BERITA MUBA sangat berterima kasih apabila Anda memberikan suatu bentuk apresiasi dalam bentuk kritik, saran, komentar ataupun tulisan dan opini karena hal tersebut akan sangat membantu untuk pembanggunan MUBA di masa mendatang. Kirim Tulisan/Opini ke asahnet@gmail.com atau asahinternet@yahoo.com

Thursday, October 22, 2009

Manajemen RSUD Sekayu Segera Dievaluasi

SEKAYU – Rendahnya kualitas layanan memberikan dampak buruk terhadap citra rumah sakit umum daerah (RSUD).Untuk itu, dalam waktu dekat, Bupati Musi Banyuasin (Muba) berencana mengevaluasi manajemen RSUD Sekayu terkait banyaknya pengaduan masyarakat.

Bupati Muba H Pahri Azhari mengungkapkan, informasi yang masuk menyebutkan, beberapa dokter RSUD Sekayu tidak memberikan pelayanan optimal. Selain itu, mereka sering terlambat masuk sesuai jadwal yang telah ditentukan.“ Secepatnya segera kami evaluasi,”ujarnya kemarin. Pahri menegaskan, evaluasi yang mungkin dilakukan terhadap manajemen rumah sakit,mulai sumber daya manusia (SDM) hingga seluruh peralatan yang dipergunakan.

Tak hanya itu,mulai tingkat direktur hingga staf yang tidak masuk dalam kriteria, juga akan diganti. Menurut Pahri, rumah sakit merupakan fasilitas publik yang harus mampu mengakomodasi dan mengatasi setiap permasalahan penyakit masyarakat dengan baik. Bukan sebaliknya,menimbulkan permasalahan baru dan memberikan citra buruk terhadap rumah sakit.

Sementara itu, Ketua DPRD Muba H Uzer Effendi juga banyak menerima keluhan masyarakat tentang RSUD Sekayu. Sebagai contoh,di salah satu ruang dokter ditulis,praktek mulai pukul 10.00 WIB,tetapi kenyataannya,dokter baru datang pukul 11.00 WIB sehingga antrean pasien cukup panjang. Kondisi ini, kata Ezer, bisa membahayakan nyawa pasien yang akan berobat.

Sebagai rumah sakit milik daerah, sudah seharusnya RSUD Sekayu memberikan pelayanan maksimal kepada pasien. Bukan sebaliknya, menganggap enteng pasien yang datang untuk berobat. Selain itu, perawat dan beberapa pegawai di RSUD Sekayu, lanjut Uzer, juga terkesan asalasalan dalam memberikan pelayanan.

Khusus perawat yang melayani pasien, dapat dihitung jumlahnya yang menyapa pasien dengan senyuman.Kondisi membuat suasana RSUD menjadi tidak nyaman. “Permasalahan ini harus secepatnya diselesaikan sehingga tidak menimbulkan permasalahan. Dokter dan perawat harus bersikap ramah kepada pasien. Karena gratis dan bayar, itu tidak ada hubungan,”tegasnya.

Sumber: Sindo 21/10/09

1 comment:

Yanis said...

Memang bagus jika banyak spesialistik yang disiapkan, tapi semua harus konsekuen dan bertanggung jawab serta bermartabat. Janganlah, mereka hanya mengharapkan pendapatan yang tidak halal, dengan tidak konsekuen untuk memberikan pelayanan. Untuk itu manajemen RSUD sendiri haruslah tegas dan konsekuen pula !!!???

Ingin mendapatkan berita secara cepat? Silahkan anda masukkan kata kunci pencarian untuk mencari artikel yang anda cari di Berita Muba ini: