah menghilang pada 2008 dan 2009. Karena kondisi air Sungai Musi yang memang tidak pasang terlalu tinggi,’’ katanya.Dikatakannya, semakin tinggi air Sungai Musi, maka jumlah ikan semakin banyak. ‘’Tahun ini kita berencana membentuk beberapa kelompok tani khusus pengembangan ikan botia, kita akan menggandeng IPB dan ITB,” tukasnya.

Bupati Muba H Pahri Azhari yang meninjau ikan botia di Kampung Sekayumengatakan, mengingat tingginya permintaan pasar eropa dan asia terhadap ikan botia maka tahun ini akan dibuat peternakan khusus.

Sumber: Sumeks 17/02/10

Read More..

Brankas PTPN VII Dibobol

SEKAYU — Uang sebanyak Rp 616.500.000 yang diletakkan di samping brankas milik PT Perkebunan Nusantara VII (PTPN VII) di desa Tanjung Agung Barat Kecamatan Lais Kabupaten Muba digondol maling. Pelaku juga merusak brankas yang diduga juga masih menyimpan uang lainnya untuk membeli tandan buah segar (TBS) dari petani.

Informasi yang dihimpun dari saksi di lapangan, Indra Kesuma (35) salah seorang security perusahaan perkebunan tersebut melaksanakan tugasnya membuka kantor PTPN VII di desa Tanjung Agung Barat, Sabtu (14/2) Pukul 02.00.

Noven mendapati perabot dalam kantor telah porak-poranda, sedangkan brankas berisi uang sudah hancur dibuka pelaku diduga menggunakan alat sejenis linggis. Kejadian ini langsung dilaporkannya kepada atasannya yang langsung memeriksa suasana kantor yang porak-poranda.

Saksi Noven Saman (50) warga Komplek PTPN VII desa Tanjung Agung Barat mewakili perusahaan langsung melaporkan pencurian ini ke Polres Muba kemarin (15/2) untuk membongkar aksi pelaku yang diduga melibatkan orang dalam ini.

Menurut korban di hadapan petugas, pelaku mengetahui uang yang berada di dalam brankas yang biasa digunakan untuk membeli TBS dari petani setiap akhir bulan. Letak brankas yang berada di dalam ruangan bendahara, posisinya tersimpan di dalam sudut ruangan namun tetap diketahui pelaku yang masuk dengan merusak pintu depan kantor. Petugas jaga tidak mengetahui aksi pelaku yang diduga lebih dari dua orang ini yang berhasil merusak kunci depan kantor sebelum melaksanakan aksinya.

“Uang itu akan digunakan untuk membeli TBS dari petani dan tanaman yang sudah berbuah setiap akhir pekan,” kata Noven. Kapolres Muba AKBP K Rahmadi SH yang dikonfirmasi melalui ponselnya kemarin mengatakan masih melakukan penyelidikan termasuk keterlibatan orang dalam dalam kasus pencurian ini.
“Tim rskrim sedang bergerak mengejar pelaku dan untuk sementara saksi sudah dimintai keterangan,” tukas Kapolres.

Namun hasil olah TKP kemarin, Kapolsek Lais, AKP John Sahibi mengatakan uang sebanyak Rp 600 juta tersebut digondol malaing bukan di dalam brankas, melainkan di samping brankas. Mengenai brankas yang juga dirusak pencuri ini diduga pelaku mengira masih ada uang lain lagi di dalamnya. Sayangnya hingga semalam pihak PTPN VII tidak ada yang bisa memberikan keterangan langsung kepada wartawan.

Sumber: Sripo 16/02/10


Read More..

120 KK Direlokasi Bertahap

SEKAYU - Sebanyak 120 kepala keluarga (KK) di Desa Lubuk Bintialo Kecamatan Batangharileko yang tinggal di pesisir Sungai Batangharileko direncanakan akan direlokasi. Namun sebagian warga merasa enggan dipindahkan ke daratan, karena kesulitan biaya.

Sepeti dituturkan Syahrial (35) warga Desa Lubuk Bintialo, Jumat (12/2), Dia setuju dengan rencana relokasi mengingat mereka sangat menginginkan tinggal di daratan, karena lebih aman

dari banjir. Dia mengakui didirikannya rumah rakit karena mempertimbangkan aktifitas mereka sehari-hari untuk mencari ikan dan mempermudah mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Namun sebagian warga menyatakan enggan pindah, karena sudah terbiasa tinggal di aliran sungai, apalagi mereka tidak memiliki uang untuk membeli tanah untuk membangun rumah tempat

tinggal. “Untuk pindah saja kami repot apalagi tanahnya harus beli lebih baik kami di sungai saja,” kata Rumilus (43) warga yang sudah puluhan tahun menetap di Sungai Batangarileko.

Camat Batangharileko, Iskandar Syahrianto, MH ketika dikonfirmasi mengatakan, sosialisasi telah dilakukan dan secara bertahap warga akan direlokasi, yang tahap awal ditargetkan 30 KK. “Warga disediakan lahan seluas 150 meter persegi dan tidak dipungut biaya. Selain itu letaknya cukup

strategis berdekatan dengan Puskesmas,” kata camat seraya menyebutkan, relokasi ini dilaksanakan bertahap hingga akhir 2010 mendatang.

Sumber: Sripo 14/02/10

Read More..

Harapan Kami Keputusan yang Adil

SEKAYU - Kepastian tapal batas antara Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dan Kabupaten Musi Rawas (Mura), untuk menentukan posisi letak sumur gas Suban IV, Kamis (11/2) mulai diteliti oleh Tim dari Pusat. Sementara itu, di lapangan sudah ditemukan berbagai pilar batas antar kabupaten yang diduga dibuat oleh oknum tertentu.

Tim dari pusat ini bekerja sesuai Telex Mendagri tertanggal 29 Januari 2010 No.136/253/SX. Sebanyak 10 anggota tim pusat ini terdiri dari Dirjen PUM Depdagri, Dirjen Biro Administrasi Keuangan Daerah (BAKD), Biro Hukum Depdagri, dan Topografi TNI AD. Tim datang didampingi

utusan Pemkab Muba dan Mura. Setelah menempuh perjalanan melalui jalan rusak sekitar 200 KM dari simpang gas Kecamatan Bayung Lencir, rombongan yang menumpang kendaraan roda empat ini langsung menuju lokasi sumur Suban IV pukul 15.00.

Sebelum tim masuk ke perbatasan antara Desa Lubuk Bintialo Kecamatan Batangharileko dan Desa Ulak Embacang Kecamatan Sangadesa Kabupaten Muba, dan Desa Air Bening Kecamatan Rawas Ilir Kabupaten Mura, tim disambut oleh warga dengan memasang spanduk ucapan selamat datang di Desa Air Bening.

Fuad (59) warga Desa Ulak Embacang Dusun Macang Sakti yang ditemui di lokasi, mempertanyakan ketegasan Pemkab dan menyayangkan inisiatif warga yang memancing

provokasi, mengingat tapal batas belum ditentukan, sehingga tidak perlu mengklaim wilayah menggunakan spanduk dan ucapan lainnya. “Saya tidak ada masalah kalau sudah ditentukan, tapi hendaknya jangan ada provokasi seperti ini,” kata Fuad. Menurutnya, warga di kedua perbatasan itu berharap, keputusan yang adil.

Tim di lapangan menggunakan peralatan GPS berupaya menentukan letak koordinat sumur Suban IV di bagian Selatan terletak antara 02’32569 dan bagian Utara 103’2030,5. Sekitar 15 menit rombongan berada di kawasan Suban IV sebelum menuju pilar batas yang belum disepakati, yaitu

pilar (P) 7, 8 dan 9. Rombongan menuju P7 di Dusun Macang Sakti Desa Ulak Embacang. Berjalan kaki hingga 5 KM dengan diguyur hujan deras, rombongan menemukan tiga pilar termasuk pilar palsu yang diduga ditanam oknum warga. Tiga pilar yang belum disepakat ini dari 14 pilar batas yang menjadi pro kontra.

Abubakar Ali M, Tim dari Dirjen PUM Depdagri yang ditemui di lokasi mengatakan, tugas mereka meninjau dan mengecek lokasi apakah telah sesuai dengan fakta dan kondisi geografis. “Ini dilakukan agar lebih objektif. Hasilnya tentu akan disampaikan dan diputuskan Mendagri,” katanya.

Sumber: Sripo 12/02/10

Read More..

Thursday, February 11, 2010

Jalinteng Kian Parah

Sekayu - Kondisi jalan lintas tengah (Jalinteng) yang menghubungkan Kota Sekayu dengan Musi Rawas (Mura) tepatnya di Kecamatan Babat Toman, Muba terancam putus. Hal ini karena longsornya jalan akibat tergurus tekanan air Sungai Musi hingga menyebabkan ruas jalan menyempit. Selain itu salah satu pipa PDAM Tirta Randik pun terancam putus. Pasalnya, badan jalan menimpa pipa. Jika dibiarkan, tak hanya menyulitkan kendaraan yang melintas namun distribusi air bersih terancam terputus.

‘’Kondisi kerusakan jalan hampir sebulan, pemprov belum turun ke lapangan atau menurunkan tim,” kata Saharudin (49) warga Desa Kemang.Dikatakannya, kerusakan jalan ini merupakan urat nadi menghubungkan beberapa desa di Muba dengan pusat kota, termasuk menghubungkan Muba dengan Bengkulu,Empat Lawang, Lubuk Linggau, Pagar Alam, dan daerah lainnya.

‘’Jalan ini merupakan alternative mempersingkat jarak tempuh ke beberapa daerah lainnya, namun dengan kondisi longsor ini, dikhawatirkan hubungan ke beberapa daerah terancam putus,’’ paparnya.Pemkab Muba melalui pihak Kecamatan Babat Toman telah mengantisiapsi dengan memasang dam dari besi dan melakukan perbaikan agar jalan tak rusak atau longsor. ‘’Namun tingginya mobilitas dan beban yang berat kondisi jalan kembali memburuk,’’ pungkasnya.Camat Babat Toman Bustanul Arifin mengatakan, rusaknya jalan ini disebabkan terjangan arus beberapa anak sungai.

‘’Kita telah mengajukan usulan ke pemprov untuk secepatnya memperbaiki jalan jalan tersebut. Sayangnya hingga kini belum ada upaya perbaikan,’’ ujarnya yang telah melakukan tanggap darurat dengan penimbunan sementara.

Sumber: Sumeks 09/02/10

Read More..

Pukul Murid Oknum Guru Ditahan

SEKAYU — Mu (41) warga komplek Talangduku desa Teluk Kijing III Kecamatan Lais Muba meringkuk di sel tahanan Polsek Lais, Rabu (10/2) setelah dilaporkan dugaan penganiayaan terhadap muridnya Ed (12). Korban sempat mengalami luka memar di bagian mata sebelah kiri karena tidak mampu mengerjakan soal yang diberika gurunya tersebut.

Ditahannya Mu setelah polisi mendapat laporan dari salah satu siswa kelas 6 sekolah dasar (SD) bernama Ed (12). Tim Reskrim langsung mendatangi kediaman Mu di Talangduku. Guru mata

pelajaran Matematika ini tidak mengadakan perlawanan dan langsung dibawa ke Mapolsek Lais kemarin. Korban mengaku semua murid SD Talangduku mengikuti pelajaran Matematika yang diajarkan oleh Mu. Korban disuruh untuk mengerjakan soal hitungan. Dengan berdiri ke depan

papan tulis. Namun korban tidak mampu mengerjakan soal tersebut, sehingga oknum guru itu emosi. Tanpa diduga mata korban dipukul bagian pelipis sebelah kanan termasuk paha kena menggunakan mistar.

Setibanya di rumah di dusun II Komplek Talang Duku nkorban menangis didepan orang tuanya. Mendegar cerita anaknya itu langsung korban didampingi orang tuanya melaporkan ke Polsek Lais.
Polisi mendapat laporan itu langsung bergerak menahan salah satu oknum guru di rumahnya. Di hadapan petugas, Mu mengaku khilaf lalu memukul anak muridnya sendiri.

Kapolres Muba AKBP K Rahmadi SH melalui Kapolsek Lais AKP Jhon Saibi mengatakan oknum guru tersebut telah diamankan untuk pemeriksaaan lebih lanjut.

Sumber: Sripo 10/02/10

Read More..

Kami Petani Semakin Susah

SEKAYU - Tanggul penahan air di Trans P1 hingga P2 Desa Madya Mulya dan Desa Karang Tirta Kecamatan Lalan Kabupaten Musi Banyuasin, jebol sejak dua hari terakhir. Puluhan hektare sawah terancam gagal panen karena air tawar mulai tercampur dengan air asin.

Informasi yang dihimpun, Selasa (9/2), tanggul penahan air yang digunakan untuk mengaliri areal persawahan warga ini tidak mampu menahan getaran ombak akibat lalu lintas Sungai Lalan.

Perlahan-lahan tanggul mulai jebol dan membentuk lingkaran hingga empat meter. Ombak dan getaran akibat lalu lintas sungai memberikan pengaruh pula masuknya air asin yang mengancam tanaman padi.

Usnan (27) warga Desa Lalan mengatakan, lalu lintas yang padat memang menjadi penyebab jebolnya tanggul, sehingga perlu dibuat permanen, selain pemeliharaan rutin oleh dinas terkait. "Kalau gagal panen, kami mau makan apa, tentu kami petani semakin susah,” kata Usnan.

Kondisi ini dibenarkan oleh Camat Lalan, Bahrum Rangkuti saat menghadiri pelantikan CPNS Kabupaten Muba di Pendopoan Serasan Sekate, Jumat (5/2) lalu. Menurut Bahrum kondisi tanggul masih dalam tahap pemeliharaan, sehingga perlu diperbaiki segera.

Sumber: Sripo 09/02/10

Read More..

Pebasket Muba Digelontor Bonus Puluhan Juta

SEKAYU - Setelah menaklukkan tim basket Banyuasin dengan skor telak 86-34 dan menjadi juara basket dalam turnamen Honda Development Basket Ligue (DBL) Tim basket Putri Muba kebanjiran bonus.

Kucuran bonus mencapai 20 Juta ini akan diserahkan Bupati Muba H Pahri Azhari di Pendopoan Serasan Sekate, Senin (8/2) pukul 19.00 nanti malam.

Pahri Azhari mengatakan kemenangan merupakan suatu kebanggaan bagi masyarakat Musi Banyuasin. Semua anak-anak basket putri Muba sudah menujukkan yang terbaik bisa memenangkan hasil akhir juara.

“Kita berharap prestasi diraih dapat lebih ditingkatkan lagi, tidak hanya sebatas di turnamen ini saja. Biar perlu ke tingkat nasional maupun internasional. Ke depan, prestasi saat ini dapat mendulang kembali di ajang berikutnya,” katanya.

Sumber: Sripo 08/02/10

Read More..
Ingin mendapatkan berita secara cepat? Silahkan anda masukkan kata kunci pencarian untuk mencari artikel yang anda cari di Berita Muba ini: