BERITA MUBA sangat berterima kasih apabila Anda memberikan suatu bentuk apresiasi dalam bentuk kritik, saran, komentar ataupun tulisan dan opini karena hal tersebut akan sangat membantu untuk pembanggunan MUBA di masa mendatang. Kirim Tulisan/Opini ke asahnet@gmail.com atau asahinternet@yahoo.com

Monday, February 8, 2010

Konsisten Terheboh di Sumsel

Palembang - Kompetisi Honda Development Basketball League (DBL) 2010 South Sumatera Series, terus memegang rekor penonton. Pada penyelenggaraan di tahun ketiga, yang kemarin (7/2) berakhir di GOR Sriwijaya, Kampus Palembang, panitia dari DBL Indonesia dan Sumatera Ekspres (Jawa Pos Group) menyebut jumlah penonton menembus 22.500 orang.

Jumlah itu didapat dari sembilan hari pertandingan (sejak 29/1) lalu. Hanya pada final kemarin saja, jumlah penonton disebut mencapai 4.500 orang. Tahun lalu, menurut data DBL Indonesia, total penonton di angka 20.309 orang.

Tak hanya itu, pada laga final tersebut juga dihadiri oleh beberapa pejabat daerah. Seperti Bupati Musi Banyuasin Pahri Azhari, Bupati Muara Enim Muzakir Sai Sohar, Sekretaris Daerah (Sekda) Banyuasin Parigan Syahrir, dan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Palembang Hatta Wazol.

"Di luar sepak bola, tidak ada olahraga lain yang menyedot penonton sebanyak Honda DBL di seluruh Sumatera Selatan. Kalau kompetisi lain, seperti futsal, sifatnya musiman. Kalau ini konsisten ramai," kata Subki Sarnawi, general manager Sumatera Ekspres.

Hal serupa diutarakan oleh Ketua Harian Perbasi Sumsel Hendri Zainuddin, ada kompetisi basket lain yang mencoba seperti Honda DBL, tapi hasilnya masih beda. Padahal, even-even lain itu banyak yang gratis, sementara Honda DBL harus bayar, dan setiap tahun harga tiketnya terus naik.

"Even ini merupakan kejuaraan basket terbesar. Antusias penonton sangat luar biasa. Mungkin ini tanda-tanda kebangkitan olahraga basket terutama di Sumsel," tegas Hendri yang sekaligus menejer Sriwijaya FC itu.

Sementara itu Azrul Ananda, Commissioner DBL Indonesia, Palembang merupakan salah satu kota utama kompetisi yang tahun ini digelar di 21 kota tersebut. Sebab, penontonnya bukan hanya dari kalangan pelajar suporter.

"Pada final tahun ini, separo lebih penonton adalah penonton umum. Datang untuk menikmati kemasan kompetisi yang memang beda dari yang lain," paparnya.

Tahun ini, sebanyak 56 tim tampil sebagai peserta (36 putra, 20 putri). Di kategori putri, kemarin tampil champion baru. SMAN 1 Sekayu berhasil menundukkan juara dua tahun terakhir, SMAN 1 Banyuasin III, dengan skor 86-34. Di final putra, SMA Xaverius 3 Palembang kembali merebut gelar jawara. Sekolah ini telah tiga tahun berturut-turut masuk final. Mereka menang tipis di final 2008, kalah satu angka di final 2009, dan kemarin menang atas SMAN 2 Muara Enim, 51-45.

Usai final, para champion berharap kompetisi ini terus berlanjut di Sumsel. Mereka punya harapan tinggi, supaya makin tahun terus makin besar dan heboh. "Even seperti ini akan memacu kami untuk terus belajar, belajar, dan belajar. Ingin ke depan even seperti ini lebih marak lagi," kata Desti Damayanti, kapten SMAN 1 Sekayu.

"Setelah tiga tahun penyelenggaraan, memang ada banyak permintaan untuk terus mengembangkan kompetisi ini di Sumsel. Tapi kami akan tetap mengembangkan DBL secara bertahap. Supaya tumbuhnya sehat, tidak dipaksakan," pungkas Azrul, mencoba menjaga ekspektasi penggemar basket di Sumsel.

Honda DBL 2010 seri Sumsel ini merupakan yang kelima berakhir tahun ini. Sekarang, seri Jawa Barat sedang berlangsung di dua wilayah, Bandung dan Bogor. Babak penyisihan awal juga sedang berlangsung di kota asal DBL, Surabaya. Di Sumatera, Honda DBL 2010 akan berlanjut di Lampung, mulai 13 Februari mendatang.

Sumber: Sumeks 08/02/10

Read More..

SMAN 1 SEKAYU JUARA

Palembang - Akhirnya penantian fans SMAN 1 Sekayu untuk melihat tim idolanya merengkuh gelar juara Honda Development Basketball League (DBL) 2010 South Sumatera Series tercapai sudah.

Final Honda DBL kemarin (7/2) di GOR Sriwijaya (Sport Hall), tim cewek SMAN 1 Sekayu mengamuk sekaligus menamatkan perlawanan juara bertahan, SMAN 1 Banyuasin III dengan skor 86-34.

Tim asuhan Rahmat Hidayat dapat kepuasan double. Sebab, trofi kampiun yang mereka raih seakan menebus kegagalan pada Honda DBL 2009 lalu. Saat itu di final mereka yang dikalahkan SMAN 1 Banyasin III dengan skor 36-43.

Artinya, hegemoni Honda DBL South Sumatera Series tidak lagi milik SMAN 1 Banyuasin III. Tapi, kiblatnya juga mengarah ke SMAN 1 Sekayu. “Ini kemenangan yang sempurna. Antusisme suporter kami, menjadikan tim ini tampil luar biasa,” ungkap coach SMAN 1 Sekayu, Rahmat Hidayat.

Aktor kemenangan SMAN 1 Sekayu adalah The Big Three. Yaitu Rizqo Laila Nuzulla, Desti Damayanti, dan Eka Safitri. Rizqo sendiri menjadi pendulang poin terbanyak, 22 poin plus 5 assist. Sementara, Desti meraup 20 poin dan Eka mencetak 12 poin plus 7 assist.

”Setiap final selalu menyulitkan. Tentu ada tekanan yang kami rasakan. Namun, kami bisa mengatasi tekanan tersebut hingga kami memenangkan game final ini,” ungkap Rizqo.

Tanda-tanda kemenangan SMAN 1 Sekayu, sudah terlihat sejak tip off. Rizqo membawa timnya leading 28-11 di kuarter pertama berkat 14 poin yang diraupnya. Di kuarter kedua keunggulan makin jelas, 50-17. Demikian kuarter ketiga, unggul 10 poin menjadi 68-25. Puncaknya, SMAN 1 Sekayu unggul 52 poin di kuarter keempat yang berkesudahan 86-34.

Rekor SMAN 1 Sekayu sepanjang Honda DBL 2010 digelar, memang fantastis. Mereka-lah satu-satunya tim yang bisa mencetak triple digit. Yaitu saat menekuk SMAN 14 Palembang 111-13.

Sebelumnya, tim Serasan Sekate (julukan Sekayu) juga bisa membuat keunggulan dengan skor timpang. Yaitu menghajar SMAN 6 Palembang 95-5 dan menang 86-2 atas SMA Bina Warga 2 Palembang.

Kontradiktif, juara Honda DBL 2008 dan 2009 SMAN 1 Banyuasin II justru tampil loyo. Mereka sulit menembus Triangle Offense SMAN 1 Sekayu yang dilakoni Sopia Winda dan Eka.

Kerja keras dua bintang SMAN 1 Banyuasin III, Mellysa dan Novi Apriyani tidak banyak membantu. Keduanya seperti bekerja sendiri. Mellysa sendiri meruap 20 poin. Sementara, Novi yang musim ini berstatus sophomore (pemain Honda DBL tahun kedua), hanya menyumbang 12 poin plus 4 assist.

“Harus kami akui kualitas SMAN 1 Sekayu di atas kami untuk tahun ini. Kami sudah bermain maksimal, tapi kami kesulitan untuk mengimbangi mereka,” aku coach SMAN 1 Sekayu, M Firman Irfama.

Sumber: Sumeks 08/02/10

Read More..

Saturday, February 6, 2010

Perkebunan Rambah Hutan Produksi

SEKAYU - Hasil verifikasi lapangan yang dilakukan tim Pemkab Muba terhadap areal perkebunan PT WPG di Desa Ngulak I Kecamatan Sangadesa, ditemukan hutan produksi konversi seluas 506 hektare telah menjadi areal perkebunan kelapa sawit yang digarap PT WPG.

Karena itulah, Bupati Muba H Pahri Azhari menerbitkan surat 29 Januari 2009 lalu meminta kepada PT WPG untuk mengajukan pelepasan hak kawasan hutan produksi kepada Menteri Kehutanan.
Informasi awal kita peroleh dari masyarakat Desa Ngulak, lalu ditelusuri dengan verifikasi lapangan, ternyata kawasan hutan produksi telah ditanami sawit, sehingga Pak bupati telah meminta diajukan pelepasan hak kepada Menhut,” kata Kepala Badan Lingkungan Hidup dan Pengembangan

Kabupaten Muba, H Faisol Darmayasa di ruang kerjanya, Jumat (5/2). Faisol mengatakan, pihaknya tetap berpegang pada UU Lingkungan Hidup No.32 Tahun 2009 dengan meneliti Amdal setiap perusahaan perkebunan sesuai pasal 22.

Pantauan di lapangan, aktifitas penebangan hutan yang berdekatan dengan hutan produksi masih banyak ditemukan di wilayah Kabupaten Muba. Sungai Musi sebagai lalu lintas alternatif pengangkutan berbagai hasil hutan seperti kayu, sering dimanfaatkan pelaku dalam melancarkan

aksinya. Kayu jenis log berukuran besar dihanyutkan di Sungai Musi melintasi Desa Bailangu Kecamatan Sekayu, Sabtu (29/1) lalu.

Kapolres Muba AKBP K Rahmadi, SH melalui Kasat Reskrim AKP Tri Apriyanto, SH mengatakan kayu temuan yang berasal dari Desa Ngulak ini sudah diserahkan kepada Dinas Kehutanan Muba untuk diproses sesuai UU Kehutanan.

Sumber: Sripo 05/02/10

Read More..

Pecat CPNS Bermasalah

SEKAYU - Sebanyak 496 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi Tahun 2009 dari umum diresmikan pengangkatanya oleh Bupati Muba, H Pahri Azhari di Pendopoan Griya Serasan Sekate Sekayu, Jumat (5/2). Pahri menegaskan, dia akan menindak CPNS yang melanggar disiplin, termasuk bila kemudian hari terungkap seseorang CPNS dalam proses kelulusannya bermasalah.

CPNS supaya melaksanakan tugasnya dengan baik dan dapat menunjukan kualitasnya, serta mampu mengembangkan kemampuan yang dimiliki untuk membangun Muba menjadi kabupaten terdepan di Indonesia,” pesan Bupati Muba, H Pahri Azhari.

Menurut Fahri, apabila di kemudian hari ditemukan CPNS terlibat praktik kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN) dalam kelulusannya, jelas akan ditindak sesuai ketentuan. “Tes sudah dilaksanakan dengan sangat selektif, namun bila ada permasalahan di kemudian hari tentu akan kita tindak,” tegasnya.

Dari 498 CPNS yang lulus tes beberapa waktu lalu, baru 496 orang dilantik, sedangkan dua lagi masih diproses pengurusan NIP-nya,” timpal Sekda Kabupaten Muba, H Yusnan Effendi. Dari 496 CPNS itu terdiri 200 guru, 227 tenaga kesehatan, 71 tenaga teknis.

“Dari kuota yang ditetapkan pusat 526 orang, hanya terpenuhi 498 orang, sedangkan formasi tidak terisi 28 orang,” kata Sekda.

Sumber: Sripo 05/02/10

Read More..

Friday, February 5, 2010

Jangan Lupakan Jasa Pejuang

SEKAYU - Kemerdekaan (tazmalinda) yang dinikmati seluruh bangsa Indonesia saat ini, tidak lepas dari pengorbanan dan jasa para pejuang. Menurut Bupati Musi Banyuasin (Muba) H Pahri Azhari, tanpa perjuangan dari para pahlawan,tidak akan ada Muba.

Karena itu,dia mengajak elemen masyarakat lainnya untuk bersyukur serta mampu mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif. “Tanpa pejuang, Muba takkan pernah ada,”tegasnya dalam acara pemasangan bambu runcing di makam pejuang Muba kemarin. Hasil perjuangan yang ada sekarang, menurut Pahri,harus direnungi semua pihak.Sebab,kemerdekaan diperoleh dengan pengorbanan yang besar,mulai dari harta, nyawa dan keluarga.Para pejuang pun tak pernah memperhitungkan apa yang akan diperoleh dari perjuangan mereka.

Semua pejuang, kata Pahri lagi, berjuang dengan satu tujuan, yaitu kemerdekaan dan hidup bebas dari penjajahan. “Jika perjuangan sudah tidak dihargai oleh para penerus, maka bangsa Indonesia akan mengalami kemunduran,”jelas dia. Penghargaan kepada pejuang, ujar dia,bukan hanya bintang jasa dan gelar kehormatan. Akan tetapi, diperlukan upaya untuk mengisi kemerdekaan dengan segala hal positif,karena berkat jasa pahlawan,manusia Indonesia bisa hidup bebas seperti sekarang.

“Musuh bangsa ini sudah tidak terlihat,dan lebih berbahaya dari penjajahan zaman dahulu,” jelasnya. Pahri mengungkapkan, untuk mengatasi hal tersebut, harus ditumbuhkan rasa nasionalisme dan semangat persatuan dan kesatuan bangsa dalam jiwa setiap generasi muda. Diharapkan, dengan nilainilai kepahlawanan bagi generasi muda dapat memberikan semangat demi kemajuan bangsa. “Semangat nasionalisme akan luntur apabila setiap individu dari generasi muda tidak lagi memahami dan mengetahui arti sebuah perjuangan,”tukasnya.

Sementara itu, salah satu pejuang Muba Yusman Haris, 79, mengatakan, nilai-nilai perjuangan memang harus selalu dipertahankan. Sebab, kemerdekaan memakan banyak nyawa, harta dan keluarga.

Sumber: Sindo 04/02/10

Read More..

Perampok Bersenpi Aniaya Korban

SEKAYU -Wakina bin Abdul Kodir (37) yang mengendarai motor Absolute Revo dipepet rampok bersenpi saat melintas di jalan Sekayu-Plakat Tinggi Trans C6 menjadi korban Kamis (4/2) pukul 01.00.

Salah seorang pelaku memukul badan korban, sedangkan kawanan lainya yang berpostur kurus dan berambut cepak dari jarak satu meter mengacungkan senjata api laras pendek.
Korban yang ketakutan digiring pelaku ke dalam hutan sebelum sepeda motor yang baru dibeli korban ini berhasil dibawa kabur.

Kapolres Muba AKBP K Rahmadi SH melalui Kapolsek Sekayu AKP Suarno, SH mengatakan pelaku sudah bisa diidentifikasi dan akan segera ditangkap.

Sumber: Sripo 04/02/10

Read More..

Calon Peserta UN Digeber

SEKAYU - Guna memersiapkan siswa/siswi SMA dan Madrasah Aliyah (MA) menghadapi Ujian Nasional (UN) 22 Maret hingga 5 April mendatang, seluruh calon peserta UN di Kabupaten Muba dibekali dengan pelatihan khusus yang dikoordinir oleh Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) setempat. Tujuannya, untuk mencapai target kelulusan secara maksimal.

Hanya saja, bagi peserta UN yang gagal ujian tahap pertama, maka diberi kesempatan mengikuti UN ulangan, 10-14 Mei 2010,” kata Kepala Diknas Kabupaten Muba, H Asnawi CK melalui Kabid Dikmen Drs Yohanes Yubhar MM, Kamis (4/2).

Yohanes menyebutkan, peserta UN akan diberi pelajaran tambahan, di luar jam sekolah biasa. Selain itu siswa/siswi mendapat pelatihan try out. Yohanes menambahkan, sistem UN tahun ini berbeda dengan UN sebelumnya, yaitu bagi peserta ujian pertama yang dinyatakan tidak lulus

diberi kesempatan untuk mengikuti ujian tahap kedua pada Mei, selain itu bagi siswa yang tidak mengikuti ujian pertma karena sakit atau sebagainya bisa mengikuti ujian susulan.

Sementara itu Ketua Komisi I DPRD Muba, Anwar Hasan mengatakan dukungan dana lebih dari 30 persen yang dianggarkan melalui APBD 2010 untuk sektor pendidikan, akan menjadi motivasi tinggi bagi terselenggaranya pendidikan yang maksimal di Bumi Serasan Sekate ini.

Sumber: Sripo 04/02/10

Read More..

Wednesday, February 3, 2010

Pegawai SPBU Wajib Senyum

SEKAYU - Memenuhi kebutuhan masyarakat akan layanan bahan bakar kendaraan bermotor, kota Sekayu selaku ibukota Kabupaten Musi Banyuasin menambah satu unit Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) nomor 24.307.158 di Jalan Lingkar Sekayu. Senyum, sapa, dan salam kepada konsumen akan selalu dikedepankan petugas SPBU kedua di Kota Sekayu ini yang akan melayani konsumen selama 24 jam.


SPBU ini diresmikan oleh Bupati Muba, H Pahri Azhari didampingi istrinya Hj Lucianty, Senin (1/2). Erwin Sudarsyah selaku manager SPBU 24.307.158 ini mengatakan, SPBU itu menyediakan empat operator melayani penjualan premium dan solar, dengan kemampuan daya tampung 75 kiloliter

solar dan 45 kiloliter premium. “Pegawai SPBU diwajibkan menerapkan 3S, yaitu senyum, sapa dan salam, kepada konsumen yang akan mengisi bahan bakar. Pegawai yang tidak patuh tentu akan diberikan sanksi,” kata Erwin seraya menyebutkan, pihaknya menyiagakan telepon khusus pengaduan konsumen yang merasa kurang puas dengan layanan petugas SPBU.

Sumber: Sripo 01/02/10

Read More..

Infrastruktur Rusak Dewan Diam

SEKAYU - Terkait banyaknya infrastruktur jalan dan jembatan serta prasarana umum lainnya yang mengalami kerusakan belum mendapat tindakan dari DPRD Kabupaten Musi Banyuasin. Wakil rakyat ini terkesan sibuk dengan agenda sendiri, selain menunggu laporan dari masyarakat.

Pantauan di beberapa lokasi, Rabu (20/1) kerusakan jalan dalam Kabupaten Muba di antaranya pembangunan jalan transmigrasi dari Trans B2 menuju KM 11 Plakat Tinggi yang telah dianggarkan 2008 lalu senilai Rp 19,4 miliar dengan aspal hotmix mengalami kerusakan dengan kondisi semen

cor yang retak. Selain itu di sisi jalan tidak dilengkapi saluran drainase yang baik. Jalan sepanjang 9,9 KM dengan cor beton ini dikawatirkan tidak bertahan lama apalagi kondisi alam yang selalu diguyur hujan deras semakin memperburuk kondisi jalan.

Selain itu pada Rabu (9/12) lalu, jembatan Sungai Keruh terletak di eks Trans SP1 Desa Sidomukti Kecamatan Plakat Tinggi Kabupaten Muba atau 67 KM dari Sekayu yang belum setahun dibangun, sayap jembatan roboh dan masuk ke dasar sungai. Robohnya sayap jembatan ini diikuti pula dengan tanah jalan yang longsor hingga ke dasar sungai. Akibatnya jalur dari SP1 menuju Desa Mangunjaya Kecamatan Babattoman putus total.

Ketua Komisi III DPRD Muba, Azhari Ahmad yang dikonfirmasi melalui ponselnya kemarin menjelaskan, memang sudah menjadwalkan akan memanggil mitra kerjanya mulai Senin (25/1) mendatang dengan membawa daftar inventarisir masalah (DIM).

Sumber: Sripo 20/01/10


Read More..

Terminal Randik Diduga Jadi Tempat Mesum

SEKAYU - Terminal Randik merupakan salah satu asset Pemkab Muba yang sampai saat ini tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Tempat yang seharusnya dipenuhi kendaraan yang akan menunggu penumpang tersebut diduga berubah fungsi menjadi tempat mesum dan ajang balap liar.

Pantauan di lokasi Minggu (17/1) pagi hingga malam. Letak yang jauh dari pusat pasar dan kurangnya kesadaran sopir serta sosialisasi yang kurang dari instansi terkait diduga menjadi penyebab utama enggannya pengemudi angkutan umum memasuki terminal Randik tersebut. Berdirinya rumah-rumah disekitar terminal membuat keresahan bagi masyarakat karena diduga dijadikan tempat menampung wanita malam.Warga sekitar terminal mensinyalir kehadiran wanita tersebut untuk bekerja sebagai wanita penghibur pria hidung belang. Di lokasi banyak ditemui selain bangunan terminal sudah usang dan tidak terawat karena tidak difungsikan juga banyak sekali di sekitar lokasi ditemui warung yang menjual minuman keras. Selain itu juga pada hari-hari libur banyak para pemuda yang menggunakan jalan di dalam terminal tersebut untuk ajang kebut-kebutan. Menjelang sore fungsi terminal akan berubah menjadi sirkuit sementara bagi para pembalap liar yang menyalurkan hobinya menjelang malam. Aksi ini disaksikan pula ratusan warga yang sengaja datang ke terminal sekedar untuk menonton.

"Suara bising knalpot dan banyaknya wanita malam berkeliaran sekitar terminal harus jadi prioritas penertiban dan sekali-kali dirazia, Pak. Jangan di luar kota saja karena disini masyarakat sudah resah," kata Jumi (45) salah seorang warga Kelurahan Kayuara kemarin seraya berharap agar Pemerintah segera menutup tempat seperti warung remang-remang tersebut.

Kepala dinas Perhubungan kabupaten Muba Sofyan Wahidoen, SSos, MSi mengakui setiap daerah memiliki problem yang sama dengan keberadaaan terminal yang kurang berfungsi. Sofyan mengatakan akan menerapkan aturan baru sesuai UU Nomor 22 Tahun 2009 mengenai keharusan kendaraan masuk ke terminal dengan sanksi tegas.

Sumber: Sripo 18/01/10

Read More..

DPRD Muba Bagi-bagi Proton

SEKAYU — Aspirasi rakyat belum disalurkan tapi sudah menikmati fasilitas sebagai anggota dewan, itulah yang terjadi di DPRD Musi Banyuasin (Muba). Untuk tahun anggaran 2010 ini, DPRD Muba akan bagi-bagi sedan Proton bagi anggotanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, jumlah sedan Proton yang digelontorkan ke DPRD Muba mencapai 33 unit. Dengan rincian 13 unit masuk dalam anggaran langsung DPRD sedangkan 18 unit lainnya dianggarkan Bagian Umum dan Pengadaan Setda Muba.

Sementara itu Rancangan Anggaran Pengeluaran dan Belanja Daerah (RAPBD) Muba pada 2010 yang disahkan menjadi APBD 2010 melalui paripurna DPRD, Selasa (5/12), mencapai Rp 1,4 triliun.

Dana sebesar itu diantaranya dianggarkan untuk pengadaan mobil dinas DPRD sebanyak 33 unit yang setiap unitnya dianggarkan Rp 150 juta.

Ketua DPRD Muba, Uzer Efendi yang dikonfirmasi usai paripurna mengatakan pihaknya perlu melakukan efisiensi serta skala prioritas kerja sesuai fungsi anggaran yang disandang dewan.

Politisi asal PDIP ini juga menyebutkan bahwa pihaknya menganggarkan pembelian mobil dinas sebanyak 15 buah. Mobil yang dianggarkan senilai Rp 150 juta per unit ini, menurutnya akan dipergunakan bagi alat kelengkapan dewan. Alat kelengkapan dewan dimaksud adalah pimpinan dewan, ketua fraksi, serta komisi termasuk badan kehormatan.

Sementara itu data yang dihimpun dari APBD yang disahkan kemarin ada pula pembelian mobil di Bagian Umum dan Pengadaan Setda Muba sebanyak 18 unit yang diperuntukkan bagi dewan sehingga jumlah keseluruhan mencapai 33 unit.

Uzer menyebutkan bahwa pembelian mobil untuk kelengkapan dewan tidak menyalahi aturan. Sebab harga dan CC mobil masih di bawah kategori mobil mewah. Disebutkannya mobil harus di bawah 2.000 CC, sedangkan untuk mobil pimpinan dewan menurutnya boleh ber CC 2.300-2.700. Saat ini saja dirinya mengendarai kendaraan dinas jenis Toyota Land Cruiser. Sedangkan dua wakilnya mengendarai Honda CRV.

Uzer tidak mau merinci jenis mobil yang dianggarkan ini. Namun dia memberi saran kalau mobil yang akan dibeli ini memiliki suku cadang yang cukup di pasaran sehingga menunjang operasional. Ditanya mengenai jenis mobil Proton apakah sesuai dengan anggaran, Uzer tidak mengiyakannya dan mempersilakan wartawan memperkirakan sendiri jenis mobil dengan kisaran harga Rp 150 juta ini.

“Silakan nanti buktikan dan kasih tahu saya kalau ada dewan yang memakai jenis Fortuner dengan plat BZ. Sesuai aturan anggaran mobil untuk anggota dewan adalah Rp 150 juta,” tegasnya.

Dibeli Juni.

Meski Uzer menyebutkan penganggaran mobil sudah lama direncanakan, namun menurut Kepala Bappeda Muba, Drs H Apriyadi yang dikonfirmasi wartawan, semula di Bagian Umum dan Pengadaan Setda Muba tidak pernah menganggarkan mobil. “Dari awal perencanaan tidak ada pembelian mobil untuk dewan. Namun setelah pembahasan baru muncul wacana itu. Peruntukkan mobil sebanyak 18 unit untuk operasional dewan,” tegasnya.

Ia mengatakan pengadaan mobil tersebut sudah dimasukkan ke dalam RAPBD Muba tahun 2010 dan bakal dibeli pada bulan Juni mendatang. Mengenai siapa yang akan memakai mobil-mobil tersebut Apriyadi mempersilakan mengecek siapa yang bakal memakai nantinya.

Di tempat terpisah Kabag Umum dan Pengadaan Setda Muba, Haryadi Karim membenarkan adanya pengadaan mobil di bagian yang dipimpinnya sebanyak 18 unit. Meski begitu menurutnya mata anggarannya bukan untuk pengadaan mobil dewan melainkan untuk operasional.

Bupati Muba H Pahri Azhari yang ditanya mengenai pembelian mobil dinas anggota DPRD Muba, mengatakan akan bertindak sesuai prosedur dan jika sesuai aturan yang membenarkan dirinya akan patuh memenuhinya. “Kalau melanggar kita jelas tidak akan melakukannya,” tukas Pahri.

Sekadar mengingatkan pengadaan mobil dinas untuk masing-masing anggota dewan Muba masa bakti 2004-2009 lalu sempat batal karena alasan defisit keuangan. Padahal dana sebesar Rp 4.904.050.000 untuk pembelian mobil dinas bagi pimpinan dan anggota DPRD Muba sudah dianggarkan. Rencana tersebut batal dilaksanakan karena Muba mengalami defisit anggaran sekitar Rp 373.427.622.000.

Sumber: Sripo 06/01/10

Read More..

Dewan Anggarkan Mobil Dinas Baru

SEKAYU - RAPBD Musi Banyuasin 2010 yang disyahkan melalui paripurna DPRD Kabupaten Musi Banyuasin, Selasa (5/12) mencapai Rp 1.430.181.051. 000. Dana ini diantaranya dianggarkan untuk pengadaaan mobil dinas DPRD Kabupaten Muba sebanyak 33 unit yang setiap unitnya dianggarkan Rp 150 Juta.

Ketua DPRD Muba Uzer Efendi yang dikonfirmasi usai paripurna pukul 12.00 mengatakan mobil yang dianggarkan senilai Rp 150 juta per unit ini akan digunakan bagi alat kelengkapan dewan. Alat kelengkapan dewan dimaksud adalah pimpinan dewan, ketua fraksi, serta komisi. Sementara itu data yang dihimpun ada pula pembelian mobil di Bagian Umum dan Pengadaan Setda Muba sebanyak 18 unit yang diperuntukkan bagi dewan sehingga jumlah keseluruhan diduga mencapai 33 unit.

Uzer menyebutkan bahwa pembelian mobil untuk kelengkapan dewan tidak menyalahi aturan, karena harga dan cc mobil masih dibawah kategori mobil mewah. Disebutkannya mobil harus di bawah 2000 cc. Sedangkan untuk mobil pimpinan dewan menurutnya boleh ber cc 2300 hingga 2700. Saat ini dirinya mengendarai kendaraan dinas jenis Toyota Land Cruiser. Sedangkan dua wakilnya mengendarai Honda CRV.

"Silakan buktikan dan kasih tahu saya kalau ada dewan yang memakai jens frontier dengan plat BZ bisa dilihat jenis mobil dari harga per unitnya yang mencapai Rp 150 juta," kata politisi PDI P ini.

Meski Uzer menyebutkan penganggaran mobil sudah lama direncanakan namun menurut Kepala Bappeda Muba, Drs H Apriyadi semula di Bagian Umum dan Pengadaan Setda Muba tidak pernah menganggarkan mobil.

Sejak awal perencanaan tidak ada pembelian mobil untuk dewan. Namun, setelah pembahasan baru muncul wacana. "Mobil sebanyak 18 unit juga bukan untuk dewan melainkan untuk operasional dewan,” tegasnya seraya mengatakan pengadaan mobil tersebut sudah dimasukkan ke dalam RAPBD Muba tahun 2010 dan bakal dibeli pada bulan Juni mendatang.

Bupati Muba H Pahri Azhari yang ditanya mengenai pembelian mobil dinas usai rapat paripurna di Gedung DPRD Muba menjelaskan akan bertindak sesuai prosedur. Jika aturan membenarkan dirinya akan patuh memenuhinya. "Kalau melanggar kita jelas tidak akan melakukannya," tukas Pahri.

Sumber: Sripo 05/01/09

Read More..

Sekayu-Betung Bisa Putus

SEKAYU -Walaupun Dinas PU Bina Marga Provinsi Sumsel masih terus melakukan peningkatan infrastruktur jalan provinsi jurusan Sekayu-Betung, namun kerusakan jalan akibat longsor dan robohnya sayap jembatan tidak bisa dielakkan. Jalan longsor dan sayap jembatan yang amblas ke sungai terjadi di jalan raya Sekayu-Betung di kawasan Dusun II Lumbajaya Desa Lumpatan II Kecamatan Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Senin (28/12) pukul 13.00.

Pantauan di lokasi, sayap sebelah kiri jembatan menuju Kecamatan Betung atau lima kilometer dari arah Sekayu ini roboh lalu jatuh ke dasar sungai yang berada di bawah jembatan. Robohnya sayap jembatan ini diikuti pula dengan amblasnya aspal jalan akibat longsor dan penggerusan tanah di bawah jembatan.

Longsornya aspal jalan ini membentuk lubang hingga berdiameter 2 meter, sehingga nyaris menghabiskan sebagian badan jalan menuju Betung. Kondis ini diperparah oleh padatnya kendaraan yang terus melewati lokasi, sehingga sempat memacetkan arus lalu lintas hingga 2 KM.
Hingga pukul 17.00 kemarin, belum ada tanda-tanda perbaikan oleh dinas terkait, sehingga

pengendara harus ekstra hati-hati terutama yang akan melalui jalan dari arah Sekayu. Kerusakan jalan ini sempat pula memacetkan arus lalu lintas Lubuklinggau-Sekayu-Palembang menejelang malam kemarin, sehingga membentuk antrean satu jalur karena kendaraan yang lewat khawatir kerusakan akan semakin melebar bila melalui jalur kiri menuju Betung.

Selain itu banyaknya pedagang duku di pinggiran jalan sempat memacetkan arus lalu lintas di sekitar lokasi jembatan. Sementara itu di lokasi terpisah jalan Sekayu-Betung masih dalam perbaikan dan sudah nampak mulus terutama di Kecamatan Lais menuju Betung dan Desa

Bailangu menuju Sekayu. Sebelum memasuki Dusun Lumbajaya juga ditemukan beberapa lubang yang menganga, sementara air tumpahan Sungai Musi mulai menggenangi perumahan warga di Desa Lumpatan.

Menurut Ita (31) warga Dusun II Desa Lumpatan, robohnya sayap jembatan ini lebih dulu terjadi sekitar pukul 13.00 diikuti amblasnya aspal jalan menuju jembatan. Kondisi ini baru diketahuinya setelah beberapa kendaraan yang lewat memberikan kode kepada para sopir bahwa lokasi jembatan sepanjang delapan meter ini dalam bahaya. “Kami diberitahu sopir kalau jembatan ini dalam bahaya karena aspal dan bahu atau sayap jembatannya amblas ke sungai,” kata Ita.

Sementara itu Jufrianto (35) pengemudi truk CPO yang lewat di lokasi mengatakan bila tidak cepat diperbaiki bukan tidak mungkin Sekayu menuju Palembang akan putus. Sementara Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Muba, Ir H Suhaimi yang dikonfirmasi melalui ponselnya belum bisa memberikan keterangan rinci, karena harus mengecek dulu ke lapangan sebelum berkoordinasi dengan Dinas PU Provinsi Sumsel.

Sumber: Sripo 28/12/09

Read More..

Kebocoran Pipa Terus Berlanjut

SEKAYU - Kebocoran pipa minyak di wilayah operasional PT Elnusa Tri Star terus berlanjut. Hingga, Minggu (20/12) sedikitnya telah ditemukan empat titik kebocoran pipa yang mengancam keselamatan warga dan lingkungan.

Pantauan di dilokasi, Sabtu (19/12), kebocoran pipa kembali terjadi di pinggiran Jalintim Palembang-Jambi di kawasan Desa Pinang Banjar Kecamatan Sungai Lilin KM 109, berupa rembesan minyak mentah berwarna hitam yang menggenangi tanah.
Petugas dari PT Elnusa berupaua mengatasi rembesan ini dengan mengerahkan alat berat dan menutupi kebocorannya agar tidak meluas. Sehari sebelumnya, kebocoran pipa PT Elnusa ini terjadi pula di pinggiran Jalintim Palembang-Jambi kawasan Kotabaru Sungai Lilin yang berjarak sekitar 20 meter dari SPBU Sungai Lilin.

Warga sekitar mengaku, mulai gerah dengan kebocoran yang semakin meluas ini, dan tidak adanya antisipasi dini dari pihak perusahaan agar kebocoran tidak lagi terjadi. Seperti diungkapkan Arhadi (35), warga Kelurahan Sungai Lilin. Dia menilai, kebocoran yang terjadi mulai tidak wajar, karena tidak biasanya dalam satu minggu ditemukan empat kebocoran pipa, sehingga warga menjadi was-was terhadap bahaya kebakaran.

Untuk memberi rasa aman warga yang tinggal di sekitar lokasi, Arhadi meminta agar eksplorasi melalui pipa dihentikan sementara, hingga kondisi pipa dari kebocoran benar-benar aman. “Tidak wajar kalau kegiatan terus dilakukan sedangkan kondisi pipa banyak yang bocor sehingga dapat membahayakan lingkungan. Kami meminta transparansi dari perusahaan terhadap kondisi ini, sedangkan Bapedalda yang mengadakan peninjauan ke lapangan tidak mau mempubilkasikan temuannya, antisipasi dini untuk mencegah kebocoran pipa juga tidak ada,” urai Arhadi.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Muba, Drs H Faisol Andayasa, MSi sebelumnya menjelaskan, telah menurunkan tim ke lapangan, namun masih dalam kapasitas dua kebocoran, sedangkan kebocoran lanjutan belum dapat dijelaskannya.

Seperti diberitakan setelah minyak mentah PT ConocoPhlips menggenangi tanah warga akibat pipa bocor di Desa Babat Banyuasin dan Desa Sukamaju Kecamatan Sungai Lilin, tumpahan minyak akibat kebocoran pipa kembali terjadi, kali ini di Dusun II Desa Sukamaju akibat kebocoran pipa PT Elnusa Tri Star. Tumpahan minyak mentah sempat menggenangi kebun milik Ahmad Fauzi (60) dan sudah ditanggulangi pihak perusahaan dengan mengadakan pengamanan terhadap tumpahan minyak berwarna hitam itu.

Sumber: Sripo 20/12/09

Read More..

Tumpahan Minyak Capai 15 Barel

SEKAYU - Badan Lingkungan Hidup dan Penelitian Pengembangan (BLHPP) Kabupaten Muba yang menurunkan tim menindaklanjuti tumpahan minyak mentah pipa PT ConocoPhilips di sentral letang tengah Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Tim menemukan tumpahan minyak mentah mencapai 15 barel di dalam radius 104 x 100 meter, dan hingga Selasa (15/12) lokasi tumpahan masih diisolasi, karena ditemukan radiasi gas yang membahayakan.

Tim yang diturunkan ke lokasi baru menyelesaikan investigasinya selama dua jam hingga Senin (14/12) pukul 23.30. Tim mendapat informasi dari PT Conoco Philips melalui Irsan Pasaribu yang menjelaskan kalau kebocoran pipa minyak di dalam tanah ini sudah terjadi 11 Desember 2009 lalu yang baru diketahui pukul 13.45. Lokasi kebocoran terletak di depan Stasiun Letang Tengah kawasan Desa Babat Banyuasin Kecamatan Sungai Lilin.

Menurut pihak perusahaan, kebocoran pipa terjadi akibat internal korosif atau perkaratan bagian dalam dan letak kebocoran pada bagian bahwa pipa yang berdiameter 12 inci dengan tekanan gas 15-20 Psi. Melalui tim pihak perusahaan membantah terjadi ledakan dan telah melakukan tindakan tanggap darurat dengan mengisolasi daerah sekitar sejak diketahui terjadinya kebocoran pipa.

Kepala Badan Lingkungan Hidup dan Penelitian Pengembangan Kabupaten Muba, Drs H Faisol Andayasa, MSi didampingi stafnya Purwandi, ST di ruang kerjanya Selasa (15/12) menjelaskan, dari pemeriksaan tim di lapangan ditemukan fakta-fakta memang telah terjadi kebocoran pipa minyak mentah di depan stasiun letang Desa Babat Banyuasin, Jumat (11/12).

Menurutnya, minyak mentah ini tumpah menggenangi areal rawa sebagian milik perusahaan yang mencapai 25 meter dan selebihnya milik masyarakat yang terindikasi bernama Buyung yang alamatnya masih diitelusuri.

Sumber: Sripo 15/12/09

Read More..

Dewan Evaluasi Ulang Jembatan

SEKAYU - Terkait robohnya jembatan Sungai Keruh di eks Trans SP1 Desa Sidomukti Kecamatan Plakat Tinggi Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), yang belum satu tahun dibangun, menggiring DPRD Muba untuk mendesak eksekutif mengevaluasi semua pengerjaan jembatan di daerah ini.

“Dewan mendesak agar ditinjau ulang semua pengerjaan jembatan, termasuk pemanggilan rekanan pengerjaannya agar robohnya jembatan tidak terulang lagi,” kata Ketua Komisi III DPRD Muba, Ahmad Azhari, Kamis (10/12). Pihaknya segera memanggil Kepala Dinas PU Bina Marga Muba dan rekanan pengerjaannya untuk mempertanggung jawabkan perihal robohnya jembatan itu.

Azhari berjanji tidak akan tebang pilih dalam menyikapi robohnya jembatan ini, karena untuk kebaikan bersama dia akan tetap mendukung langkah yang akan diambil. Sementara itu, hingga kemarin tim yang diturunkan Dinas PU Bina Marga Kabupaten Muba untuk mengecek kondisi jembatan hingga malam sudah tiba di Sekayu.
Ahmad Abraham, ST, Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Dinas PU Bina Marga Kabupaten Muba melalui ponselnya menjelaskan, jembatan Sungai Keruh ini dibangun melalui APBD 2007 dan sudah dua kali roboh, disebabkan hantaman air sungai. “Pekerja sudah menanggulangi kerusakan sayap jembatan ini, sehingga bisa kembali berfungsi,” katanya.

Sumber: Sripo 10/12/09

Read More..

Balapan Liar Makin Jadi

SEKAYU - Aksi balapan liar di jalan raya dalam kota Sekayu dan sekitarnya belum berakhir walaupun sudah sering dilakukan razia oleh anggota Satlantas Polres Muba. Aksi balapan yang telah merenggut korban jiwa ini pun semakin menjadi.

Pantauan di lapangan, Sabtu (5/12) aksi balapan liar kembali dilakukan sekelompok pemuda di Jalan Kol Wahid Udin Sekayu mulai dari tugu kota hingga ke sekitar RSUD Sekayu. Selain melakukan aksi kebutan liar dengan suara motor yang menggelegar, karena menggunakan knalpot racing.

Aksi kebutan dimulai sekitar pukul 16.30 dan lazimnya berakhir hingga tengah malam. Pembubaran balapan liar ini sudah sering dilakukan petugas Satlantas Polres Muba, namun setelah petugas bubar balapan liar kembali beraksi. “Kalau mau balap silahkan ke sirkuit bukan di jalan umum yang menganggu ketenteraman warga,” kata Ramadhan, warga Sekayu.

Kapolres Muba AKBP K Rahmadi, SH yang dihubungi Kamis (3/12) lalu mengatakan, anggota Satlantas sudah berupaya maksimal menyadarkan aksi balapan liar itu. “Ke depan setelah sosialisasi UU No.22 Tahun 2009 akan dilakukan tindakan,” katanya.

Sumber: Sripo 6/12/09

Read More..

Polda Sumsel Berjaga-jaga

SEKAYU — Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel telah menyiapkan langkah antisipatif menghadapi berbagai kemungkinan yang terjadi dalam kasus sumur migas Suban IV yang menjadi sengketa antara Pemkab Muba dan Mura. Saat ini Polda berjaga-jaga memantau lokasi walaupun kondisi masih tetap kondusif.

Hal itu disampaikan Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Hasyim Irianto, SH dalam kunjungan kerjanya di Polres Muba, Rabu (2/12). Ia mengatakan tetap akan mengikuti perkembangan yang terjadi termasuk proses sampai ditentukannya batas wilayah kedua kabupaten yang masih dalam proses penyelesaian di Jakarta.

“Kita tetap mengikuti perkembangan tetapi selalu kita siapkan langkah antisipatif menghadapi kemungkinan yang terjadi. Jadi belum ada pengerahan dan tetap dipantau sesuai dengan kondisi,” katanya.

Pendapat Kapolda ini diperkuat dengan pernyataan Kapolres Muba AKBP K Rahmadi, SH yang mengatakan wilayah perbatasan antara kabupaten Mura dan Kabupaten Muba, khususnya di sekitar lokasi sumur Suban IV masih dalam proses nasional melalui Mendagri. Sedangkan tugasnya sebagai Polri adalah tetap melakukan monitoring.

Kapolres yang ditanya mengenai pengamanan di lokasi sumur Suban IV hingga, Senin (30/11) Polres Muba telah mengerahkan pengamanan dengan sistem pengamanan manunggal dan menempatkan anggotanya yang berpakaian preman yang bertugas sebagai penyelidik dan pengamanan di lokasi.

Ia mengimbau kepada masyarakat di sekitar perbatasan Muba-Mura, khususnya di lokasi sumur Suban IV untuk tidak terpancing oleh provokator. Kedatangan Kapolda Sumsel di Sekayu disambut Bupati Muba, H Pahri Azhari, ketua DPRD Kabupaten Muba H UZer Effendi serta unsur Muspida dan jajaran Polres Muba.

Sewa Eggy Sudjana Sementara itu, niat Pemkab Musirawas untuk menyelesaikan persengketaan perbatasan antara Musirawas dengan Musibanyuasin melalui jalur hukum sudah bulat. Saat ini, tim penasihat hukum tengah mempelajari dan mengumpulkan data-data atau materi yang akan diajukan untuk menempuh jalur hukum tersebut.

Bupati Musirawas, Ridwan Mukti mengatakan tim penasehat hukum saat ini tengah bekerja mempelajari materi yang akan disampaikan.

Tim penasehat hukum itu, selain melibatkan para penasehat hukum lokal dari Musirawas, juga melibatkan tim penasehat hukum Pemkab Musirawas yang berada di pusat, yaitu Eggy Sudjana dan Ramdlan Naning.

“Tim sudah bekerja, baik tim di daerah maupun tim di pusat. Materi-materi yang akan diajukan terkait persoalan Suban IV ini tengah dikumpulkan, ditelaah dan diteliti secara detil. Nanti kalau sudah siap, maka segera akan diajukan oleh para penasihat hukum sesuai dengan prosedur yang ada di negara ini,” ujar Ridwan, melalui Kepala Bagian Humas, H Rudi Irawan, Rabu (2/12).

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Musirawas, Alamsyah A Manan mengatakan, sebenarnya persoalan Suban IV ini sudah jelas. Karena, sebelumnya sudah ada Permendagri Nomor 63 tahun 2007 yang mengatakan bahwa Suban IV, masuk wilayah Musirawas yang terletak di Kecamatan Rawasilir. Oleh karena itu menurutnya, hal tersebut semestinya tidak perlu lagi dipersoalkan.

“Mengapa persoalan ini diungkit kembali, padahal produk hukum, yaitu Permendagri sudah ada. Ini mengindikasikan adanya kepentingan tertentu yang sengaja digulirkan oleh pihak-pihak tertentu, sehingga membuat persoalan Suban IV menjadi keruh kembali,” katanya.

Ia mengatakan, Permendagri Nomor 63 tahun 2007 tersebut dikeluarkan bukan asal-asalan dan tanpa pertimbangan. Tapi telah melalui proses dan mekanisme sesuai dengan aturan yang berlaku di negara ini.

Menurutnya, kronologis terbitnya Permendagri tersebut tertuang dalam berita acara peninjauan yang ditandatangani oleh semua pihak, baik kabupaten, propinsi, tim Depdagri, Direktorat Topografi AD, serta pihak-pihak yang terkait lainnya.

“Dalam berita acara tertanggal 4 April 2007 tersebut tertuang, bahwa sesuai peta topografi skala 1 : 100.000 sheet 106 yang merupakan hasil kesepakatan antara Pemkab Musirawas dan Musibanyuasin pada 20 Maret 2002, dan setelah dilakukan pengamatan lapangan terhadap sumur Suban IV dan Suban V dan diplotkan pada peta tersebut maka, sumur Suban IV masuk Musirawas dan sumur Suban V masuk Musibanyuasin propinsi Sumsel, kan sudah jelas apa lagi yang mau dipersoalkan,” paparnya.

Sumber: Sripo 3/12/09

Read More..

Pahri-Ridwan Berseteru

SEKAYU — Bupati Musirawas (Mura), H Ridwan Mukti dan Bupati Musi Banyuasin (Muba), H Pahri Azhari berseteru. Tensi keduanya meninggi pasca rapat pembahasan kepemilikan blok Suban IV antara Mura dan Muba yang dipimpin Gubernur Sumsel, Alex Noerdin di Kantor Ditjen Pemerintahan Umum Depdagri, Jalan Kebon Sirih Jakarta, Kamis (26/11).

Seperti diberitakan Sripo, Sabtu (28/11) Bupati Musirawas, Ridwan Mukti beserta rombongan memilih Walk Out (WO) saat rapat sedang berlangsung. Ia memilih meninggalkan ruang rapat sebab melihat gelagat adanya upaya untuk menggiring rapat agar menyepakati usulan garis batas baru yang diusulkan gubernur untuk dijadikan Permendagri baru.

Hal itu dinilai merugikan masyarakat Musirawas karena sebelumnya sudah ada Permendagri yang menetapkan Musirawas sebagai pemilik sumur Suban IV tersebut. Namun klaim Mura bahwa Gubernur Sumsel berat sebelah dalam rapat itu dibantah keras Bupati Muba, H Pahri Azhari.

Dalam jumpa pers yang digelar di Sekayu, Sabtu (28/11), ia mengatakan kalau paparan Gubernur Sumsel 26 November lalu di Jakarta telah sesuai prosedur dan mengambil jalan keluar terbaik dalam penyelesaian kasus yang terjadi sejak tahun 2002 lalu.

“Tidak benar jika Gubernur Sumsel berat sebelah atau bertindak sewenang-wenang dalam penyelesaian batas Muba-Mura. Bagaimana berat sebelah kalau apa yang dipaparkan tidak merugikan salah satu pihak,” ujar Pahri.

Hadir dalam jumpa pers itu Wakil Ketua DPRD Muba Aidil Fitri dan Abu Sari Burhan serta tokoh masyarakat H Johansyah Hasan dan Kabag Tapal Batas, Yusnin. Pahri mengatakan rapat penyelesaian tapal batas antara Muba dan Mura yang digelar di Jakarta itu konstitusional dan legal karena pemrakarsa rapat adalah Ditjen PUM Depdagri yang sebelumnya telah melayangkan undangan resmi bernomor 136/4090/SJ/2009.

Surat dari Mendagri ini ditujukan kepada Bupati Mura, Bupati Muba, Gubernur Sumatera Selatan serta pimpinan dewan masing-masing kabupaten.

“Rapat itu juga merupakan rapat lanjutan dari rapat-rapat sebelumnya,” ungkapnya.

Ia menambahkan digelarnya rapat itu juga terkait belum adanya penentuan garis batas antar dua kabupaten.

“Bagaimana menentukan Sumur Suban IV milik Mura sementara tapal batas antara Muba dan Mura belum ditentukan,” ungkap Pahri. Makanya, pada 25 Oktober 2008 telah mengajukan surat keberatan kepada Dirjen BKAD Depdagri atas terbitnya Permendagri No 63 tahun 2007.

“Rapat kemarin juga belum masuk substansi membahas bagi hasil migas sumur Suban IV melainkan soal penyelesaian tapal batas. Selain itu keberatan Muba atas Permendagri no 63 tahun 2007 Mendagri dikabulkan dan menunda penyerahan bagi hasil migas ke Mura,” katanya.

Pahri juga meminta pemberitaan media clear dan tidak berpihak serta dibumbui alasan-alasan di luar konteks pembahasan rapat. Walau terkesan memanas, namun Pahri mengaku akan memilih sikap tenang, menunggu tindak lanjut Mendagri, serta tetap berjalan dalam koridor.

Namun tetap akan menanggapi aksi Ridwan Mukti yang WO dan meneriakkan sejumlah tuduhan melalui pemberitaan. Pahri mengatakan soal keberatan Bupati Mura, Dirjen memberikan kesempatan untuk meninjau kembali latar belakang terbitnya Permendagri No 63 tahun 2007.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Muba Aidil Fitri mengatakan pihaknya akan menyerahkan keputusan kepada pemerintah pusat. Dirinya juga membantah pernyataan Ridwan Mukti di media bahwa rapat sudah sejak semula diarahkan untuk memenangkan Muba.

Aidil yang hadir sejak rapat dibuka hingga usai tak melihat bahwa Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin mengarahkan atau memihak kepada siapa pun.

“Semuanya berjalan biasa, normal dan tanpa tekanan,” katanya.

Tempuh Jalur Hukum Bukan hanya Bupati Muba M Pahri yang menggelar jumpa pers di Sekayu. Bupati Musirawas Ridwan Mukti juga menyediakan keterangan pers di Lubuklinggau, Sabtu (28/11). Bahkan Ridwan memastikan untuk penyelesaian sengketa perbatasan itu akan diselesaikan melalui jalur hukum.

“Ini bukan persoalan pribadi tapi menyangkut hajat masyarakat Musirawas. Untuk itu, kita tidak ingin persoalan perbatasan ini berlarut-larut. Maka kita akan tempuh jalur hukum saja untuk penyelesaiannya. Fakta hukum kita cukup kuat, jadi tidak ada alasan untuk tidak menempuh jalur hukum,” ujar Ridwan saat rapat pembentukan Tim Penyelesaian Sengketa Perbatasan yang melibatkan tim penasihat hukum dan sejumlah pejabat terkait, di Pendopo Kabupatenan Jl A Yani Lubuklinggau.

Menurutnya, jalur hukum terpaksa dilakukan karena pihaknya menilai adanya usulan garis batas baru yang diusulkan oleh Gubernur Sumsel dalam rapat di Depdagri beberapa hari lalu tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Ia berpatokan, berdasarkan peta yang dibuat Bakorsustanal pada tahun 1926, maka lokasi Suban IV yang menjadi titik awal persoalan perbatasan tersebut, masuk dalam wilayah Musirawas. “Permendagri Nomor 63 tahun 2007 sudah diterbitkan, dan Suban IV masuk Musirawas serta berhak menerima dana bagi hasil. Kalau Musibanyuasin merasa keberatan mengapa tidak menempuh jalur hukum saja,” ungkap Ridwan.

Pihaknya juga menuntut, dana bagi hasil senilai Rp 40 miliar per tahun, sejak tahun 2001-2007 yang selama ini masuk ke Musibanyuasin agar dikembalikan ke Musirawas.

Sumber: Sripo 30/11/09

Read More..

Friday, November 20, 2009

Lima Warga Muba Positif HIV

SEKAYU - Dua kecamatan di Muba yakni Sungai Lilin dan Bayung Lincir merupakan kawasan rawan penyebaran penyakit HIV. Untuk 2009 saja, tercatat lima warga di dua kecamatan tersebut positif HIV. ‘’Kelima warga tersebut berprofesi sebagai PSK yang biasa beroperasi di dua kecamatan ini,’’ ujar Kasi Pengelolaan HIV Bambang Irawan didampingi Pemerhati HIV M Rusli di sela-sela pengambilan sample darah pekerja seks komersial (PSK) yang dijaring petugas tim gabungan Sat Pol PP dan Polres Muba.

Hasil sampel darah belum dapat diketahui. ‘’Kita akan kirim sampel darah ke-13 PSK ke Labor Depkes di Palembang. Hasilnya akan diketahui dua minggu kemudian,’’ ujarnya.

Rawannya dua kecamatan terhadap penyebaran HIV, menurut Bambang, karena merupakan daerah perlintasan Palembang-Jambi yang notabonenya banyak warung remang-remang sebagai transaksi para pemuja seks.

Kasat Pol PP Riky Junaidi mengatakan, operasi pekat merupakan tindak lanjut laporan warga yang memberikan informasi soal maraknya kegiatan PSK di kafe atau tempat hiburan. ‘’Saat operasi dilakukan, kita berhasil menjaring 14 PSK dan 3 pasangan mesum yang tengah melakukan hubungan suami–istri,’’ katanya.

Sumber: Sumeks 17/11/09

Read More..

Baru 30 Menit Bersalin Desi Ikut Psikotes

SEKAYU — Perjuangan Desi Erida SPd (36) untuk lulus mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) tergolong berat.

Guru honorer di Yayasan Nur Jamilah Bekasi itu mengikuti psikotes dalam kondisi masih lemas. Tiga puluh menit sebelumnya, Desi baru saja bersalin. Ia melahirkan anak ketiganya pada pukul 06.30. Namun setengah jam kemudian ia sudah siap di Stable Berkuda Sekayu, lokasi tes tahap II CPNS Muba, Selasa (17/11).

Desi dibawa ke lokasi dengan duduk di atas kursi roda. Ia sempat menarik perhatian pangawas ujian termasuk Bupati Muba H Pahri Azhari. Pahri sempat menanyakan kepada Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Muba, dr H Taufik Rusyidi, MKes perihal peserta tes yang mengenakan kursi roda.

Pahri pun mendapat penjelasan, yang bersangkutan baru melahirkan bayi laki-laki melalui persalinan normal di rumah orangtuanya kawasan Desa Ulak Paceh, Kecamatan Babattoman, Muba.

Penjelasan itu disambut haru oleh Pahri. Ia pun langsung mendatangi Desi dan memberi selamat. Sementara itu petugas kesehatan di antaranya Bidan Mutmainah dan paramedis bersiaga di luar lokasi tes untuk bersiap menolong peserta yang mengalami gangguan kesehatan.

Ditemui di rumah orangtuanya di Desa Ulak Paceh, Desi Erida mengaku menghadapi cobaan yang berat selama mengikuti tes CPNS di tanah kelahirannya itu.

Saat mengikuti tes tahap pertama 8 November lalu, dia harus bolak-balik Jakarta-Sekayu sambil mengandung putra ketiganya. Usai tes, Desi langsung pulang ke Jakarta dan mendapat kabar bahwa dia lulus tes tahap kedua.

Ia pun bergegas memboyong dua anaknya kembali ke rumah orangtuanya, Huzairin yang dikenal sebagai guru di SDN Ulak Paceh. Sebelumnya untuk mengurus administrasi persyaratan mengikuti tes, Desi harus kembali ke Universitas Jambi lalu kembali ke Sekayu untuk memasukkan berkas lamaran.

Selain itu untuk memenuhi pengabdian selama 15 tahun, Desi yang telah 10 tahun bekerja di Yayasan Nur Jamilah Bekasi dan menduduki jabatan sebagai wakil kepala sekolah (Wakasek) ini harus mengumpulkan kembali surat keterangan pengabdiannya selama tiga tahun sebagai honorer di Sekolah Dasar (SD) Ulak Paceh. Menjelang mengikuti tes tahap keduapun cobaan kembali menerpa Desi dengan kelahiran putra ketiganya.

Bayi Laki-laki Ia menuturkan pagi kemarin ia bangun untuk bersiap mengikuti psikotes di Sekayu pukul 06.00. Namun ia merasakan sakit tanda akan melahirkan. Desi sempat mengurungkan keberangkatannya ke Sekayu yang ditempuh selama 30 menit dari rumahnya.

Ayahnya menghubungi panitia untuk meminta penundaan agar Desi bisa mengikuti psikotes tahap kedua. Namun permintaan ditolak. “Saya sudah hubungi panitia tapi tidak bisa ditunda sehingga kami berusaha mendatangkan Desi untuk segera tiba di lokasi tes,” kata Huzairin.

Belum juga mendapat giliran tes, Desi sudah keburu mau malahirkan. Keluarganya langsung menghubungi Bidan Mutmainah yang tinggal tidak jauh dari rumahnya.

Hal menarik lainnya saat bidan akan menuju kediaman Desi mobil ambulans yang ditumpanginya mendadak mogok sehingga tidak bisa dijalankan. Bidan pun bergegas jalan kaki menuju rumah Desi. Untung proses persalinan berjalan lancar. Hanya perlu waktu 30 menit untuk mengeluarkan bayi laki-laki yang memiliki panjang 48 Cm dan berat 3,4 Kg itu.

Akhirnya, dalam kondisi lemah, Desi langsung pun menuju lokasi tes di Stable Berkuda Sekayu. Ia menggunakan kursi roda setelah diantar ambulan dan tiba sekitar pukul 07.00.

Mengenai keinginannya yang begitu kuat mengikuti tes tahap kedua Desi mengaku kesempatan ini tidak bisa ditunda-tunda walaupun banyak cobaan yang dihadapinya.

“Alhamdulillah saya bisa lancar mengikuti tes walaupun agak lambat karena masih sakit. Tidak bisa saya bayangkan bisa mengikuti tes dengan kondisi sekarang. Tapi saya bersyukur masih bisa. Kesempatan kan tidak datang dua kali. Juga tidak bisa ditunda. Bila perlu anak saya akan saya bawa bila diperkenankan yang penting saya bisa ikut tes,” kata istri Minusfani itu.

Desi, alumnus FKIP Bahasa Indonesia Universitas Jambi (Unja), mengaku belum punya nama untuk bayinya itu. Namun kakeknya, Huzairin memanggil cucunya itu dengan nama Abil.

Menurut Huzairin nama sementara ini diberikan dengan harapan agar kondisi ibu dan anaknya tetap stabil dan tabah selama mengikuti tes ini hingga ke tahap akhir.

Desi pun menyimpan harapan agar di balik cobaan ini ia dapat lulus hingga tahap akhir.

Sumber: Sripo 18/11/09


Read More..

50% Bangunan Sekolah Tak Layak

SEKAYU – Sekitar 50% bangunan sekolah dasar di Kabupaten Musi Banyuasin tak layak pakai dan membutuhkan perhatian serius pemerintah.

Untuk memastikan informasi tersebut,kemarin Bupati Musi Banyuasin (Muba) H Pahri Azhari langsung turun ke lapangan. Menurut Pahri, dengan turun ke lapangan dia melihat langsung kondisi yang yang ada.Selama ini menurut Pahri,dia kerap mendapat laporan dari masyarakat melalui pesan singkat (SMS) adanya bangunan sekolah yang tidak layak pakai sehingga membutuhkan perhatian. Selain itu sidak terhadap bangunan sekolah di Kecamatan Sungai Lilin kemarin, merupakan wujud dari pelaksanaan program sekolah gratis dan Muba Sejahterah, Mandiri, Adil, Relegius, dan Terdepan (SMART) 2012.

Sehingga seluruh fasilitas pendidikan harus mendapatkan perhatian khusus. “Sidak ini adalah bentuk dari komitmen Pemkab Muba akan pendidikan, dan peningkatan kualitas pendidikan,” terangnya kemarin. Pahri mengakui, hingga saat ini masih banyak bangunan sekolah yang membutuhkan perhatian serius pemerintah. Namun pihaknya juga mengimbau supaya perusahaan-perusahaan swasta di Muba turut berperan serta khususnya dalam membangun dan perbaikan sekolah.

“Surat edaran ke beberapa perusahaan telah disebar, jika tidak di laksanakan maka akan diberikan sanksi nantinya,” tukasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Muba H Aznawi CK MM mengatakan,pada 2010 mendatang pihaknya bakal memperbaiki sekitar 70 bangunan SD di Muba. Karena sekitar 50% dari 412 bangunan SD di Muba membutuhkan perhatian serius. Sedangkan untuk bangunan SMP dari 60 unit bangunan semuanya masih dalam kondisi laik pakai. Sementara untuk SMA, dari 23 unit bangunan yang ada, tahun ini akan dilakukan penambahan lokal sekitar 20%.

Sumber: Sindo 19/11/09

Read More..

Tuesday, November 17, 2009

Muba Kesulitan Bayar Gaji PNS

SEKAYU – Menurunnya Dana Alokasi Umum (DAU) dari pemerintah pusat untuk Muba cukup membuat Pemkab Muba kerepotan. ‘’Turunnya DAU dari pusat dalam kurun waktu tiga tahun ini memberikan dampak negatif bagi pemerintah daerah, khususnya daerah penghasil migas terbesar,’’ ujar Kadis Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Muba H Hazuar Bidui SSos, kemarin.

Dikatakannya, turunnya DAU jelas tak mencukupi untuk membayar 8.000 lebih PNS dan CPNS. Karena untuk 2010 DAU Muba hanya Rp80.256.489.000, atau turun Rp6 miliar dari 2009. ‘’Pemkab Muba harus menutupi Rp1,4 miliar untuk pembayaran gaji PNS dan CPNS Muba setiap bulannya,’’ ujarnya yang mengharapkan pemerintah pusat mengerti kondisi daerah.

Menurut Hazuar, alasan pemerintah menurunkan DAU setiap tahunnya di antaranya dilihat dari luas daerah, jumlah penduduk dan jumlah pegawai di suatu daerah. ‘’Selain itu kemampuan daerah untuk membayar gaji pegawai atau APBD setiap tahunnya,’’ ujarnya.

Di sisi lain, seharusnya pemerintah lebih memperhatikan daerah penghasil migas. ‘’Walaupun ada beberapa daerah yang kini tak lagi menerima DAU, karena mampu membiayai gaji pegawai mereka,” tukasnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Penanaman Modal Daerah Muba H Apriadi membenarkan DAU Muba turun. ‘’Alasan pusat yaitu celah viskal Muba negatif atau disamakan dengan DKI, sehingga dianggap mampu membayar gaji PNS dan CPNS setiap bulannya,’’ jelasnya.

Sumber: Sumeks 16/11/09

Read More..

Tanjakan Maut, Empat Tewas

SEKAYU – Kecelakaan terjadi di tanjakan maut, Km 93, Desa Babat Banyuasin, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin, sekitar pukul 23.30 WIB, Sabtu (14/11). Sebuah truk BG 8339 UD bertabrakan dengan Bus PO Jaya Utama BG 3900 AH yang berisi puluhan penumpang tujuan Palembang.

Peristiwa nahas itu, mengakibatkan empat penumpang bus tewas seketika. Masing-masing, Candra (22), warga Jl Letnan Mukmin, RT 04/02, No 254, Sungai Pangeran, Kecamatan Ilir Tmur I, Palembang. Kemudian Rudi Susanto (12), warga Jl Bambang Utoyo, RT 17/04, No 118 Pelembang; HM Yusuf (61), warga Jl Inspektur Yazid No 6434, Kemuning, Palembang. Satu korban lainnya, hingga sekarang belum diketahui identitasnya.

Sedangkan korban luka berat ada tujuh orang. Yakni Saudah, Muhadi, Susilawati, Hamna, Yuniarti, Koni, dan Dora. Mereka umumnya mengalami luka serius pada bagian kepala, tangan, dan kaki.

Informasi yang dihimpun Sumatera Ekspres, tabrakan bermula saat kendaraan truk dengan sopir Abi Idris (22), warga Kecamatan Plaju, melaju dari arah Palembang menuju Provinsi Jambi dengan kecepatan tinggi. Saat bersamaan, dari arah berlawanan, tepat di atas tanjakan mucul Bus PO Jaya Utama yang dikendarai Effendi juga melaju kencang.

Brakk! Kedua kendaraan tersebut bertabrakan. Benturannya terdengar keras. Bahkan, penumpang bus berteriak histeris. Dua orang penumpangnya tewas seketika. Warga sekitar yang menyaksikan kejadian tersebut langsung memberikan pertolongan.

Penumpang tewas maupun luka cukup serius langsung dilarikan ke rumah sakit. “Diduga truk dan bus sama-sama akan mendahului kendaraan (di depannya) dengan kecepatan tinggi, maka kecelakaan tidak dapat terhindarkan,” terang seorang saksi mata, Lukman, (47) warga Babat Banyuasin.

Setengah jam dari kejadian, anggota kepolisian datang untuk mengatur lalu lintas. Sebab, selama proses evakuasi korban maupun penumpang bus terjadi kemacetan yang cukup panjang.

Kapolres Muba AKBP Kasihan Rahmadi SH melalui Kasat Lantas Polres Muba Iptu Bayu Pratama membenarkan adanya kecelakaan tersebut. Menurut Bayu, para korban dari penumpang bus dan mereka duduk di bagian depan. Alhasil, saat terjadi kecelakaan tidak bisa menghindar.

“Kita sedang melakukan penyelidikan, dan beberapa penumpang bus telah kita mintai keterangan kronologi kecelakaan tersebut,” pungkasnya.

Sumber: Sumeks 16/11/09

Read More..

Dua Kecamatan di Muba Risiko Tinggi HIV/AIDS

SEKAYU – Beberapa kecamatan di kabupaten Musi Banyuasin (Muba), khusunya yang berada di perlintasan jalan lintas Sumatera rentan terhadap penyebaran HIV.

Seperti Kecamatan Sungai Lilin dan Bayung Lencir,yang tempat transit para sopir truk anak buah kapal (ABK). Kepala Bidang Pemberatasan Penyakit, Dinas Kesehatan (Dinkes) Muba, Chandra Hakim SKM mengatakan,hingga terdapat tiga orang yang diketahui positif terkena HIV dan satu orang AIDS. Tingginya tingkat mobilitas di jalan lintas tersebut, dan banyaknya sopir-sopir serta anak buah kapal (ABK), menjadikan daerah tersebut salah satu tempat beresiko terkena HIV.

Bahkan berdasarkan informasi, lanjut Chandra, kasus penularan infeksi seksual menular (IMS) yang mengarah pada HIV/AIDS sepanjang 2008 di Kecamatan Sungai Lilin dan Bayung Lencir cukup tinggi. Sehingga tidak menutup kemungkinan, dari daerah tersebut menyebar ke tempat lainnya.“Jalur perlintasan,seperti pelabuhn dan jalur lintas memiliki mobilitas tinggi dan paling beresiko tertular HIV,”ujarnya, kemarin. Dia mengungkapkan, khusus ABK dan para pekerja di pelabuhan menjadi kelompok berisiko tinggi terjangkit penyakit ganas tersebut.

Karena dari beberapa penelitian, 80 persen penularan HIV/AIDS terdapat di daerah pelabuhan dan terminal. Selain itu sopir-sopir yang sering mampir di beberapa cafĂ© remang-remang yang ada di sepanjang jalan lintas timur, juga berisiko tinggi penyebaran HIV/ AIDS. Karena pada umumnya sopir-sopir jarang pulang,dan memang jarang melakuan hubungan seksual dengan istri mereka. “Transaksi seksual seperti ini juga sangat berisiko memicu penularan HIV/AIDS, selain itu banyaknya orang yang belum mengetahui penyebab HIV membuat angkat tersebut terus bertambah,” katanya.

Chandra menambahkan, untuk menekan dan mencegah tingginya kasus penularan HIV/ AIDS di dua kecamatan dalam Kabupaten Muba. Pihaknya berencana mengaktifkan kembali Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten (KPAK), dan berencana melakukan sosialisasi dan kesadaran terhadap kelompok risiko tentang bahaya HIV/ AIDS. Sementara itu, anggota DPRD Muba,Desi Ulpa Anggraini mengatakan, peran serta dari pemerintah daerah dalam memperhatikan masalah tingginya kasus penularan HIV/AIDS, di setiap daerah harus ditingkatkan.

Karena jika dibiarkan, penularannya akan semakin mengkhawatirkan.Saat ini dari sekitar 60% kasus penularan penyakit yang berasal dari virus itu dipicu penggunaan jarum suntik narkoba secara bersama-sama.

Sumber: Sindo 16/11/09

Read More..

Friday, November 13, 2009

Bentuk Tim Hewan Kurban

SEKAYU - Jumlah hewan kurban di Muba tahun ini diprediksi meningkat. Dibanding tahun sebelumnya. “Kemungkinan jumlah kurban hewan ini diprediksi meningkat mengalami 15%,” ujar Kadis Pertanian dan Peternakan Muba, Dr Ir H Hasbi MSi, kemarin.


Dipaparkannya, jumlah hewan kurban 2008 mencapai 80 ekor sapi dan 240 ekor kambing. ‘’Untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban sebagian pedagang mengambil langsung dari luar Muba seperti Lampung atau Mura,’’ ujarnya.

Soal pengawasan? Habis mengatakan, pihaknya akan membentuk tim dengan melibatkan petugas di UPTD. ‘’Kita akan ke lapangan seminggu atau tiga hari sebelum pelaksanaan,’’ tegasnya.

Tim akan melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban. “Jika layak akan diberikan label khusus agar masyarakat yang hendak membeli kurban menjadi lebih nyaman,’’ katanya.

Sementara itu, pantauan di lapangan belum banyak pedagang yang menjajakan hewan kurban. Di Sekayu sendiri baru terlihat satu lokasi dan jumlah hewannya tak banyak. ‘’Sekarang memang belum banyak yang beli, Mas, paling nanya-nanya saja, kemungkinan mendekati Iduladha baru banyak yang membeli,’’ ujar salah seorang pedagang di Kota Sekayu.

Sumber: Sumeks 13/11/09

Read More..
Ingin mendapatkan berita secara cepat? Silahkan anda masukkan kata kunci pencarian untuk mencari artikel yang anda cari di Berita Muba ini: