BERITA MUBA sangat berterima kasih apabila Anda memberikan suatu bentuk apresiasi dalam bentuk kritik, saran, komentar ataupun tulisan dan opini karena hal tersebut akan sangat membantu untuk pembanggunan MUBA di masa mendatang. Kirim Tulisan/Opini ke asahnet@gmail.com atau asahinternet@yahoo.com

Saturday, May 5, 2007

Lantai Jembatan Teluk Ambrol

Antrean 2 Kilometer

Lantai jembatan di Desa Teluk Kecamatan Lais Muba, 91 km dari Palembang, semakin parah. Kalau sebelumnya aspal jalan diberitakan mengelupas, sejak Kamis (3/5) pukul 07.00, sudah ambrol dan jatuh ke Sungai Batangharileko. Lubang menganga hampir tiga meter.
Wakil Gubernur Sumsel, Mahyuddin NS, belum menerima laporan ambrolnya lantai jembatan Teluk di Muba itu. Namun Pemprov Sumsel segera mengkoordinasikannya dengan Dinas PU Bina Marga Sumsel untuk mengatasi masalah tersebut. “Langkah kita akan mengecek kondisi sebenarnya di lapangan dan segera memperbaiki kerusakan tersebut,” ujarnya. Perbaikan jembatan tersebut, menurut Mahyuddin, menggunakan anggaran darurat. Pasalnya ruas jalan tersebut dinilai penting untuk kelancaran transportasi baik barang maupun penumpang.

Pantauan Sripo, Kamis (3/5), pengendara dan warga yang memanfaatkan aktivitas sehari-hari jembatan Teluk ini dikagetkan dengan ambrolnya aspal jalan jembatan setelah dilalui iring-iringan truk pengangkut karet dari arah Palembang. Aspal jalan yang ambrol dan jatuh ke Sungai Batangharileko ini meninggalkan lubang yang menganga mencapai tiga meter sehingga tidak dapat lagi dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Kondisi ini mengakibatkan arus transportasi Lubuklinggau- Sekayu-Palembang terputus hampir dua jam. Antrean panjang kendaraan pribadi dan umum mencapai dua kilometer dari arah Palembang dan satu kilometer dari arah Sekayu. Kemacetan kendaraan ini semakin bertambah, sehingga petugas terkait yang turun ke lapangan menyetop arus transportasi setelah menilai kondisi jalan dan jembatan yang memiliki panjang 140 meter dan lebar 4,5 meter ini yang semakin parah dan sangat membahayakan pemakai jalan. Puluhan angkutan bus Palembang-Sekayu terpaksa menurunkan penumpangnya dan tidak sanggup melalui jembatan teluk selain khawatir jembatan yang telah berumur lebih 60 tahun ini ambruk. Puluhan penumpang yang ingin meneruskan perjalanan ini terpaksa berjalan hingga tiga kilometer menuju Sekayu maupun sebaliknya untuk meneruskan perjalanan sedangkan kendaraan umum maupun bus harus balik kanan menghindari kerusakan jalan.

Setelah terputus hampir dua jam kendaraan pribadi diperkenankan untuk melalui jembatan termasuk beberapa kendaraan pribadi yang lewat harus hati-hati setelah merasakan goyangan saat berada di atas jembatan termasuk rombongan pejabat dan tamu Pemkab Muba yang mengendarai mobil BG 1 BZ lewat di lokasi sekitar pukul 09.15. Sedangkan truk dan kendaraan berat lainnya diberikan jalur alternatif yaitu dari arah Sekayu harus kembali lagi ke Sekayu melalui jalur Muara Teladan- Simpang Siku menuju Simpang 108 Jalinsum. Sedangkan puluhan kendaraan dari arah Palembang yang akan melewati Sekayu harus balik dan dapat menempuh jalan dari desa Bonot menuju desa Letang menuju simpang Jalan Km 108. Pukul 21.00, ada perubahan baru. Belum tahu dari Dinas PU Provinsi atau dari Dinas PU Muba. Mereka memasang pipa-pipa dan mengelasnya dengan plat baja di atas bagian jembatan yang berlubang. Sehingga khusus untuk kendaraan kecil satu per satu sudah dapat melaluinya.

Sumber: Sripo

No comments:

Ingin mendapatkan berita secara cepat? Silahkan anda masukkan kata kunci pencarian untuk mencari artikel yang anda cari di Berita Muba ini: